- Pelatih Didier Deschamps menuntut efisiensi lini depan Timnas Prancis jelang laga perempat final Piala Dunia 2026.
- Prancis akan menghadapi Maroko dengan target memperbaiki penyelesaian akhir meski telah mencetak 14 gol di turnamen.
- Didier Deschamps mewaspadai kekuatan Maroko yang dinilai semakin matang dan solid dibandingkan pertemuan pada tahun 2022 lalu.
Suara.com - Pelatih Timnas Prancis, Didier Deschamps, memberikan peringatan kepada anak asuhnya untuk meningkatkan efisiensi di depan gawang jelang laga perempat final Piala Dunia 2026.
Meski menyandang status sebagai tim paling produktif di turnamen dengan koleksi 14 gol, Deschamps menilai skuad Les Bleus masih terlalu sering membuang peluang emas.
Menghadapi Maroko di babak delapan besar, pelatih berpengalaman tersebut menuntut lini depan Prancis tampil lebih tajam agar tidak terpeleset di fase gugur.
Deschamps menegaskan bahwa di level kompetisi setinggi Piala Dunia, satu peluang yang gagal dikonversi menjadi gol bisa berakibat fatal.
"Kedua tim memiliki kekuatan di semua lini, kami memang cukup efektif, tetapi seharusnya bisa lebih baik lagi," ujar Didier Deschamps sebagaimana dilaporkan The Straits Times, Kamis (9/7/2026).
Efisiensi Jadi Sorotan Meski Prancis Paling Produktif

Pelatih yang membawa Prancis juara Piala Dunia 2018 itu menjelaskan bahwa efektivitas lebih penting dibanding jumlah peluang yang diciptakan.
Menurut Deschamps, banyaknya peluang tidak akan berarti tanpa ketenangan dan naluri mencetak gol di sepertiga akhir lapangan.
"Terkadang Anda menciptakan enam peluang dan hanya mencetak dua gol, sementara di kesempatan lain hanya memiliki dua peluang dan keduanya menjadi gol. Yang terpenting adalah efisiensi," tegas Didier Deschamps.
Prancis melangkah ke perempat final setelah mengalahkan Paraguay dengan skor tipis 1-0 di babak 16 besar.
Gol tunggal kemenangan dicetak sang kapten, Kylian Mbappe, melalui eksekusi penalti yang tenang.
Mbappe Kejar Messi, Maroko Siap Beri Ujian Berat
Mbappe kini telah mengoleksi tujuh gol sepanjang Piala Dunia 2026.
Catatan itu menempatkannya di posisi kedua daftar top skor sementara, hanya terpaut satu gol dari kapten Argentina, Lionel Messi, yang memimpin dengan delapan gol.
Selain Mbappe, lini depan Prancis juga diperkuat pemain-pemain cepat dan kreatif seperti Ousmane Dembele, Michael Olise, dan Bradley Barcola.
Kombinasi ketiganya menjadi salah satu senjata utama Les Bleus sepanjang turnamen.
Meski demikian, Deschamps mengingatkan bahwa Maroko bukan lawan yang bisa diremehkan.
Maroko, yang menjadi semifinalis Piala Dunia 2022, dinilai telah berkembang menjadi tim yang lebih matang dengan mentalitas juara.
"Kami pernah menghadapi mereka empat tahun lalu di semifinal. Mereka juga tampil di final Piala Afrika dan memiliki banyak pemain berkualitas," ujar Deschamps.
Ia menilai organisasi permainan Maroko kini semakin solid berkat pengalaman para pemainnya di kompetisi elite Eropa.
Status "kuda hitam" pun dinilai sudah tidak lagi relevan bagi Singa Atlas yang kini layak disebut sebagai salah satu kandidat kuat.
"Mereka tidak datang ke sini hanya untuk bermain, tetapi untuk menang. Kami harus siap memberikan performa terbaik melawan tim yang hebat ini," tutur Deschamps.
Pertemuan Prancis dan Maroko juga memiliki sejarah tersendiri. Publik masih mengingat kemenangan 2-0 Les Bleus atas Singa Atlas pada semifinal Piala Dunia 2022 di Qatar.
Kini, Maroko datang dengan kekuatan yang lebih matang serta motivasi membalas kekalahan tersebut.
Laga ini diprediksi menjadi ujian sesungguhnya bagi ambisi Prancis untuk merebut gelar juara dunia ketiga sepanjang sejarah.
