Ini Cara Turunkan Risiko Radiasi Saat Radioterapi

Ririn Indriani, Firsta Nodia

Jum'at, 22 Mei 2015 | 14:39 WIB
Ini Cara Turunkan Risiko Radiasi Saat Radioterapi
Ilustrasi radioterapi. (Shutterstock)

Suara.com - Sarah Cornes (55) adalah seorang perempuan karir yang bekerja di sebuah firma hukum. Ia memiliki suami dengan satu orang anak perempuan di pernikahan sebelumnya.

Sama seperti perempuan kebanyakan, Sarah memiliki hidup yang bahagia. Namun, September lalu ia harus menerima kenyataan bahwa dirinya harus berbaring di rumah sakit karena benjolan pada payudaranya.

Setelah melalui tahapan USG dan biopsi di sebuah klinik payudara pribadi, Sarah didiagnosis mengidap kanker payudara yang ganas. Oleh dokter, ia disarankan untuk segera mengambil tindakan seperti operasi, kemoterapi, atau radioterapi.

Sayangnya, kebanyakan masyarakat belum tahu bahwa radioterapi atau cara penyembuhan kanker sejenis memiliki efek samping yang cukup meresahkan, yaitu meningkatkan risiko serangan jantung.

Radiasi yang diberikan saat terapi dapat menyebabkan jaringan dan arteri menjadi menebal dan meradang, yang lama kelamaan bisa menghalangi aliran darah ke jantung.

Salah satu studi yang dilakukan kepada lebih dari 2.000 perempuan, pada Maret 2013, menemukan adanya peningkatan penyakit jantung koroner pada perempuan yang telah melakukan pengobatan terapi radiasi. Ini membuktikan efek samping pengobatan kanker payudara yang ternyata cukup berbahaya.

Bila dideskripsikan secara singkat, paparan radiasi itu menggunakan satuan yang disebut 'Grays'. Para peneliti menemukan tingkat serangan jantung koroner  meningkat sebesar 7,4 persen, untuk setiap Gray radiasi yang diberikan. Perlu diketahui juga, dosis rata-rata tiap sekali terapi kanker adalah 4,9 Grays.

Terbayang 'kan bagaimana risiko yang harus diterima oleh pasien kanker yang menjalani radioterapi? Belum lagi jika perempuan tersebut mengalami kanker pada payudara kirinya (dekat jantung) dan perokok aktif.

Fakta tersebut membuat perempuan khawatir, setelah merasakan penderitaan akibat kanker yang bersarang pada payudaranya, selanjutnya harus menderita penyakit jantung yang juga berbahaya.

Oleh karena itu, Sarah ditawari oleh dokternya untuk menggunakan teknik pengobatan yang sama, namun dengan sedikit metode yang dikembangkan. Cara ini telah di uji dan hasilnya benar-benar menjanjikan untuk menurunkan risiko penyakit jantung koroner.

Anda akan heran jika mengetahui teknik yang ditawarkan dokter. Cukup menahan napas ketika terapi dilakukan! Sederhana bukan?

"Ketika kita menghirup napas, jantung bergerak mundur dan ke bawah, jauh dari daerah payudara," papar Dr Kirby, pemimpin penelitian.

Selain itu Dr Kirby menyarankan agar mengurangi dosis radiasi tiap terapi dari 3 ke 1 Grays sehingga dapat mengurangi risiko serangan jantung setelah kanker sembuh.

Cancer Centre London tempat Sarah dirawat, adalah satu dari segelintir rumah sakit yang telah menggunakan mesin radioterapi terbaru (Elekta Versa HD), yang memungkinkan memberikan dosis radiasi yang tinggi, tapi juga dapat menurunkan efek radiasi yang mempengaruhi jantung.

"Ini adalah alat yang bekerja seperti perangkat snorkeling, membantu pasien menahan nafas sementara radiasi diberikan," papar Dr Kirby.

Dengan alat itu, pasien dapat menahan napas selama 20 detik yang dibarengi pemberian radiasi, dan dapat bernafas normal kembali saat dosis selesai diberikan. Seluruh prosesnya pun hanya memakan waktu dua menit.

Sarah Cornes pun sebenarnya tidak mengetahui bahwa pengobatan dengan radioterapi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung sampai ia memulai perawatan pertamanya.

Peran pengaturan napas pada proses pengobatan kanker payudara memang tidak bisa diremehkan. Selain untuk penderita kanker payudara, hal ini juga berguna pada penderita kanker paru-paru atau limfoma, karena keduanya memiliki persamaan yang sangat mungkin menerima radiasi ke daerah dada (jantung).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Warna-warni Ini Bantu Anda Atasi Stres

Warna-warni Ini Bantu Anda Atasi Stres

Health | Jum'at, 17 April 2015 | 20:03 WIB

Ditemukan, Terapi Gen Untuk Mengatasi Impotensi

Ditemukan, Terapi Gen Untuk Mengatasi Impotensi

Health | Rabu, 25 Maret 2015 | 19:00 WIB

Studi: Terapi dengan Video Kurangi Risiko Autis Pada Bayi

Studi: Terapi dengan Video Kurangi Risiko Autis Pada Bayi

Health | Kamis, 22 Januari 2015 | 08:02 WIB

Terapi Darah Bisa Sembuhkan Ebola?

Terapi Darah Bisa Sembuhkan Ebola?

Health | Sabtu, 27 Desember 2014 | 16:00 WIB

Terkini

Review Hair Dryer Xiaomi H101 vs H300, Mana yang Lebih Worth It?

Review Hair Dryer Xiaomi H101 vs H300, Mana yang Lebih Worth It?

Lifestyle | Minggu, 11 Oktober 2026 | 13:13 WIB

4 Essence Anti Aging untuk Samarkan Garis Halus Usia 30 Tahun ke Atas

4 Essence Anti Aging untuk Samarkan Garis Halus Usia 30 Tahun ke Atas

Lifestyle | Minggu, 11 Oktober 2026 | 13:09 WIB

Essence Toner Skintific untuk Noda Hitam yang Mana? Simak Review Pembelinya

Essence Toner Skintific untuk Noda Hitam yang Mana? Simak Review Pembelinya

Lifestyle | Minggu, 11 Oktober 2026 | 13:08 WIB

Pembalap Moto2 hingga MotoGP Ketagihan Soto Ayam

Pembalap Moto2 hingga MotoGP Ketagihan Soto Ayam

Bali | Minggu, 11 Oktober 2026 | 13:06 WIB

Peringatan Dini BMKG: Sumut hingga Aceh Siaga Banjir dan Longsor

Peringatan Dini BMKG: Sumut hingga Aceh Siaga Banjir dan Longsor

Sumut | Minggu, 11 Oktober 2026 | 13:06 WIB

Naruto Shadow Rising Diumumkan, Masashi Kishimoto Garap Manga Naruto Baru

Naruto Shadow Rising Diumumkan, Masashi Kishimoto Garap Manga Naruto Baru

Your Say | Minggu, 11 Oktober 2026 | 13:00 WIB

Moisturizer atau Sunscreen Dulu? Ini Urutan Pemakaian yang Benar di Pagi Hari

Moisturizer atau Sunscreen Dulu? Ini Urutan Pemakaian yang Benar di Pagi Hari

Lifestyle | Minggu, 11 Oktober 2026 | 12:54 WIB

Obat Herbal Racikan Abal-abal 4 Pemuda Ini Ancam Nyawa Konsumen

Obat Herbal Racikan Abal-abal 4 Pemuda Ini Ancam Nyawa Konsumen

Bekaci | Minggu, 11 Oktober 2026 | 12:52 WIB

Ketika HRD Dibayar Mahal untuk Menekan Biaya Tenaga Kerja

Ketika HRD Dibayar Mahal untuk Menekan Biaya Tenaga Kerja

Your Say | Minggu, 11 Oktober 2026 | 12:45 WIB

199 Perwira Polri Dimutasi, Kakorlantas hingga 3 Kapolda Berganti Jabatan

199 Perwira Polri Dimutasi, Kakorlantas hingga 3 Kapolda Berganti Jabatan

News | Minggu, 11 Oktober 2026 | 12:40 WIB

×