- Kompetisi Liga Belanda menghadapi polemik kewarganegaraan pemain keturunan Indonesia yang berpotensi kehilangan status bermain di Belanda.
- Gugatan NAC Breda terkait status izin kerja pemain Timnas Indonesia memicu kekhawatiran klub lain akan status pemain mereka.
- Pemain yang mengambil kewarganegaraan lain dapat kehilangan status warga negara Belanda, berujung kendala administrasi dan finansial klub.
Suara.com - Kompetisi sepak bola Belanda tengah diguncang polemik besar terkait status kewarganegaraan pemain keturunan Indonesia.
Sejumlah klub di Belanda kini cemas karena pemain yang membela timnas Indonesia atau negara lain seperti Suriname berpotensi kehilangan status bermain di liga Belanda.
Kasus ini berawal dari gugatan klub NAC Breda terkait status izin kerja dan papsor Belanda yang diduga masih dimiliki oleh pemain Timnas Indonesia, Dean James.
Breda bahkan mengajukan protes setelah kalah 0-6, dengan alasan James diduga tidak memenuhi syarat bermain.
Masalah ini berdampak luas. Pemain keturunan Indonesia, Tim Geypens sampai harus dicoret dari skuad FC Emmen sebagai langkah antisipasi.
FC Emmen khawatir status kewarganegaraannya berubah setelah memperkuat tim muda Indonesia.
“Ini benar-benar di luar keinginannya. Kami menghadapi situasi yang sangat menyakitkan,” ujar Direktur Teknik Emmen, Nico Haak.
![pihak klub Go Ahead bersikeras bahwa Dean James tetap terdaftar sebagai warga negara Belanda berdasarkan data resmi pemerintah Belanda. [Dok PSSI]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/03/23/88039-dean-james.jpg)
"Seorang pemain muda bisa melihat hidupnya runtuh begitu saja.”
Menurut aturan hukum Belanda, pemain yang secara sukarela mengambil kewarganegaraan lain dapat kehilangan status sebagai warga negara Belanda.
Hal ini menjadi masalah besar bagi pemain yang tidak memiliki dua kewarganegaraan sejak lahir.
Direktur Coöperatieve Eerste Divisie, Marc Boele, menjelaskan kompleksitas kasus ini.
“Ini sangat rumit dan harus dilihat per pemain. Tidak semua kasus sama,” katanya.
Contoh lain dialami kiper Maarten Paes yang sempat terkendala izin kerja karena status paspornya.
Tanpa paspor Belanda, proses administrasi menjadi jauh lebih sulit bagi pemain non-Uni Eropa.
Meski demikian, operator liga memastikan hasil pertandingan tidak akan diubah.