Perseta 1970: Firman Nugraha Cedera Serius dan Berisiko

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 07 Januari 2026 | 12:14 WIB
Perseta 1970: Firman Nugraha Cedera Serius dan Berisiko
Pemain Perseta 1970 (IG Perseta 1970)
baca 10 detik
  • Muhammad Hilmi Gimnastiar resmi dijatuhi sanksi larangan bermain bola seumur hidup.

  • Firman Nugraha mengalami retak tulang rusuk dan kejang akibat tendangan brutal lawan.

  • Komdis PSSI Jatim menghukum pelaku denda Rp2,5 juta demi menjunjung sportivitas.

Suara.com - Insiden memilukan mewarnai kompetisi Liga 4 Jawa Timur saat laga babak 32 besar berlangsung sengit.

Stadion Gelora Bangkalan menjadi saksi bisu tindakan tidak sportif yang mencederai nilai-nilai sepak bola nasional.

Laga antara PS Putra Jaya Pasuruan melawan Perseta 1970 Tulungagung pada Senin kemarin berakhir dengan duka.

Firman Nugraha yang merupakan penggawa Perseta 1970 harus dievakuasi setelah menerima serangan fisik yang sangat fatal.

Serangan tersebut dilakukan oleh pemain lawan bernama Muhammad Hilmi Gimnastiar di tengah tensi tinggi pertandingan.

Dampak dari hantaman keras tersebut membuat Firman langsung tersungkur dan kehilangan kesadaran di lapangan.

Pihak manajemen Perseta mengungkapkan bahwa pemainnya sempat mengalami gejala medis yang sangat mengkhawatirkan sesaat setelah kejadian.

"Firman terkena tendangan keras di bagian dada. Setelah kejadian itu, kondisinya sempat kejang dan harus mendapatkan perawatan di ambulans," kata Rudi dikutip dari Antara.

Tim medis segera memberikan pertolongan pertama sebelum akhirnya membawa korban menuju fasilitas kesehatan terdekat.

baca juga

Kekhawatiran semakin memuncak ketika korban mulai merasakan gangguan pada sistem pernapasan saat malam hari.

Pemeriksaan mendalam melalui prosedur rontgen mengungkap adanya kerusakan struktur tulang yang diderita oleh Firman.

Manajer Perseta 1970 Tulungagung, Rudi Iswahyudi, mengonfirmasi adanya cedera internal yang cukup serius pada bagian dada bawah.

"Hasil pemeriksaan rontgen menunjukkan adanya retakan pada tulang rusuk bagian bawah. Kondisi ini masuk kategori cedera serius dan berisiko," ujar Rudi.

Retaknya tulang rusuk ini memerlukan waktu pemulihan yang tidak sebentar dan pengawasan medis yang sangat ketat.

Pihak klub memastikan bahwa mereka akan memberikan dukungan penuh agar sang pemain bisa kembali pulih seperti sedia kala.

Klub berjuluk Laskar Badai Selatan ini menegaskan tidak akan memaksakan pemainnya untuk kembali merumput sebelum benar-benar bugar.

Prioritas utama saat ini adalah keselamatan jiwa dan kesehatan jangka panjang dari gelandang muda berbakat tersebut.

"Saat ini Firman masih dalam observasi tim medis. Manajemen bertanggung jawab penuh terhadap pemulihan pemain dan tidak akan mengambil risiko apa pun," kata Rudi menambahkan.

Dukungan moral terus mengalir dari rekan setim dan para suporter yang mengecam keras aksi anarkis tersebut.

Video cuplikan kekerasan tersebut kini telah menyebar luas dan memicu kemarahan publik pecinta sepak bola tanah air.

Merespons kejadian tersebut, Asprov PSSI Jawa Timur melalui Komite Disiplin langsung bergerak melakukan investigasi menyeluruh.

Berdasarkan bukti rekaman dan laporan pertandingan, ditemukan unsur kesengajaan dalam pelanggaran berat yang dilakukan Hilmi.

"Perbuatan menendang pemain lawan yang mengakibatkan luka parah merupakan tindakan kekerasan dan pelanggaran berat, sehingga Komdis menjatuhkan hukuman tambahan berupa larangan beraktivitas sepak bola seumur hidup," kata Makin.

Langkah ini diambil demi menjaga integritas kompetisi dan memastikan keamanan setiap individu yang terlibat di lapangan.

Samiadji Makin Rahmat selaku Ketua Komdis menegaskan bahwa tidak ada ruang bagi perilaku barbar di dalam sepak bola.

Selain dilarang berkecimpung di dunia bola selamanya, Muhammad Hilmi juga dibebani dengan denda berupa materi.

Pelaku dianggap telah melanggar pasal berlapis dalam Kode Disiplin PSSI yang mengatur tentang kekerasan fisik terhadap lawan.

Ketegasan otoritas sepak bola ini diharapkan mampu menjadi peringatan bagi seluruh atlet agar mengedepankan sportivitas tinggi.

Meskipun terdapat celah untuk mengajukan banding, sanksi ini tetap menjadi noda hitam dalam sejarah karier sang pemain muda.

"Komdis berharap keputusan ini menjadi pelajaran bagi seluruh insan sepak bola Jawa Timur untuk menjunjung tinggi sportivitas dan keselamatan pemain," ucapnya.

Sepak bola sejatinya adalah panggung keahlian dan kerja sama tim, bukan arena untuk melakukan tindakan kekerasan.

PSSI Jawa Timur berharap insiden di Bangkalan ini adalah yang terakhir kalinya terjadi dalam sejarah kompetisi daerah.

Keamanan pemain harus selalu menjadi poin utama yang tidak boleh ditawar oleh pihak penyelenggara maupun klub peserta.

"Hukuman itu juga kami putuskan agar tidak ada pemain lainnya yang meremehkan dengan melakukan tindakan yang sama, ini sepak bola bukan bela diri," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Korban Brutal Tendangan Kungfu Muhammad Hilmi Gimnastiar Kejang-kejang Hingga Rusuk Retak

Korban Brutal Tendangan Kungfu Muhammad Hilmi Gimnastiar Kejang-kejang Hingga Rusuk Retak

Bola | Rabu, 07 Januari 2026 | 11:51 WIB

Viral Tendangan Kungfu Liga 4, Kafi FC Jogja: Itu Gak Sengaja!

Viral Tendangan Kungfu Liga 4, Kafi FC Jogja: Itu Gak Sengaja!

Bola | Rabu, 07 Januari 2026 | 11:15 WIB

Profil Pemain KAFI FC Pelaku Tendangan Kung Fu Brutal Menyasar ke Leher Lawan

Profil Pemain KAFI FC Pelaku Tendangan Kung Fu Brutal Menyasar ke Leher Lawan

Bola | Rabu, 07 Januari 2026 | 10:17 WIB

Terkini

Sebelum Proyek Giant Sea Wall Dimulai, Pemerintah Bersiap Tanam Mangrove Massal di Demak

Sebelum Proyek Giant Sea Wall Dimulai, Pemerintah Bersiap Tanam Mangrove Massal di Demak

Jawa Tengah | Kamis, 08 Oktober 2026 | 15:09 WIB

Tidur Pakai Smartwatch Apakah Aman? Kenali Risiko dan Hal yang Perlu Diperhatikan

Tidur Pakai Smartwatch Apakah Aman? Kenali Risiko dan Hal yang Perlu Diperhatikan

Tekno | Kamis, 08 Oktober 2026 | 15:05 WIB

10 Sepatu Slip On Lokal Tanpa Tali, Praktis untuk Dipakai Harian

10 Sepatu Slip On Lokal Tanpa Tali, Praktis untuk Dipakai Harian

Lifestyle | Kamis, 08 Oktober 2026 | 15:04 WIB

Beredar Surat Usul Pemakzulan Wapres Gibran, NasDem Membantah

Beredar Surat Usul Pemakzulan Wapres Gibran, NasDem Membantah

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 15:04 WIB

2 Tahun Prabowo-Gibran, Suahasil Klaim Efisiensi Anggaran Bikin APBN Lebih Berdampak ke Rakyat

2 Tahun Prabowo-Gibran, Suahasil Klaim Efisiensi Anggaran Bikin APBN Lebih Berdampak ke Rakyat

Bisnis | Kamis, 08 Oktober 2026 | 15:03 WIB

Tukar Valas di BRImo Bisa Dapat iPhone 17 Pro Max? Begini Caranya!

Tukar Valas di BRImo Bisa Dapat iPhone 17 Pro Max? Begini Caranya!

Bri | Kamis, 08 Oktober 2026 | 15:02 WIB

Tragedi KM Virgo Transport 8: Nakhoda Hingga General Manager Diciduk Polisi

Tragedi KM Virgo Transport 8: Nakhoda Hingga General Manager Diciduk Polisi

Sulsel | Kamis, 08 Oktober 2026 | 15:02 WIB

Hempas Jerawat Punggung, 5 Sabun Batang Ini Bikin Kulit Halus dan Sehat

Hempas Jerawat Punggung, 5 Sabun Batang Ini Bikin Kulit Halus dan Sehat

Your Say | Kamis, 08 Oktober 2026 | 15:00 WIB

Polisi Tetapkan Empat Tersangka dalam Insiden Karamnya KM Virgo Transport 8

Polisi Tetapkan Empat Tersangka dalam Insiden Karamnya KM Virgo Transport 8

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 14:58 WIB

Taisei Marukawa Selangkah Lagi Jadi WNI, Impikan Seragam Timnas Indonesia

Taisei Marukawa Selangkah Lagi Jadi WNI, Impikan Seragam Timnas Indonesia

Bola | Kamis, 08 Oktober 2026 | 14:58 WIB

×