Bahaya Terlalu Sering Mengenakan "Skinny Jeans"

Esti Utami | Suara.com

Senin, 11 Agustus 2014 | 18:05 WIB
Bahaya Terlalu Sering Mengenakan "Skinny Jeans"
Ilustrasi (shutterstock)

Suara.com - Peringatan ini untuk mereka yang suka dengan celana ketat atau skinny jeans yang saat ini sedang ngetren. Celana yang terlalu ketat bisa memicu berbagai gangguan kesehatan.

Menurut para ahli medis, masalah yang disebabkan skinny jeans seperti testis terjepit, gangguan di kandung kemih dan bahkan infeksi di saluran kandung kemih.

Untuk itu para ahli menyarankan orang-orang untuk tak terlalu sering mengenakan celana ketat atau bahkan sama sekali meninggalkan celana ketat demi kesehatan Anda. Mengenakan skinny jeans memang membuat Anda tampil bergaya, namun sering mengenakannya adalah bencana.

Berikut sejumlah gangguan kesehatan yang bisa ditimbulkan akibat skinny jeans.  Salah satunya adalah infeksi jamur candida yang bisa menyebabkan nyeri atau gatal-gatal pada vagina dan ini akhirnya akan menyebabkan nyeri ketika buang air kecil atau saat berhubungan seks. Candida biasanya tumbuh di bagian lembab tubuh Anda seperti mulut, saluran pencernaan dan vagina. Celana yang terlalu ketat membuat bagian tubuh ini menjadi lembab dan memicu pertumbuhan candida.  Salah satu alasan utama untuk infeksi ini adalah bahan yang bersifat menahan panas dan kelembaban yang mungkin membuat infeksi jamur menyebar.

Dampak lainnya adalah folikulitis. Kondisi ini ditandai dengan kemerahan dan rasa gatal di kaki. Biasanya ini disebabkan gesekan kulit dengan jeans yang dapat menyebabkan infeksi kulit folikulitis. Infeksi folikulitis terjadi ketika bakteri atau jamur menyusup kulit melalui folikel rambut dan pada gilirannya menyebabkan radang.

Pada mereka yang sangat sensitif, terlalu sering mengenakan skinny jeans dapat memicu timbulnya jerawat di paha bagian dalam. Ini karena skinny jeans mengakibatkan bagian paha banyak berkeringat, kemudian memblokir pori-pori pada kulit sehingga kulit sulit bernapas. Buntutnya timbul benjolan atau ruam panas, yang berakhir dengan timbulnya jerawat.

Umumnya paha jerawat terjadi pada skrotum. Mengenakan jin yang terlalu ketat dapat menyebabkan iritasi pada rambut di daerah pantat yang menghasilkan jerawat di punggung Anda. Ketidakseimbangan hormon juga membuat kelenjar minyak lebih hiperaktif yang pada gilirannya menyebabkan kelebihan produksi sebum. (boldsky.com)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bahaya Mengancam di Balik Mandi Laut

Bahaya Mengancam di Balik Mandi Laut

Health | Sabtu, 09 Agustus 2014 | 11:52 WIB

Bahaya Mengintip dari Minuman Ringan

Bahaya Mengintip dari Minuman Ringan

Health | Kamis, 07 Agustus 2014 | 16:04 WIB

Merasa Stamina Tidak Oke? Kenali Penyebabnya

Merasa Stamina Tidak Oke? Kenali Penyebabnya

Health | Rabu, 06 Agustus 2014 | 14:55 WIB

Segera Dibuka, Bar Anggur Untuk Penderita Penyakit Kronis

Segera Dibuka, Bar Anggur Untuk Penderita Penyakit Kronis

Lifestyle | Senin, 04 Agustus 2014 | 11:50 WIB

Kebiasaan Buruk yang Bikin Perut Gendut

Kebiasaan Buruk yang Bikin Perut Gendut

Health | Jum'at, 01 Agustus 2014 | 17:45 WIB

Menyembuhkan Flu Tanpa Obat

Menyembuhkan Flu Tanpa Obat

Health | Kamis, 31 Juli 2014 | 12:59 WIB

Terkini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 17:14 WIB

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 16:49 WIB

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 15:52 WIB

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 11:54 WIB

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 09:18 WIB

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Health | Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:38 WIB