Awas! Jangan Sebut Anak dengan Label 'Anak Nakal', Ini Bahayanya

Rizki Nurmansyah | Dinda Rachmawati | Suara.com

Senin, 06 Februari 2017 | 07:31 WIB
Awas! Jangan Sebut Anak dengan Label 'Anak Nakal', Ini Bahayanya
Islamic Hypnoparenting yang dijelaskan dalam sebuah seminar yang diadakan oleh Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Minggu (5/2/2017) [Suara.com/Dinda Rachmawati]

Suara.com - Setiap orangtua pastinya menginginkan anaknya menjadi pribadi yang membanggakan. Namun, sebelum itu terwujud, setiap orang tua semestinya bisa mengenali nilai-nilai penting dalam pengembangan karakter anak.

Pasalnya, tumbuh dan berkembangnya setiap anak tergantung dari pikiran bawah sadar yang mereka dapat dari lingkungannya. Terutama, tentang sugesti dan nilai-nilai yang selama ini ditanamkan oleh orangtua mereka.

Dalam hal ini, setiap orangtua berkontribusi membentuk pikiran bawah sadar anak, yang dapat berpengaruh pada kepribadian dan karakter saat mereka dewasa.

Misalnya, saat dewasa anak-anak tiba-tiba menjadi agresif di luar rumah, sering terlibat perkelahian, bahkan sampai berbuat kriminalitas.

Terkait hal ini, menurut Pakar Islamic Hypnoparenting, Eri Setiawan, biasanya karena sang anak sering dilabeli sebagai 'anak nakal' oleh orangtuanya sejak mereka kecil.

"Begitu juga dengan anak yang menganggap diri mereka bodoh. Ini biasanya dipengaruhi oleh lingkungan. Mungkin dia sering dibanding-bandingkan dengan saudaranya, dianggap bodoh sama orangtua atau guru mereka. Sugesti ini sudah tertanam dan mengakar pada mereka," ujar Eri dalam seminar yang diadakan oleh Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Minggu (5/2/2017).

Sugesti-sugesti seperti inilah, kata dia, yang masuk dan memenuhi alam bawah sadar, yang bisa sangat berbahaya bagi pembentukan akhlak anak di masa depan.

Kemampuan dalam membentuk pikiran bawah sadar anak yang dimiliki orangtua, kata Eri, seharusnya bisa dimanfaatkan dengan memasukkan sugesti-sugesti baik untuk mereka.

Misalnya, untuk anak PAUD-SMP, orangtua bisa menggunakan sugesti langsung. Yakni dengan dialog atau komunikasi penuh cinta. Biasakan untuk menggunakan kata-kata positif yang membangun pada mereka.

Selain itu, cobalah untuk lebih menghargai apa yang dilakukan anak. Dengan cara ini, anak merasa lebih dihargai dan dapat meningkatkan rasa percaya diri mereka.

"Sedangkan untuk mereka yang remaja usia SMP akhir sampai SMA, mereka sudah bisa berpikir tentang masa depan. Ganti semua kalimat dengan baik. Misalnya anak mau main game tapi belum salat. Bilang 'Semakin cepat kamu salat, kamu makin cepet main game-nya'. Ini perintah, tapi anak itu menganggapnya bukan kalimat perintah," ujarnya.

Gunakan juga bahasa tubuh yang mendukung ucapan orangtua. Tataplah matanya, sentuh bahunya atau tangannya. Hal ini menunjukkan bahwa orangtua tulus mengatakannya.

"Beri juga dia contoh dan konsisten. Mau anak salat, orangtua juga salat. Mau anak beriman, orangtua juga beriman. Jangan malu minta maaf kalau melakukan kesalahan, ini adalah hal positif yang perlu dicontohkan. Jangan merasa hina minta maaf sama anak," tutup dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Lahirkan Generasi Beriman Lewat Islamic Hypnoparenting

Lahirkan Generasi Beriman Lewat Islamic Hypnoparenting

Health | Minggu, 05 Februari 2017 | 20:00 WIB

Anak Tak Sengaja Buka Konten Porno, Ortu Harus Bagaimana?

Anak Tak Sengaja Buka Konten Porno, Ortu Harus Bagaimana?

