Cara Alami Melawan Depresi

Esti Utami

Rabu, 26 Maret 2014 | 13:10 WIB
Cara Alami Melawan Depresi
Meditasi adalah salah satu cara alami melawan depresi (Foto: shutterstock)

Suara.com - Kehidupan kota yang keras membuat orang yang tinggal di dalamnya rentan mengalami depresi. Tekanan datang dari berbagai penjuru, seperti masalah keluarga, pekerjaan bahkan kemacetan yang harus dihadapi sehari-hari bisa membuat seseorang merasa begitu tertekan.

Banyak orang yang kemudian memilih obat anti-depresi untuk mengatasi apa yang dialami. Tapi sering obat tak menyembuhkan, malah membuat seseorang menjadi tergantung padanya.  Dan sebenarnya ada cara alami yang lebih aman, dan tak kalah efektif melawan depresi.

Berikut sejumlah cara alami untuk melawan depresi seperti disarankan Dr. Murali Doraiswamy, MD, dari Duke University, di Durham, Amerika Serikat.

Berolah-raga.
Dr. Doraiswamy menyebut olah raga tiga kali seminggu selama 20 hingga 30 menit efektif mengusir depresi. Menurutnya olah raga mendongkrak produksi norepinephrine dan serotonin yang bertanggung jawab atas mood seseorang. Saat bergerak aktif, tubuh juga memproduksi endorphin yang menyebabkan seseorang lebih bersemangat. Itu sebabnya olahraga bisa meredakan stress.

Terapi cahaya.
Terapi cahaya biasa dilakukan di negeri empat musim untuk mengatasi depresi saat musim dingin. Terapi cahaya memang tak secara langsung mengobati depresi, tapi cukup efektif meredakan gejala depresi. Terapi cahaya dilakukan dengan menempatkan seseorang di dalam ruangan yang diatur sedemikian rupa sehingga menyerupai kondisi ruang luar.

Menulis buku harian.
Dr. Doraiswamy menjelaskan menulis buku harian akan membuat seseorang mengingat hal-hal yang menggembirakan ketimbang yang membuatnya tertekan. Ini akan membuatnya berpikir lebih positif. "Anda tak perlu menulis setiap hari, seminggu sekali sudah akan membantu. Dan jika itu sudah berjalan, maka akan seseorang akan makin sering menulis," ujarnya.

Terapi Akupuntur.
Bagi sebagian kalangan terapi tusuk jarum atau akupuntur mampu membantu seseorang melawan depresi. Tapi masih banyak ahli yang meragukan efektifitasnya.

Berbagi dengan kelompok.
Dengan berbagi, Anda bisa mengharapkan dukungan ataupun sekedar masukan dari mereka yang pernah menghadapi masalah yang sama. Tapi Dr. Doraiswamy mengingatkan, terapi kelompok ini akan lebih efektif jika kelompok tersebut memiliki minat yang sama, seperti membaca atau yoga misalnya.

Terapi perilaku kognitif.
Dr Doraiswamy menyebut terapi perilaku kognitif (CBT) sebagai "pendidikan canggih" untuk orang-orang depresi.  Terapi ini didasarkan pada fakta bahwa pikiran memicu perasaan. Menyadari pemikirannya sendiri dan mempelajari pola destruktif, ujarnya, dapat mengubah cara kerja otak dan reaksi seseorang menghadapi situasi tertentu. CBT yang berlangsung selama 10 sampai 20 sesi, terbukti sama efektifnya dengan obat anti depresi

Mengonsumsi minyak ikan.
Minyak ikan banyak mengandung omega-3, yang bagus untuk meredakan depresi. Minyak ikan biasanya dibuat dari salmon, tuna, dan hering.

Meditasi.
Meditasi secara teratur akan membuat pikiran lebih tenang, sehingga kemungkinan seseorang mengalami depresi makin kecil. Jadi, setiap hari sebelum memulai dan mengakhiri hari Anda siapkan waktu luang untuk meditasi. Agar lebih 'terarah' Anda bisa bergabung dengan kelompok yoga. (Sumber: health.com)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Depresi Sejak Usia Muda ke Panggung Piala Dunia 2026: Kisah Kelam Striker Brasil Igor Thiago

Depresi Sejak Usia Muda ke Panggung Piala Dunia 2026: Kisah Kelam Striker Brasil Igor Thiago

Bola | Sabtu, 13 Juni 2026 | 00:14 WIB

Meromantisasi Sabar Tanpa Batas Adalah Cara Halus Membuat Ibu Depresi

Meromantisasi Sabar Tanpa Batas Adalah Cara Halus Membuat Ibu Depresi

Your Say | Minggu, 31 Mei 2026 | 13:10 WIB

Self-Love dan Depresi dalam Novel 'Matahari Pun Terluka'

Self-Love dan Depresi dalam Novel 'Matahari Pun Terluka'

Your Say | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:45 WIB

Dari Novel ke Layar Lebar, Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati Bawa Pesan Penting soal Kesehatan Mental

Dari Novel ke Layar Lebar, Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati Bawa Pesan Penting soal Kesehatan Mental

Your Say | Senin, 25 Mei 2026 | 16:52 WIB

Ketika Luka Batin Dibahas dengan Hangat dalam Loving the Wounded Soul

Ketika Luka Batin Dibahas dengan Hangat dalam Loving the Wounded Soul

Your Say | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:45 WIB

Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental

Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 12:13 WIB

Melongok ke Dalam Gelapnya Depresi Lewat No Longer Human karya Osamu Dazai

Melongok ke Dalam Gelapnya Depresi Lewat No Longer Human karya Osamu Dazai

Your Say | Kamis, 14 Mei 2026 | 14:45 WIB

Hampir 1 dari 10 Anak Indonesia Alami Masalah Kesehatan Mental, Apa Penyebabnya?

Hampir 1 dari 10 Anak Indonesia Alami Masalah Kesehatan Mental, Apa Penyebabnya?

News | Kamis, 12 Maret 2026 | 21:31 WIB

Apa Itu Major Depressive Disorder? Gangguan Metal yang Diidap Reza Arap

Apa Itu Major Depressive Disorder? Gangguan Metal yang Diidap Reza Arap

Entertainment | Rabu, 11 Maret 2026 | 18:00 WIB

Aneh tapi Nyata! Tren di Jepang, Meditasi di Dalam Peti Mati Demi Kesehatan Mental

Aneh tapi Nyata! Tren di Jepang, Meditasi di Dalam Peti Mati Demi Kesehatan Mental

News | Senin, 09 Maret 2026 | 21:51 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:32 WIB

Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance

Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 19:00 WIB

Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum

Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum

Health | Minggu, 14 Juni 2026 | 19:05 WIB

Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis  Redakan Wasir dengan Cara Alami

Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis Redakan Wasir dengan Cara Alami

Health | Minggu, 14 Juni 2026 | 15:55 WIB

Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun

Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun

Health | Sabtu, 13 Juni 2026 | 20:18 WIB