Melihat Tradisi Perang Obor di Jepara

Selasa, 10 Juni 2025 | 07:37 WIB
  • Peserta menggunakan obor untuk menyerang lawan saat tradisi perang obor di Desa Tegalsambi, Tahunan, Jepara, Jawa Tengah, Senin (9/6/2025). [ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho/rwa]
    Peserta menggunakan obor untuk menyerang lawan saat tradisi perang obor di Desa Tegalsambi, Tahunan, Jepara, Jawa Tengah, Senin (9/6/2025). [ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho/rwa]
  • Peserta saling serang menggunakan obor saat tradisi perang obor di Desa Tegalsambi, Tahunan, Jepara, Jawa Tengah, Senin (9/6/2025). [ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho/rwa]
    Peserta saling serang menggunakan obor saat tradisi perang obor di Desa Tegalsambi, Tahunan, Jepara, Jawa Tengah, Senin (9/6/2025). [ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho/rwa]
  • Peserta menggunakan obor untuk menyerang lawan saat tradisi perang obor di Desa Tegalsambi, Tahunan, Jepara, Jawa Tengah, Senin (9/6/2025). [ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho/rwa]
    Peserta menggunakan obor untuk menyerang lawan saat tradisi perang obor di Desa Tegalsambi, Tahunan, Jepara, Jawa Tengah, Senin (9/6/2025). [ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho/rwa]
  • Peserta menggunakan obor untuk menyerang lawan saat tradisi perang obor di Desa Tegalsambi, Tahunan, Jepara, Jawa Tengah, Senin (9/6/2025). [ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho/rwa]
  • Peserta saling serang menggunakan obor saat tradisi perang obor di Desa Tegalsambi, Tahunan, Jepara, Jawa Tengah, Senin (9/6/2025). [ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho/rwa]
  • Peserta menggunakan obor untuk menyerang lawan saat tradisi perang obor di Desa Tegalsambi, Tahunan, Jepara, Jawa Tengah, Senin (9/6/2025). [ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho/rwa]

Suara.com - Peserta menggunakan obor untuk menyerang lawan saat tradisi perang obor di Desa Tegalsambi, Tahunan, Jepara, Jawa Tengah, Senin (9/6/2025).

Tradisi tahunan perang obor yang diikuti sebanyak 40 orang peserta itu merupakan puncak sedekah bumi desa setempat.

Dalam pelaksanaan tradisi ini, 40 orang peserta akan menggunakan obor yang terbuat dari pelepah kelapa kering dan saling menyerang satu sama lain. Meskipun terlihat berbahaya, namun tradisi ini telah dilakukan secara turun-temurun.

Tradisi ini dilaksanakan sebagai wujud syukur masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rezeki melimpah, kesehatan serta keselamatan.

Menurut Kepala Desa Tegalsambi, tradisi ini telah menjadi bagian dari budaya desa selama puluhan tahun dan terus dilestarikan hingga saat ini.
[ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI