Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan

Yazir F, Tiara Rosana

Rabu, 27 Mei 2026 | 19:36 WIB
Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Kiai di Pekalongan diamankan atas dugaan kekerasan seksual kepada santriwati [Hasil bidik layar video dan bantuan ChatGPT]
baca 10 detik
  • Santriwati di Pekalongan yang diklaim hamil karena mimpi ternyata merupakan korban kekerasan seksual oleh pimpinan pesantrennya, AKF.
  • Aksi bejat oknum kiai tersebut diduga sudah berlangsung sejak 2008 dengan total korban ditaksir mencapai lebih dari 20 santriwati.
  • Kasus baru terungkap setelah belasan tahun karena sebelumnya para korban menghadapi intimidasi dan doktrin kepatuhan dari pelaku.

Suara.com - Pengakuan di luar nalar N, seorang santriwati yang hamil tanpa berhubungan intim memasuki babak baru.

Polisi resmi mengamankan AKF (54), pimpinan sekaligus pengasuh pondok pesantren tempat F menuntut ilmu, di wilayah Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan. AKF jadi terduga orang yang menghamili F.

Penangkapan ini membongkar bahwa kehamilan F bukanlah mukjizat, melainkan akibat tindak kekerasan seksual yang diduga dilakukan oleh tokoh agama yang sangat dihormati di lingkungan tersebut.

Dilansir dari berbagai sumber, Kapolres Pekalongan Kota, AKBP Riki Yariandi, mengonfirmasi penangkapan tersangka di Mapolres Pekalongan Kota pada Rabu, 27 Mei 2026.

"Ya, hari ini tepatnya kita lakukan pengamanan terhadap pelaku, yang informasinya adalah salah satu pendiri pondok pesantren di wilayah hukum Polres Pekalongan Kota, pondoknya berada di Kabupaten Pekalongan," kata Riki saat memberikan keterangan resmi kepada media.

Aksi Bejat Berlangsung Sejak 2008 dan Memakan Puluhan Korban

Penyelidikan mendalam polisi mengungkap fakta yang jauh lebih mengerikan.

Korban dari nafsu bejat AKF diduga tidak hanya menimpa F, melainkan mencapai puluhan santriwati lainnya. Perilaku menyimpang ini disinyalir telah berjalan selama hampir dua dekade.

Ahmad Fauzi, tim kuasa hukum korban, membeberkan rentang waktu kejahatan pelaku yang sangat panjang setelah mendampingi para korban di Mapolres Pekalongan Kota.

baca juga

"Kami mendampingi enam orang korban, mereka merupakan mantan santriwati yang sudah memberikan kuasa dengan rentang waktu kejadian mulai dari tahun 2008 sampai 2025," beber Ahmad Fauzi.

Saat kejadian pertama pada tahun 2008, rata-rata korban masih berusia di bawah umur, bahkan ada yang masih berusia 14 tahun.

Berdasarkan informasi terbaru dari proses penyelidikan, total korban dari aksi bejat oknum kiai ini ditaksir mencapai lebih dari 20 orang. Namun, hingga kini baru enam orang yang berani melapor secara resmi ke pihak kepolisian.

Kendala Intimidasi dan Doktrin Kepatuhan

Pihak kepolisian mengakui bahwa salah satu hambatan utama yang membuat kasus ini terkubur selama belasan tahun adalah adanya intimidasi psikologis yang kuat dari pelaku kepada para santrinya.

Posisi pelaku sebagai tokoh agama yang disegani membuat para korban merasa terancam dan takut untuk berbicara.

"Korban sebelumnya tidak berani melapor karena mungkin diancam oleh pelaku ataupun teman-teman santri yang lain. Akhirnya anggota kami melakukan pendekatan sehingga mereka berani speak up," jelas AKBP Riki Yariandi.

Polisi juga menambahkan bahwa pelaku menggunakan kekuasaannya di pesantren dengan memanipulasi pemahaman agama untuk membujuk, menipu, serta mendoktrin korban agar menuruti kemauannya.

Stigma bahwa kekerasan seksual adalah aib keluarga turut memperpanjang daftar korban yang memilih bungkam.

Sebagai informasi, kasus ini bermula dari viralnya klaim tidak biasa dari keluarga santriwati F yang menyebut anak mereka hamil karena kehendak Tuhan melalui mimpi, tanpa pernah berhubungan intim.

Klaim janggal tersebut memicu kecurigaan publik dan desakan investigasi medis. Penyelidikan ilmiah serta tes DNA akhirnya mengarahkan polisi pada sosok AKF.

Kini, pihak kepolisian bersama Dinas Sosial dan tim psikolog terus memberikan pendampingan intensif kepada para korban di safe house untuk memulihkan trauma berat yang mereka alami, sekaligus mengimbau korban-korban lain untuk berani bersuara guna memutus mata rantai kekerasan seksual di institusi pendidikan keagamaan tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pimpinan Ponpes di Lombok Barat Jadi Tersangka Dugaan Pelecehan Santriwati Berkedok Pengobatan

Pimpinan Ponpes di Lombok Barat Jadi Tersangka Dugaan Pelecehan Santriwati Berkedok Pengobatan

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 15:00 WIB

Muhammad Imanuddin Sumar Eks Pimpinan Ponpes di Lombok Ditetapkan Tersangka Kasus Kekerasan Seksual!

Muhammad Imanuddin Sumar Eks Pimpinan Ponpes di Lombok Ditetapkan Tersangka Kasus Kekerasan Seksual!

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 13:58 WIB

Kekerasan Seksual Dominasi Kasus di Sekolah, Pelaku Didominasi Orang Dewasa

Kekerasan Seksual Dominasi Kasus di Sekolah, Pelaku Didominasi Orang Dewasa

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 14:31 WIB

Bebas Bersyarat Bechi Janggal! Komnas Perempuan: Buka Data dan Prosedurnya ke Publik

Bebas Bersyarat Bechi Janggal! Komnas Perempuan: Buka Data dan Prosedurnya ke Publik

News | Jum'at, 25 September 2026 | 09:56 WIB

Yusril Akui Belum Tahu Bechi Bebas Bersyarat, Bakal Koordinasi dengan Kementerian Imipas

Yusril Akui Belum Tahu Bechi Bebas Bersyarat, Bakal Koordinasi dengan Kementerian Imipas

News | Rabu, 23 September 2026 | 13:52 WIB

Pengasuh Pesantren di Pati Jadi Tersangka Kekerasan Seksual Anak

Pengasuh Pesantren di Pati Jadi Tersangka Kekerasan Seksual Anak

News | Jum'at, 11 September 2026 | 20:39 WIB

Kronologi Santriwati Diduga Dicabuli Pimpinan Ponpes di Bogor

Kronologi Santriwati Diduga Dicabuli Pimpinan Ponpes di Bogor

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 11:48 WIB

Diajak Belajar Kitab Kuning, Santriwati Diduga Jadi Korban Perbuatan Cabul

Diajak Belajar Kitab Kuning, Santriwati Diduga Jadi Korban Perbuatan Cabul

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 11:40 WIB

Perempuan Ini 'Hadiahkan' Suaminya Seorang Santriwati Berusia 19 Tahun Jadi Istri ke-2

Perempuan Ini 'Hadiahkan' Suaminya Seorang Santriwati Berusia 19 Tahun Jadi Istri ke-2

Entertainment | Selasa, 09 Juni 2026 | 18:55 WIB

Kasus Santriwati Hamil Tanpa Hubungan Intim, Kiai Pekalongan Ditangkap

Kasus Santriwati Hamil Tanpa Hubungan Intim, Kiai Pekalongan Ditangkap

Video | Selasa, 02 Juni 2026 | 09:49 WIB

Terkini

Harga Pangan Awal November: Cabai dan Daging Ayam Kompak Turun, Beras Naik

Harga Pangan Awal November: Cabai dan Daging Ayam Kompak Turun, Beras Naik

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 12:02 WIB

Review Buku The Hate U Give: Suara Saksi Seseorang yang Tak Mau Diam

Review Buku The Hate U Give: Suara Saksi Seseorang yang Tak Mau Diam

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 12:00 WIB

7 Bedak Lokal untuk 50 Tahun ke Atas, Bantu Samarkan Kerutan dan Garis Halus

7 Bedak Lokal untuk 50 Tahun ke Atas, Bantu Samarkan Kerutan dan Garis Halus

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 11:52 WIB

Anime Our Last Crusade Season 3 Resmi Diumumkan, Tujuh Seiyuu Utama Kembali

Anime Our Last Crusade Season 3 Resmi Diumumkan, Tujuh Seiyuu Utama Kembali

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 11:30 WIB

O!Save Punya Siapa? Ini Pemilik Toko Retail Banjir Diskon yang Jadi Sorotan

O!Save Punya Siapa? Ini Pemilik Toko Retail Banjir Diskon yang Jadi Sorotan

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 11:24 WIB

Kronologi RANS Carnival Diboikot, Aksi 'Warga Jaga Warga' Selamatkan UMKM

Kronologi RANS Carnival Diboikot, Aksi 'Warga Jaga Warga' Selamatkan UMKM

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 11:22 WIB

Syarat Mengurus KTP Hilang 2026, Cek Dokumen dan Cara Menggantinya Gratis

Syarat Mengurus KTP Hilang 2026, Cek Dokumen dan Cara Menggantinya Gratis

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 11:22 WIB

Bela Dandhy Laksono, Menteri HAM: Seseorang Tak Boleh Dihukum karena Daya Cipta dan Karsanya

Bela Dandhy Laksono, Menteri HAM: Seseorang Tak Boleh Dihukum karena Daya Cipta dan Karsanya

News | Minggu, 01 November 2026 | 11:03 WIB

Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi

Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi

News | Minggu, 01 November 2026 | 11:03 WIB

Tren Soft Life dan Isu Mental Health: Bisakah Hidup Tenang Tanpa Harus Kaya?

Tren Soft Life dan Isu Mental Health: Bisakah Hidup Tenang Tanpa Harus Kaya?

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 11:00 WIB

×