Health | Kamis, 02 Februari 2017 | 17:19 WIB

Begini Cara Nola "B3" Ajarkan Nilai Positif pada Anak

Begini Cara Nola "B3" Ajarkan Nilai Positif pada Anak

Lifestyle | Kamis, 05 Januari 2017 | 20:30 WIB

Begini Pola Asuh Chelsea Olivia

Begini Pola Asuh Chelsea Olivia

Health | Jum'at, 23 Desember 2016 | 12:10 WIB

Memprihatinkan, 55 Persen Pelanggaran Hak Anak Dilakukan Ibu

Memprihatinkan, 55 Persen Pelanggaran Hak Anak Dilakukan Ibu

Lifestyle | Jum'at, 23 Desember 2016 | 01:15 WIB

Bayi Senang Masukkan Tangan ke Mulut? Perhatikan Hal Ini

Bayi Senang Masukkan Tangan ke Mulut? Perhatikan Hal Ini

Health | Kamis, 22 Desember 2016 | 20:10 WIB

Tren Pengasuhan Ini Bakal Populer di 2017

Tren Pengasuhan Ini Bakal Populer di 2017

Health | Selasa, 20 Desember 2016 | 09:09 WIB

Tak Cuma Cerdas dan Sehat, 3 Hal Ini Juga Bikin Anak Hebat

Tak Cuma Cerdas dan Sehat, 3 Hal Ini Juga Bikin Anak Hebat

Health | Jum'at, 16 Desember 2016 | 08:13 WIB

Terkini

Cuma 30 Menit, Ini Rahasia Bonding Berkualitas di Tengah Kesibukan Orang Tua

Cuma 30 Menit, Ini Rahasia Bonding Berkualitas di Tengah Kesibukan Orang Tua

Health | Rabu, 29 April 2026 | 23:16 WIB

Cacar Api Mengintai Diam-Diam: Kelompok Rentan Bisa Alami Komplikasi Lebih Berat

Cacar Api Mengintai Diam-Diam: Kelompok Rentan Bisa Alami Komplikasi Lebih Berat

Health | Rabu, 29 April 2026 | 19:41 WIB

Kata 'Capek' Sering Dianggap Sepele Mahasiswa, Padahal Sinyal Distress Mental?

Kata 'Capek' Sering Dianggap Sepele Mahasiswa, Padahal Sinyal Distress Mental?

Health | Rabu, 29 April 2026 | 16:41 WIB

Cara Ibu Modern Menghadirkan Kenyamanan di Rumah: Perhatian Tulus hingga Kelembutan Plenty

Cara Ibu Modern Menghadirkan Kenyamanan di Rumah: Perhatian Tulus hingga Kelembutan Plenty

Health | Rabu, 29 April 2026 | 09:45 WIB

Cemas Datang Tiba-Tiba? Ini 7 Cara Ampuh Mengatasi Anxiety dalam Hitungan Menit

Cemas Datang Tiba-Tiba? Ini 7 Cara Ampuh Mengatasi Anxiety dalam Hitungan Menit

Health | Selasa, 28 April 2026 | 15:57 WIB

Halodoc for Business: 95% Kebutuhan Medis Bisa Digital, Akses Kesehatan Karyawan Makin Mudah

Halodoc for Business: 95% Kebutuhan Medis Bisa Digital, Akses Kesehatan Karyawan Makin Mudah

Health | Senin, 27 April 2026 | 20:44 WIB

Menyeimbangkan Karier dan Anak, Daycare Berkualitas Jadi Kunci Dukungan untuk Ibu Bekerja

Menyeimbangkan Karier dan Anak, Daycare Berkualitas Jadi Kunci Dukungan untuk Ibu Bekerja

Health | Senin, 27 April 2026 | 12:52 WIB

Tidak Perlu Keluar Rumah, Pesan Obat di Apotek K-24 Kini Bisa Lewat BRImo

Tidak Perlu Keluar Rumah, Pesan Obat di Apotek K-24 Kini Bisa Lewat BRImo

Health | Senin, 27 April 2026 | 11:14 WIB

Diskon 20 Persen Medical Check-Up di RS Siloam: Tanpa Batas Maksimal untuk Nasabah BRI!

Diskon 20 Persen Medical Check-Up di RS Siloam: Tanpa Batas Maksimal untuk Nasabah BRI!

Health | Minggu, 26 April 2026 | 19:17 WIB

Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas

Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas

Health | Sabtu, 25 April 2026 | 12:21 WIB