Wiljan Pluim Bongkar Skandal Paspor, Soroti Dampaknya ke Pemain Timnas Indonesia

Arif Budi

Rabu, 08 April 2026 | 20:21 WIB
Wiljan Pluim Bongkar Skandal Paspor, Soroti Dampaknya ke Pemain Timnas Indonesia
Eks PSM Makassar, Wiljan Pluim ikut buka suara soal polemik paspor. (Liga Indonesia Baru)
baca 10 detik
  • Wiljan Pluim mengungkap adanya tekanan federasi dan klub di Indonesia agar pemain asing melakukan naturalisasi demi kuota lokal.
  • Lebih dari 20 pemain sepak bola di Belanda kini menghadapi kendala administratif akibat kasus kepemilikan paspor ganda tersebut.
  • Pluim menolak menjadi WNI demi mempertahankan kewarganegaraan Belanda untuk rencana kepulangannya setelah karier profesionalnya di Indonesia berakhir.

Suara.com - Mantan pemain PSM Makassar, Wiljan Pluim turut buka suara dan mengungkap pengalaman pribadinya yang berkaitan dengan proses naturalisasi di Indonesia.

Dalam laporan terbaru, lebih dari 20 pemain disebut terdampak kasus ini. Tidak hanya pemain yang memiliki keterkaitan dengan Timnas Indonesia, tetapi juga sejumlah nama dari Suriname dan Tanjung Verde.

Dampaknya pun signifikan, karena para pemain tersebut tidak bisa tampil dalam beberapa pertandingan terakhir di kompetisi domestik Belanda.

Dari sekian banyak nama, baru Maarten Paes yang dipastikan tidak bermasalah dan terbebas dari kasus tersebut.

Wiljan Pluim yang pernah berkarier panjang di Indonesia bersama PSM Makassar (2016-2023) dan Borneo FC pada 2024, memberikan perspektif menarik.

Ia mengaku pernah berada dalam situasi serupa ketika ditawari untuk menjadi Warga Negara Indonesia (WNI).

“Jika Anda bermain untuk klub yang sama di sana selama lima tahun, Anda otomatis memenuhi syarat untuk mendapatkan paspor,” kata Pluim kepada ESPN.

“Saya ditekan oleh federasi dan klub untuk mendapatkan paspor tersebut. Kemudian Anda juga menjadi 'pemain lokal,' dan itu menguntungkan karena klub hanya diperbolehkan memiliki sejumlah pemain asing tertentu," imbuhnya.

Namun, Pluim memilih untuk tidak mengambil langkah tersebut karena mempertimbangkan konsekuensi kehilangan kewarganegaraan Belanda.

baca juga

“Tapi saya sudah mendengarnya dari orang lain dan langsung bertanya-tanya: bagaimana dengan paspor Belanda saya?” lanjut mantan pemain PEC Zwolle dan Vitesse tersebut.

“Begini, di Indonesia Anda hanya diperbolehkan memiliki satu paspor. Saya ingin kembali ke Belanda setelah karier saya berakhir, jadi saat itulah saya memutuskan untuk tidak melakukannya," imbuhnya.

Lebih jauh, Pluim mengaku tidak terkejut dengan mencuatnya skandal paspor di Liga Belanda.

Ia bahkan menyebut praktik kepemilikan paspor ganda bukan hal baru di dunia sepak bola.

“Saat itu, saya benar-benar tidak bisa mendapatkan kejelasan tentang situasi tersebut di mana pun. Ada sejumlah pemain yang sudah memiliki paspor ganda," ujar Pluim.

"Mereka selalu mengatakan: 'Secara teknis tidak diperbolehkan (punya kewarganegaraan lain), tetapi selama Anda menyimpan kartu identitas Belanda Anda, Anda dapat memasuki negara ini tanpa visa.' Segala macam hal seperti itu."

"Itu terasa tidak benar bagi saya. Mendapatkan paspor Indonesia juga tidak banyak gunanya bagi saya," imbuhnya.

Meski mengakui adanya keuntungan finansial dan status sebagai pemain lokal, Pluim tetap teguh dengan keputusannya.

“Di Indonesia, nilai Anda tiba-tiba jauh lebih tinggi dengan paspor. Tapi itu bukan faktor bagi saya. Saya sudah bermain di sana selama beberapa tahun, tidak perlu membuktikan banyak hal lagi, dan karena itu saya tidak akan mengambil risiko itu," ujar Pluim.

“Saya sudah menunjukkannya sebelumnya. Pada akhirnya, itu tidak diperbolehkan. Saya pikir pada akhirnya, itu hanyalah kebijakan toleransi dari federasi Indonesia."

"Saya pikir semuanya terjadi di bawah janji palsu. Seperti: ‘jika Anda tidak membicarakannya, itu tidak akan diperhatikan, tidak ada yang akan membicarakannya lagi, dan Anda bisa melakukan apa pun yang Anda inginkan. Sampai NAC Breda membuat Anda kesal," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Vietnam dan Indonesia Hancurkan Malaysia di 2 Cabor! Futsal dan Sepak Bola

Vietnam dan Indonesia Hancurkan Malaysia di 2 Cabor! Futsal dan Sepak Bola

Bola | Rabu, 08 April 2026 | 20:08 WIB

Patrick Kluivert Akhirnya Kembali ke Indonesia, Masyarakat Diminta Jangan Menghina

Patrick Kluivert Akhirnya Kembali ke Indonesia, Masyarakat Diminta Jangan Menghina

Bola | Rabu, 08 April 2026 | 19:26 WIB

NAC Breda Dilaporkan Tak Terima Usai Dean James Lolos dari Sanksi KNVB

NAC Breda Dilaporkan Tak Terima Usai Dean James Lolos dari Sanksi KNVB

Bola | Rabu, 08 April 2026 | 17:46 WIB

Titik Terang Skandal Paspoortgate, KNVB Tidak Sanksi Dean James dan Go Ahead Eagles

Titik Terang Skandal Paspoortgate, KNVB Tidak Sanksi Dean James dan Go Ahead Eagles

Bola | Rabu, 08 April 2026 | 16:23 WIB

Maarten Paes Kena Semprot Legenda Ajax, Pola Permainannya Dinilai Tak Masuk Akal

Maarten Paes Kena Semprot Legenda Ajax, Pola Permainannya Dinilai Tak Masuk Akal

Bola | Rabu, 08 April 2026 | 15:49 WIB

Terkini

Yonif 413/Bremoro Gelar Donor Darah Bersama Warga di Karanganyar

Yonif 413/Bremoro Gelar Donor Darah Bersama Warga di Karanganyar

Surakarta | Senin, 24 Agustus 2026 | 05:30 WIB

Prajurit dan Persit Yonif 413/Bremoro Galang Bantuan untuk Korban Gempa NTT

Prajurit dan Persit Yonif 413/Bremoro Galang Bantuan untuk Korban Gempa NTT

Surakarta | Senin, 24 Agustus 2026 | 05:00 WIB

Wajah Baru Bogor Barat, 6 Stasiun Kereta Siap Garap Jalur Parung Panjang - Jasinga

Wajah Baru Bogor Barat, 6 Stasiun Kereta Siap Garap Jalur Parung Panjang - Jasinga

Bogor | Senin, 24 Agustus 2026 | 03:49 WIB

Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak

Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan

Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?

Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha

Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?

Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:58 WIB

Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari

Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:46 WIB

×