Awas! Toksoplasma Ternyata Bisa Sebabkan Gangguan Pendengaran

Ririn Indriani, Firsta Nodia

Selasa, 24 Januari 2017 | 17:48 WIB
Awas! Toksoplasma Ternyata Bisa Sebabkan Gangguan Pendengaran
Ilustrasi telinga. (Shutterstock)

Suara.com - Prevalensi kasus gangguan pendengaran di Indonesia tercatat sebanyak 4.6 persen atau setara dengan 9.6 juta orang. Tak hanya mempengaruhi kemampuan mendengar, gangguan ini juga dapat menyebabkan seseorang kesulitan untuk berkomunikasi.

"Dampak yang ditimbulkan akibat gangguan pendengaran cukup luas dan berat, jika tidak ditangani dengan baik maka hal ini akan mengganggu perkembangan kognitif, psikologi dan sosial," ujar dr Harim Priyono Sp.THT-KL pada temu media yang diselenggarakan Cochlear Indonesia di RSCM Kencana, Selasa (24/1/2017).

Di antara beberapa jenis gangguan pendengaran yang ada, kerusakan di bagian koklea merupakan salah satu yang belum banyak dipahami masyarakat Indonesia. Harim menjelaskan bahwa fungsi koklea atau rumah siput adalah mengirim pesan ke saraf pendengaran dan otak.

"Sehingga kalau bagian ini rusak, maka seseorang akan mengalami gangguan dengar yang tidak bisa diatasi hanya dengan alat bantu dengar biasa," tambah dia.

Kabar baiknya, gangguan pendengaran ini bisa diatasi dengan implan koklea. Pasien nantinya akan dilakukan operasi pemasangan implan koklea yang terdiri dari dua unit, yakni bagian dalam dan bagian luar telinga.

Proses operasi implan koklea sendiri bisa dilakukan di RSCM yang menggunakan alat dari Cochlear Indonesia. Waktu yang dibutuhkan untuk pengerjaan implan koklea sendiri menurut Harim hanya berlangsung 2-3 jam.

"Semakin cepat diintervensi maka peluang kembalinya fungsi pendengaran akan semakin tinggi. Untuk anak-anak dengan gangguan pendengaran koklea sebaiknya harus segera dilakukan implan koklea karena akan mempengaruhi kemampuan komunikasi hingga dewasa," tambah dia.

Dalam kesempatan yang sama, dr Tri Yuda Airlangga Sp. THT-KL dari Departemen Telinga Hidung dan Tenggorokan Bedah Kepala Leher RSCM-FKUI, menambahkan, penyebab dari gangguan pendengaran akibat kerusakan koklea antara lain infeksi virus rubella, toksoplasma dan obat-obatan selama hamil, dan bayi yang lahir dengan berat badan rendah.

"Jika anak tidak nangis setelah lahir harus diwaspadai adanya gangguan pendengaran. Sebaiknya segera dilakukan skrining gangguan pendengaran," pungkas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Hati-hati, Kebiasaan Ini Bisa Sebabkan Telinga Jadi Tuli

Hati-hati, Kebiasaan Ini Bisa Sebabkan Telinga Jadi Tuli

Health | Rabu, 11 Januari 2017 | 10:14 WIB

Tips Ini Untuk Mencegah Telinga dari Ketulian

Tips Ini Untuk Mencegah Telinga dari Ketulian

Health | Minggu, 19 Juli 2015 | 15:51 WIB

Cara Tepat Keluarkan Serangga Dalam Telinga

Cara Tepat Keluarkan Serangga Dalam Telinga

Health | Kamis, 05 Maret 2015 | 17:16 WIB

Ini Bahayanya Bila Telinga Terlalu Sering Dibersihkan

Ini Bahayanya Bila Telinga Terlalu Sering Dibersihkan

Health | Kamis, 05 Maret 2015 | 14:51 WIB

Infeksi Telinga Anak  Berisiko Tuli di Masa Tua

Infeksi Telinga Anak Berisiko Tuli di Masa Tua

Health | Selasa, 21 Oktober 2014 | 11:00 WIB

Terkini

Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis  Redakan Wasir dengan Cara Alami

Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis Redakan Wasir dengan Cara Alami

Health | Minggu, 14 Juni 2026 | 15:55 WIB

Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun

Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun

Health | Sabtu, 13 Juni 2026 | 20:18 WIB

Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya

Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya

Health | Sabtu, 13 Juni 2026 | 10:29 WIB

Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi

Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi

Health | Jum'at, 12 Juni 2026 | 12:50 WIB

Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW

Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW

Health | Jum'at, 12 Juni 2026 | 09:06 WIB

Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia

Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia

Health | Kamis, 11 Juni 2026 | 21:51 WIB

Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut

Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut

Health | Rabu, 10 Juni 2026 | 17:20 WIB

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 16:57 WIB

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 14:09 WIB

Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai

Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 11:10 WIB