Mengenal Lebih Dekat Hypnophobia

Esti Utami Suara.Com
Sabtu, 13 Juni 2015 | 13:08 WIB
Mengenal Lebih Dekat Hypnophobia
Ilustrasi gangguan tidur. (Shutterstock)

Suara.com - Tidur adalah sebuah rahmat. Tetapi bagaimana jika suatu hari tiba-tiba tidur menjadi sesuatu yang mengerikan, di mana seseorang dihantui mimpi buruk yang ia tak bisa bangun darinya.
Ini yang dalam dunia kedokteran dikenal dengan istilah hypnophobia, atau ketakutan jatuh tertidur. Bahkan hanya memikirkan tidur sudah mampu membuatnya panik.

Hypnophobia adalah untuk takut untuk tidur. Ini adalah salah satu fobia yang paling spesifik, sensitif dan sulit dipahami. Kasus ini sangat jarang, tapi sangat mempengaruhi kesehatan fisik
dan psikologis penderitanya.

"Ini mengubah semua kehidupan saya. Saya mencoba untuk menghindari tidur dengan segala cara karena takut mati-karena serangan jantung atau kecelakaan fatal," ujar Alex, salah seorang penderita Hypnopobia.

Ia menambahkan, setelah semalaman berjuang untuk tidak jatuh tertidur, keesokan harinya ia akan merasa benar-benar tidak berdaya dan putus asa. Kelelahan fisik dan psikologis ini benar-benar menyiksa Setiap detail kecil dari kehidupan sehari-harinya.  Dan kondis seperti ini akan sulit dipahami oleh orang normal.

Alex menambahkan gangguan ini dimulai dengan cedera vermian (cedera otak yang menyebabkan hilangnya keseimbangan dan pusing) pada satu malam di bulan Agustus 2010.

"Saat itu saya sedang  makan malam dan menonton televisi, tiba-tiba saya kehilangan kesadaran selama beberapa detik. Saya jatuh dari sofa, segera setelah sadar saya segera ke rumah sakit," tambahnya.

Awalnya, dokter mengira Alex mengalami "mania" atau sesuatu yang "diciptakan." Psikiater dan dokter mendiagnosanya dengan "hipokondria dan masalah psikosomatik." Tetapi ternyata itu  adalah titik awal dari hypnophobia yang dia derita.

Ia pergi ke banyak rumah sakit umum dan swasta dan dokter untuk menjalani serangkaian tes. Saya mendapat semua jenis diagnosis, ada yang mengatakan saya menderita kanker, tumor otak lain, gangguan telinga yang membuatnya muak.

Semua diagnosa yang bertentangan itu, ujarnya, menciptakan ketakutan bahwa sesuatu bisa terjadi pada saya kapan saja. Perlu diingat bahwa proses yang sulit ini memakan waktu hampir dua tahun, di mana saya mengalami pusing permanen, vertigo dan sakit kepala parah, selain masalah tidur. Secara bertahap, ketakutannya meningkat.

"Aku mulai takut tidur dan berpikir bahwa saya menderita penyakit serius," ujarnya. (vice.com)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI