Mengapa Nyamuk Lebih Mengincar Anda Ketimbang Orang Lain?

Liberty Jemadu | Suara.com

Selasa, 07 Oktober 2014 | 06:03 WIB
Mengapa Nyamuk Lebih Mengincar Anda Ketimbang Orang Lain?
Ilustrasi nyamuk (Shutterstock).

Suara.com - Nyamuk memang hanya mengincar orang-orang tertentu saja. Itu fakta dan sudah dibuktikan oleh penelitian, demikian dikatakan Jonathan Day, pakar entomology dan nyamuk di University of Florida, Amerika Serikat.

Menurut dia ada beberapa faktor yang membuat nyamuk sangat mengincar orang-orang tertentu. Pertama, karena kulit orang-orang itu memproduksi lebih banyak zat kimia dibanding orang lain.

"Beberapa zat kimia, seperti asam laktat, memang mengundang nyamuk. Selain itu, ada penelitian yang menunjukkan bahwa tipe darah O lebih disukai nyamuk ketimbang darah golongan A dan B," jelas Day.

Yang kedua sekaligus yang paling berpengaruh, kata Day, adalah tingkat metabolisme tubuh atau jumlah karbon dioksida yang dilepas tubuh Anda ke udara.

Nyamuk menggunakan CO2 untuk sebagai alat utama untuk mendeteksi korban.

"Mengapa? Karena sebuah hewan bertulang belakang memproduksi karbon dioksida, jadi cara apa lagi yang lebih baik dari CO2 untuk menentukan calon korban?" ujar Day.

Day mengatakan bahwa perempuan hamil dan penderita obesitas cenderung punya tingkat metabolisme lebih tinggi dan karenanya lebih menarik bagi nyamuk. Demikian juga orang yang sedang mengonsumsi alkohol, karena minuman itu bisa meningkatkan metabolisme tubuh.

Nyamuk juga menggunakan beberapa cara untuk mengidentifikasi manusia, karena CO2 juga dihasilkan oleh pohon dan kendaraan. Untungnya cara-cara sekunder itu bisa dikendalikan oleh manusia.

Nyamuk biasanya mengincar orang yang mengenakan pakaian bewarna gelap. Mengapa?

"Nyamuk sukar terbang di lingkungan berangin, bahkan jika anginnya sangat pelan. Karenanya serangga itu akan terbang dekat dengan tanah," beber Day.

Terbang rendah, nyamuk mencari mangsa dengan membandingkan bayangan Anda dengan langit. Warna gelap akan terlihat oleh nyamuk, sementara warna terang akan saru dengan warna langit.

"Pada saat yang sama, jika Anda bergerak maka nyamuk akan lebih mudah membedakan Anda dari lingkungan di sekitar," kata Day.

Fakta lain soal nyamuk adalah binatang itu biasanya makan pada pagi dan sore hari, ketika angin sedang tidak berembus dan tingkat kelembaban naik.

"Nyamuk tidak bisa terbang dalam lebih cepat dari 1 km per jam," ujar Day.

Karenanya, anjur Day, untuk menghindari nyamuk sebaiknya gunakan baju berwarna cerah. Selain itu, hindari berada di luar rumah pada pagi dan sore hari. Kipas angin kecil, yang langsung di arahkan ke badan Anda, juga bisa mengusir nyamuk. (Time.com)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Brasil Perangi Demam Berdarah dengan Nyamuk Rekayasa Genetika

Brasil Perangi Demam Berdarah dengan Nyamuk Rekayasa Genetika

Tekno | Kamis, 24 Juli 2014 | 20:16 WIB

Lima Alasan Nyamuk Senang Menggigit Manusia

Lima Alasan Nyamuk Senang Menggigit Manusia

Health | Jum'at, 11 Juli 2014 | 19:20 WIB

Puluhan Orang Terjangkit Cikungunya

Puluhan Orang Terjangkit Cikungunya

News | Rabu, 30 April 2014 | 18:43 WIB

Terkini

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 21:10 WIB

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 18:54 WIB

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 14:42 WIB

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 12:31 WIB

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Health | Kamis, 16 April 2026 | 16:45 WIB

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB