Suara.com - Kematian Nizam Syafei atau NS, remaja 12 tahun asal Sukabumi tidak hanya membawa duka keluarga, namun menjadi perseteruan.
Ini seolah karena pihak keluarga tak mau disalahkan siapa yang sudah menyebabkan Nizam meninggal dunia.
Bukan hanya ibu tiri, kini kasus itu menjadi drama antara ayah kandung dan ibu kandungnya.
Dua orang ini yang kini wira-wiri diundang ke beberapa acara untuk menceritakan tentang tragedi kematian Nizam.
Ibunya, Lisna membeberkan tentang sikap ayah kandung Nizam saat masih menikah dengannya dulu.
![Lisnawatii ibunda Nizam Syafei (berhijab hitam) melaporkan kasus putra kandungnya yang dianiai ibu tiri ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia, Senin (23/2/2026). [Rena Pangesti/Suara.com]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/02/23/58716-lisnawatii-ibunda-nizam-syafei.jpg)
Dia menyebut kalau mantan suaminya suka melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
Hal ini disampaikan oleh kuasa hukum Lisna, Mira Widyawati tentang sikap kasar ayah Nizam.
"Ya sudah, kamu mati saja sekalian sama anak kamu dalam kandungan, mati saja," beber Mira menirukan ucapan mantan suami Lisna.
Lisna juga mendapatkan kekerasan fisik, misalnya rambut Lisna dipotong paksa menggunakan golok.
Hingga akhirnya Lisna tak kuat dan menggugat cerai ayah Nizam.

Ayah Nizam, Anwar Satibi memberikan klarifikasi lewat postingan di Facebook Ahli Gigi Pajampangan.
Dia klarifikasi dengan membongkar kebusukan atau kebohongan mantan istrinya.
Menurutnya, netizen jangan mau tertipu dengan keluguan mantan istrinya.
"Mereka tidak paham kalau ibunya anak saya itu mantan istri, jangan melihat keluguan dia dan wajah polos dia. Kalau dia wanita baik-baik nggak mungkin saya cerai," katanya.
Tak menampik pernah melakukan KDRT, namun Anwar punya alasan untuk melakukannya.