- Seorang guru di Jakarta bernama Salpa Rizki Apriyanto viral setelah diduga menggadaikan laptop milik muridnya pada Mei 2026.
- Kejadian bermula saat pelaku meminjam laptop murid dengan alasan pekerjaan mendesak, namun justru menggadaikannya tanpa izin pemiliknya.
- Keluarga murid berhasil menebus laptop tersebut seharga tiga juta rupiah setelah melabrak pelaku dan mengonfirmasi tindakan pelanggaran tersebut.
Suara.com - Video viral yang memperlihatkan seorang guru bernama Salpa Rizki Apriyanto dilabrak keluarga murid sukses menyita perhatian publik di media sosial.
Guru Sosiologi tersebut menjadi sorotan setelah diduga menggadaikan laptop milik muridnya tanpa izin.
Peristiwa itu memicu kemarahan keluarga korban dan membuat netizen ramai membahas kasus tersebut di berbagai platform media sosial.
Kronologi kejadian pertama kali diungkap oleh kakak korban melalui unggahan viral di internet. Ia menjelaskan bahwa kejadian bermula pada 8 Mei 2026 sekitar pukul 19.00 WIB saat adiknya yang berinisial C meminta izin meminjam laptop miliknya untuk mengerjakan tugas kelompok sekolah.
“8 Mei 26, pukul 19.00 adek saya izin pakai laptop saya untuk kerja kelompok,” tulisnya dalam unggahan tersebut.
Namun, saat sang adik pulang sekitar pukul 21.30 WIB, laptop tersebut ternyata tidak dibawa kembali ke rumah. Ketika ditanya keberadaan laptopnya, sang adik mengaku bahwa barang itu sedang dipinjam oleh temannya untuk mengetik tugas kelompok.
Mendengar hal tersebut, kakak korban langsung menegur adiknya karena dianggap tidak menjaga barang pribadi dengan baik.
Ia kemudian meminta sang adik segera mengambil laptop itu kembali. Akan tetapi, usaha untuk menghubungi teman yang disebut meminjam laptop tersebut tidak membuahkan hasil.
Beberapa jam kemudian, tepatnya sekitar pukul 22.30 WIB, sang adik akhirnya mengaku jujur bahwa laptop tersebut sebenarnya dipinjam oleh guru Sosiologinya yang bernama Salpa Rizki Apriyanto.
Menurut pengakuan adiknya, guru tersebut baru dua Minggu mengajar sebagai guru pengganti di salah satu SMA di Jakarta.
“Adek saya mengaku kalau itu dipinjam guru Sosiologinya yang bernama Salpa Rizki Apriyanto,” ungkap kakak korban.
Ia mengaku langsung curiga laptop tersebut akan digadaikan. Sang adik pun menjelaskan alasan dirinya meminjamkan laptop itu karena guru tersebut mengaku sedang membutuhkan secara mendesak untuk menyelesaikan banyak pekerjaan.
Kakak korban kemudian meminta nomor telepon sang guru untuk meminta penjelasan langsung. Ia juga menjelaskan bahwa laptop tersebut sangat penting karena digunakan untuk mengerjakan skripsi.
Tak lama setelah dihubungi, guru tersebut akhirnya datang ke rumah korban untuk memberikan klarifikasi. Dalam pertemuan itu, keluarga langsung melabrak sang guru terkait keberadaan laptop.
Di hadapan keluarga korban, guru tersebut akhirnya mengaku bahwa laptop milik murid tersebut memang telah digadaikan.