Timbunan Lemak Dalam Tubuh Ada Manfaatnya?

Ririn Indriani, Firsta Nodia

Selasa, 06 Januari 2015 | 20:00 WIB
Timbunan Lemak Dalam Tubuh Ada Manfaatnya?
Ilustrasi lemak pada pinggang. (Ilustrasi)

Suara.com - Lemak seringkali disudutkan karena berisiko menyebabkan kenaikan berat badan dan memicu timbulnya kolesterol. Namun, sebuah penelitian baru-baru ini justru mengungkap kelebihan orang yang menimbun lemak di tubuhnya.

Penelitian yang dilakukan oleh UC San Diego School of Medicine membuat penemuan yang mengejutkan, bahwa sel-sel lemak di bawah kulit justru membantu tubuh dalam melawan infeksi bakteri.

Profesor Richard Gallo, sang peneliti menemukan peran yang sebelumnya belum banyak diketahui dari sel-sel lemak yang dikenal sebagai adiposit.

Menurut dia, sel lemak menghasilkan molekul yang disebut antimicrobial peptides (AMP) yang berperan menangkis bakteri dan patogen penyebab penyakit.

Adapun penelitian sebelumnya yang terkait, baru menemukan peran sel darah putih yang mengandung neutrofil dan makrofag, dalam melindungi sel kulit yang rusak dari bakteri.

"Temuan kami menunjukkan bahwa sel-sel induk lemak bertanggung jawab untuk melindungi tubuh kita. Selama ini kita belum tahu bahwa adiposit (sel lemak) dapat menghasilkan antimikroba, apalagi mereka bisa membuatnya sebanyak neutrofil (sel darah putih)," ungkap Profesor Gallo.

Pertahanan tubuh manusia terhadap infeksi bakteri pun sangat komplek sehingga melibatkan berbagai jenis sel. Saat patogen atau bakteri terdeteksi, maka neutrofil akan membidik untuk diserang. Namun, sel darah putih yang menghasilkan neutrofil masih kalah cepat menyebar di area terinfeksi ketimbang mikroba.

Untuk mendapatkan temuan ini, Prof Gallo melakukan uji coba terhadap tikus. Bakteri S. Aureus (Staphylococcus Aureaus) sengaja dimasukkan dalam kotak dimana tikus berada.

S. aureus merupakan bakteri umum dan penyebab utama infeksi kulit dan jaringan lunak pada manusia. Prof Gallo ingin melihat apakah sel lemak di bawah kulit dapat berperan mencegah infeksi bakteri ini.

Dalam beberapa jam, peneliti mendeteksi adanya peningkatan besar dalam jumlah dan ukuran sel-sel lemak pada tikus yang terkena infeksi S. aureus. Tak hanya itu, sel-sel ini menghasilkan cathelicidin AMP (CAMP) yang merupakan baris pertahanan pertama yang langsung membunuh bakteri, virus, jamur dan patogen lainnya.

Selain itu, tikus yang kekurangan sel-sel lemak di bawah kulit lebih sering mengalami infeksi parah.

Namun, temuan ini tidak berarti bahwa menimbun terlalu banyak lemak dalam tubuh akan membawa perlindungan yang lebih baik terhadap infeksi.

Bahkan, obesitas atau resistensi insulin dapat mengakibatkan sel-sel lemak tidak berperan sebagaimana mestinya dan justru dapat menurunkan pertahanan seseorang terhadap infeksi.

Temuan ini bisa menjelaskan hasil penelitian sebelumnya yang menemukan bahwa orang obesitas mungkin berada pada risiko yang lebih tinggi untuk infeksi kulit.

"Pada manusia, temuan ini bisa menjadi semakin jelas bahwa kehadiran AMP bisa menjadi pedang bermata dua, khususnya untuk CAMP. Jika CAMP terlalu sedikit maka orang akan lebih mudah terinfeksi penyakit, tapi jika terlalu berlebihan juga bisa memicu penyakit autoimun," tutup Gallo. (Daily Mail)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Asap Picu ISPA, Ruang Rawat RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh Penuh

Asap Picu ISPA, Ruang Rawat RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh Penuh

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 14:17 WIB

Kabut Asap Karhutla Picu Ribuan Kasus ISPA di Palembang

Kabut Asap Karhutla Picu Ribuan Kasus ISPA di Palembang

Foto | Rabu, 14 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Kabut Asap Karhutla Picu 52.483 Kasus ISPA di Sumsel

Kabut Asap Karhutla Picu 52.483 Kasus ISPA di Sumsel

Foto | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Wabah Pes Rusia Bikin Was-was, Pakar Kesehatan Ingatkan Munculnya Bakteri yang Kebal Antibiotik

Wabah Pes Rusia Bikin Was-was, Pakar Kesehatan Ingatkan Munculnya Bakteri yang Kebal Antibiotik

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 18:43 WIB

Apa Itu Bakteri Yersinia Pestis? Diduga Bocor di Lab RUsia, Sumber dari Wabah Black Death

Apa Itu Bakteri Yersinia Pestis? Diduga Bocor di Lab RUsia, Sumber dari Wabah Black Death

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 11:30 WIB

Kematian Misterius Teknisi Lab Rusia Picu Alarm Wabah Black Death Sesi 2, WHO Buka Suara

Kematian Misterius Teknisi Lab Rusia Picu Alarm Wabah Black Death Sesi 2, WHO Buka Suara

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 11:19 WIB

Hasil CKG Jakarta: Lemak Darah Tak Normal Ditemukan pada 67 Persen Peserta Berisiko

Hasil CKG Jakarta: Lemak Darah Tak Normal Ditemukan pada 67 Persen Peserta Berisiko

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 14:29 WIB

Model Prasmanan MBG Tak Otomatis Aman, Pakar Ingatkan Risiko Perkembangbiakan Bakteri

Model Prasmanan MBG Tak Otomatis Aman, Pakar Ingatkan Risiko Perkembangbiakan Bakteri

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 14:03 WIB

Kasus ISPA di Jakarta Naik 15,7 Persen, Epidemiolog: Bukan Berarti Influenza A Melonjak

Kasus ISPA di Jakarta Naik 15,7 Persen, Epidemiolog: Bukan Berarti Influenza A Melonjak

News | Rabu, 23 September 2026 | 19:40 WIB

Karhutla Picu 151 Ribu Kasus ISPA, Kemenkes Kerahkan 1.898 Tenaga Kesehatan

Karhutla Picu 151 Ribu Kasus ISPA, Kemenkes Kerahkan 1.898 Tenaga Kesehatan

News | Senin, 21 September 2026 | 15:32 WIB

Terkini

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

News | Senin, 02 November 2026 | 01:02 WIB

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:11 WIB

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:09 WIB

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:45 WIB

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:42 WIB

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Sport | Minggu, 01 November 2026 | 23:37 WIB

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:29 WIB

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:00 WIB

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Lampung | Minggu, 01 November 2026 | 22:48 WIB

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Jabar | Minggu, 01 November 2026 | 22:44 WIB

×