Suara.com - Sebuah unggahan dari seorang netizen Malaysia mendadak viral setelah ia mengungkapkan pengalamannya sengaja terbang ke Indonesia hanya untuk menyaksikan film drama keluarga terbaru, Tunggu Aku Sukses Nanti.
Film produksi Rapi Films yang berkolaborasi dengan Screenplay Films, Legacy Pictures, dan Vortera Studios ini rupanya sukses mengaduk-aduk emosi penonton dari negeri jiran.
Fenomena ini terekam jelas dalam unggahan yang dibagikan ulang oleh akun Instagram @folkative pada 23 Maret 2026.
"This Malaysian flew all the way to Indonesia just to watch “Tunggu Aku Sukses Nanti.” He said he actually cried during the movie. Have you seen it yet?" tulis @folkative.
Reaksi emosional sang netizen menunjukkan betapa kuatnya narasi yang dibangun dalam film garapan sutradara Naya Anindita ini.
Dalam ulasan jujurnya, netizen tersebut mengaku sangat tersentuh hingga matanya membengkak karena terus menangis selama pemutaran film.
"Filem apa yang aku tonton ni??? Slide number 3, mata aku dah bengkak menangis-nangis sampai keluar bunyi resdung dan bila keluar panggung, rupanya bukan aku seorang je cowok yang menangis, temanya kalau di “makcik bawang”," ungkapnya.
Ia bahkan memberikan rating sempurna, 5 bintang, untuk aspek cerita, jajaran pemain, penampilan tamu (cameo), hingga lagu tema (OST) yang ia sebut terasa seperti daftar putar konser Pestapora.
Tunggu Aku Sukses Nanti memang mengangkat tema yang sangat dekat dengan realitas sosial masyarakat di Indonesia maupun Malaysia, yaitu tentang tekanan keluarga saat momen Lebaran.
Cerita berpusat pada Arga (Ardit Erwandha), seorang pria dewasa yang merasa hidupnya jalan di tempat.
Di saat keluarga besar berkumpul, Arga justru harus menghadapi pertanyaan klasik yang sering menghantui banyak orang saat acara keluarga, soal pekerjaan, pencapaian, dan masa depan.
Konflik semakin dalam ketika Arga terus dibanding-bandingkan dengan sepupunya yang dianggap lebih sukses, sehingga ia mulai mempertanyakan harga diri serta makna kesuksesan yang selama ini diagungkan keluarganya.
Penampilan Ardit Erwandha yang natural sebagai Arga dinilai sangat membumi karena merepresentasikan mereka yang sering merasa tertinggal dan dipaksa memenuhi standar hidup orang lain.
Selain Ardit, film ini diperkuat oleh deretan aktor lintas generasi seperti Lulu Tobing, Sarah Sechan, hingga penyanyi Afgan yang kehadirannya diakui netizen Malaysia tersebut menambah daya tarik film.