Perempuan Lebih Rentan Idap Skoliosis daripada Lelaki

Chaerunnisa | Firsta Nodia | Suara.com

Kamis, 27 Juli 2017 | 20:44 WIB
Perempuan Lebih Rentan Idap Skoliosis daripada Lelaki
dr. Michael Triangto, Sp.KO saat menangani pasien yang mengalami skoliosis. (Foto: Dok. Pribadi)

Suara.com - Kaum perempuan harus lebih berhati-hati terhadap risiko skoliosis atau kelainan bentuk tulang belakang yang melengkung ke samping. Pasalnya, menurut dr. Phedy, SpOT-Spine dari Siloam Hospital Kebon Jeruk, skoliosis idiopatik paling rentan diidap perempuan dibandingkan laki-laki.

"Skoliosis idiopatik ini tidak diketahui penyebabnya. Tapi 90 persen kasus dialami oleh kaum hawa. Ya itu tadi penyebabnya tidak diketahui, tapi diduga karena faktor hormonal juga, sehingga perempuan lebih rentan," kata dr Phedy dalam temu media bertema Skoliosis di Siloam Hospital Kebon Jeruk, Kamis (27/7/2017).

Lebih lanjut, dia memaparkan, gangguan tulang belakang ini umumnya sering terjadi pada remaja berusia 10 hingga 18 tahun. Untuk menentukan kelainan tulang belakang ini, menurut dia, bisa dilihat dari kondisi bahu, pinggul dan pinggang yang tidak rata serta tulang belikat yang sedikit menonjol.

Skoliosis yang tidak ditangani dengan tepat bisa menyebabkan komplikasi nyeri punggung berkepanjangan, sesak napas, gangguan fungsi paru, hingga gangguan jantung.

"Kalau tulang tambah bengkok itu pasien bisa meninggal karena fungsi jantung dan paru-paru yang terganggu. Biasanya kalau sudah skoliosis berat. Selain itu dari segi penampilan juga bisa membuat orang jadi minder dan malu untuk bergaul," jelas dia.

Untuk mengatasi masalah skoliosis, dr Phedy mengatakan, ada tiga langkah yang bisa dilakukan. Pertama, observasi. Langkah ini biasanya diambil untuk mengatasi kasus skoliosis ringgan dengan sudut bengkok dibawah 30 derajat. Pasien juga biasanya diminta untuk melakukan latihan fisik agar nyeri bisa berkurang.

"Sedangkan pasien dengan skoliosis sedang seperti 30-40 derajat disarankan menggunakan korset khusus untuk mengurangi perburukan selama 23 jam setiap hari. Kalau sudah masuk ke skoliosis berat diatas 40 derajat maka harus dilakukan operasi," ungkapnya.

Tujuan utama pengobatan skoliosis sendiri, imbuh dia, untuk menghambat agar pembengkokan tidak bertambah berat sehingga fungsi organ dalam seperti jantung dan paru-paru bisa tetap bekerja dengan baik.

"Kita tujuan utama untuk menghentikan perburukan. Masalah nanti sudut bengkok jadi berkurang atau lurus kembali itu bonus. Yang utama agar tidak merusak fungsi organ dalam," tandasnya.

Dokter Phedy pun mengimbau para orangtua melakukan deteksi dini pada buah hatinya untuk melihat adanya kecenderungan skoliosis atau tidak. Pada perempuan deteksi dini sebaiknya dilakukan pada saat anak berusia 10 dan 12 tahun. Sedangkan pada laki-laki saat berusia 12 tahun yakni dengan melihat tinggi kedua bahu, pinggul, dan pinggang anak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tulang Patah Dipijat, Awas Bisa Picu Pertumbuhan Tumor!

Tulang Patah Dipijat, Awas Bisa Picu Pertumbuhan Tumor!

Health | Minggu, 23 Oktober 2016 | 10:56 WIB

Risiko Ini Mengintai Mereka yang Berlebihan Olahraga

Risiko Ini Mengintai Mereka yang Berlebihan Olahraga

Health | Senin, 29 Februari 2016 | 15:05 WIB

Olahraga Ini Cocok Bagi Penderita Osteoporosis dan Osteoarthritis

Olahraga Ini Cocok Bagi Penderita Osteoporosis dan Osteoarthritis

Health | Jum'at, 27 November 2015 | 09:24 WIB

Bisakah Skoliosis Disembuhkan?

Bisakah Skoliosis Disembuhkan?

Health | Selasa, 11 November 2014 | 10:53 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB