Bra dan Kanker Payudara, Masih Jadi Perdebatan Para Peneliti

Ririn Indriani

Selasa, 13 Oktober 2015 | 14:55 WIB
Bra dan Kanker Payudara, Masih Jadi Perdebatan Para Peneliti
Ilustrasi bra. (Shutterstock)

Suara.com - Hari Tanpa Bra Sedunia yang diperingati setiap 13 Oktober ini selalu menjadi trending topic di media sosial seperti Facebook dan Twitter lewat hastag #NoBraDay.

Kampanye yang awalnya diluncurkan para survivor (penyintas) dan pendukung kanker payudara di Amerika Serikat sejak 2011 ini kini telah menyebar ke berbagai negara di dunia.

Peringatan atau kampanye ini gencar dilakukan setiap tahunnya untuk meningkatkan kualitas kesehatan kaum perempuan. Lewat kampanye ini kaum Hawa diingatkan kembali untuk secara berkala melakukan deteksi dini baik melalui pemeriksaan payudara sendiri (Sadari), USG, mamografi atau MRI.

Skrining kesehatan payudara tersebut amat penting dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya kanker payudara.

Berbicara soal kesehatan payudara tentu ada kaitannya dengan gaya hidup seseorang, baik pola makan maupun aktivitas fisiknya. Namun, Anda juga perlu mengetahui bahwa penggunaan bra juga bisa mempengaruhi kesehatan payudara.

Peneliti dari University of Harvard pernah melakukan penelitian dan menemukan bila penggunaan bra terlalu ketat berpotensi kanker payudara.

"Bra ketat menghambat kerja tubuh yang biasanya membersihkan diri dan menyingkirkan sel-sel kanker dan racun seperti dioksin, benzena dan bahan kimia karsinogenik lain yang melekat pada jaringan lemak tubuh seperti payudara," katanya.

Sementara itu, menurut Medical News Today, bra  bisa merusak jaringan payudara. Prof. Rouillon yang juga melakukan penelitian penggunaan bra dan pengaruhnya bagi payudara menemukan bahwa perempuan yang tidak pernah mengenakan bra memiliki puting rata-rata 7 milimeter lebih tinggi ketimbang pengguna bra biasa.

Ia yang melakukan penelitian tersebut selama 15 tahun di Centre Hospitalier Universitaire dengan mengukur fitur payudara dari berbagai macam perempuan juga percaya bahwa bra dapat membuat payudara mengendur.

Meski demikian ada pula beberapa penelitian yang membantah bahwa pemakaian bra dapat memicu kanker. Ini terlihat dari hasil penelitian yang dipublikasikan dalam Cancer Epidemiology, Biomarkers & Prevention yang menyebutkan bahwa tak ada kaitan antara bra dan kanker.

Penelitian yang dilansir dari Healthmeup menjelaskan, bahwa tidur menggunakan bra tidak menyebabkan kanker payudara, melainkan rasa sesak dan iritasi kulit.
 
Kelenjar getah bening yang terdapat pada bagian bawah ketiak membantu mengalirkan cairan limfatik dari payudara. Cairan ini berfungsi sebagai pertahanan tubuh terhadap kanker.
 
Namun sayangnya, kawat yang terdapat dalam bra dapat mengganggu sirkulasi cairan tersebut. Hal ini dapat menyebabkan tidur Anda menjadi tidak nyaman. Oleh karena itu demi kesehatan bagi perempuan yang memakai bra saat tidur dianjurkan memilih jenis bra yang nyaman dan tanpa kawat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dosa Baru Israel, Wanita Palestina Pengidap Kanker Payudara Bertaruh Nyawa Gara-gara Ini

Dosa Baru Israel, Wanita Palestina Pengidap Kanker Payudara Bertaruh Nyawa Gara-gara Ini

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 12:06 WIB

Kanker Payudara dan Serviks Bisa Diam-Diam Berkembang, Jangan Tunggu Sampai Muncul Gejala!

Kanker Payudara dan Serviks Bisa Diam-Diam Berkembang, Jangan Tunggu Sampai Muncul Gejala!

Health | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:15 WIB

Kanker pada Perempuan Kini Bisa Ditangani Lebih Personal, Terapi Presisi Bawa Harapan Baru

Kanker pada Perempuan Kini Bisa Ditangani Lebih Personal, Terapi Presisi Bawa Harapan Baru

Health | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:01 WIB

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Menkes Budi: Cowok Perokok Red Flag, Perempuan Bakal Tanggung Risiko Kanker

Menkes Budi: Cowok Perokok Red Flag, Perempuan Bakal Tanggung Risiko Kanker

News | Rabu, 14 Januari 2026 | 08:11 WIB

Inovasi Terapi Kanker Kian Maju, Deteksi Dini dan Pengobatan Personal Jadi Kunci

Inovasi Terapi Kanker Kian Maju, Deteksi Dini dan Pengobatan Personal Jadi Kunci

Health | Selasa, 16 Desember 2025 | 14:28 WIB

Kisah Pasien Kanker Payudara Menyebar ke Tulang, Pilih Berobat Alternatif Dibanding Kemoterapi

Kisah Pasien Kanker Payudara Menyebar ke Tulang, Pilih Berobat Alternatif Dibanding Kemoterapi

Health | Senin, 10 November 2025 | 11:42 WIB

Mitos atau Fakta: Biopsi Bisa Bikin Kanker Payudara Menyebar? Ini Kata Ahli

Mitos atau Fakta: Biopsi Bisa Bikin Kanker Payudara Menyebar? Ini Kata Ahli

Health | Minggu, 02 November 2025 | 08:25 WIB

Gerakan Peduli Kanker Payudara, YKPI Ajak Perempuan Cintai Diri Lewat Hidup Sehat

Gerakan Peduli Kanker Payudara, YKPI Ajak Perempuan Cintai Diri Lewat Hidup Sehat

Health | Jum'at, 31 Oktober 2025 | 15:46 WIB

Yuk Lebih Aware: Mitos vs Fakta Kanker Payudara yang Perlu Kamu Tahu

Yuk Lebih Aware: Mitos vs Fakta Kanker Payudara yang Perlu Kamu Tahu

Your Say | Jum'at, 31 Oktober 2025 | 14:00 WIB

Terkini

Perawatan Kecantikan Bukan Sekadar Tren, Ini Pentingnya Memilih Sesuai Kebutuhan Pasien

Perawatan Kecantikan Bukan Sekadar Tren, Ini Pentingnya Memilih Sesuai Kebutuhan Pasien

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 12:57 WIB

Tak Hanya Terumbu Karang, Pengerukan Pasir Laut Bisa Ganggu Kehidupan Kerapu Sunu

Tak Hanya Terumbu Karang, Pengerukan Pasir Laut Bisa Ganggu Kehidupan Kerapu Sunu

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 12:55 WIB

Mas Bechi Bebas Bersyarat, LPSK Minta Korban Tak Ragu Lapor Jika Kembali Dapat Ancaman

Mas Bechi Bebas Bersyarat, LPSK Minta Korban Tak Ragu Lapor Jika Kembali Dapat Ancaman

News | Jum'at, 25 September 2026 | 12:54 WIB

Iran Ancam Perluas Perang ke Samudra Hindia Jika AS dan Israel Kembali Menyerang

Iran Ancam Perluas Perang ke Samudra Hindia Jika AS dan Israel Kembali Menyerang

News | Jum'at, 25 September 2026 | 12:52 WIB

Denny Indrayana Tegaskan Gugatan di MK Bukan Sekadar Ijazah Gibran: Ini Political Corruption

Denny Indrayana Tegaskan Gugatan di MK Bukan Sekadar Ijazah Gibran: Ini Political Corruption

News | Jum'at, 25 September 2026 | 12:50 WIB

AI Mulai Masuk Pabrik UKM, Data Jadi Senjata Baru Dongkrak Produktivitas

AI Mulai Masuk Pabrik UKM, Data Jadi Senjata Baru Dongkrak Produktivitas

Tekno | Jum'at, 25 September 2026 | 12:49 WIB

7 Penyebab Pakaian Tetap Bau Apek meski Sudah Pakai Pelembut Saat Dijemur

7 Penyebab Pakaian Tetap Bau Apek meski Sudah Pakai Pelembut Saat Dijemur

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 12:44 WIB

Jejak Ngeri F Alias Batak: Penggerak Pelajar Buat Rusuh, Bawa Sajam, hingga Incar Kantor Polisi

Jejak Ngeri F Alias Batak: Penggerak Pelajar Buat Rusuh, Bawa Sajam, hingga Incar Kantor Polisi

News | Jum'at, 25 September 2026 | 12:43 WIB

Lipstik Wardah Glasting Ada Berapa Shade? Cek Pilihan Warnanya untuk Wanita Indonesia

Lipstik Wardah Glasting Ada Berapa Shade? Cek Pilihan Warnanya untuk Wanita Indonesia

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 12:36 WIB

Tak Cuma Hiburan, BagaimanaSeni Bisa Jadi Jalan untuk Menggerakkan Aksi Iklim

Tak Cuma Hiburan, BagaimanaSeni Bisa Jadi Jalan untuk Menggerakkan Aksi Iklim

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 12:33 WIB

×