Suara.com - Banyak cara dilakukan oleh masyarakat untuk membantu korban bencana yang sedang melanda Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat.
Tak harus langsung ke lokasi, seperti yang dilakukan salah satu warung makan sederhana yang ada di Bandung ini.
Warung lontong Medan itu memberikan bantuan pada mahasiswa yang orang tuanya terdampak bencana.
Sebuah akun TikTok bernama orenzaaa membagikan kabar tersebut pada 5 Desember 2025.
Dia mengaku terharu karena saat melihat pengumuman besar di dinding warung tersebut.
Pemilik warung menggratiskan makan untuk mahasiswa yang belum mendapatkan kiriman uang dari orangtuanya karena menjadi korban banjir.
"Kepada adek-adek mahasiswa/i asal Aceh, Sumut, dan Sumbar yang sedang kuliah di Bandung, jika belum dapat kiriman terkendala keluarga terkena musibah sementara uang simpanan mulai habis," pesan yang tertulis dari pemilik warung.
"Silakan ambil makanan di kedai kami, tetap makan, jangan lapar, tubuhmu butuh energi paling tidak untuk terus memberi doa," sambungnya lagi.
Mereka juga mendoakan agar semuanya lekas pulih.
Cewek yang mengunggah postingan itu pun bangga karena kerap makan di warung ini karena ternyata pemiliknya begitu dermawan.
"Semoga segera dapat kabar baik teman-teman yang terdampak. Nggak sia sia makan lontong mulu di sini," tulisnya.
Melihat postingan itu, netizen juga ramai-ramai mendoakan warung itu laris manis agar terus bisa memberikan bantuan.
"Berkah selalu kedai lontong Medan Bandung," komentar netizen.
"Yang deket situ tolong ramein kedai bapak ini please," komentar netizen lain.
"Rakyat se so sweet ini harus berjuang dengan pemerintahan yang penuh koruptor," tambahnya.
Sejak bencana banjir bandang dan longsor di Pulau Sumatra dan berdampak pada 3 provinsi, banyak masyarakat mengajak warga lain untuk berdonasi mandiri tanpa menggantungkan pemerintah.
Aksi warga bantu warga ini dinilai lebih cepat dibandingkan menunggu bantuan dari pemerintah.
Beberapa publik figur dan artis serempak menggalang donasi untuk korban bencana. Nominal yang terkumpul pun dari ratusan juta hingga puluhan miliar rupiah.
Kontributor : Tinwarotul Fatonah