Duh, Pasien Cuci Darah Berisiko Tinggi Tertular Hepatitis C

Dythia Novianty, Firsta Nodia

Sabtu, 05 Agustus 2017 | 14:36 WIB
Duh, Pasien Cuci Darah Berisiko Tinggi Tertular Hepatitis C
Ilustrasi pasien menjalani terapi cuci darah atau hemodialisis. [shutterstock]

Suara.com - Pasien gagal ginjal yang harus menjalani cuci darah atau hemodialisis, memiliki risiko tinggi tertular virus hepatitis C. Menurut dr Irsan Hasan SpPD-KEGH dari FKUI RSCM, angka kejadian hepatitis C pada pasien cuci darah memang sangat tinggi.

Hal ini disebabkan risiko penularan hepatitis C mungkin terjadi melalui pemakaian mesin cuci darah yang sama sehingga saling menularkan. Bahkan, Ia menyebut 70 persen pasien di sebuah klinik cuci darah mengidap hepatitis C.

"Jadi bisa tertular dari mesin cuci darah walau disterilisasi tapi kemungkinan untuk lolos kan masih ada," ujar dia dalam seminar awam yang dihelat Prodia di Jakarta, Sabtu (5/8/2017).

Infeksi hepatitis C sendiri telah menjadi wabah global. Bahkan, virus ini menginfeksi lima kali lebih banyak dibandingkan Human Immunodeficiency Virus (HIV). WHO mencatat, sekitar 170 juta umat manusia terinfeksi virus hepatitis C dan jutaan diantaranya baru terinfeksi setiap tahunnya.

Dokter Irsan menyebut, infeksi virus ini seringkali tidak menunjukkan gejala meski infeksi telah menjangkit bertahun-tahun lamanya. Jika pengidap hepatitis C mengalami gejala, maka keluhan yang kerap dialami antara lain rasa lelah, mual, dan rasa sakit di bagian perut bawah.

"Harus dikhawatirkan dari infeksi virus hepatitis C adalah kerusakan hati yang bisa berujung sirosis dan gagal hati atau bahkan kanker hati. Vaksin untuk hepatitis C juga tidak ada sehingga pencegahan begitu penting dilakukan," tambah dia.

Virus hepatitis C sendiri paling berisiko diidap oleh pecandu narkoba, penerima transfusi darah, pemilik tato, pasien cuci darah atau bayi dari ibu yang terinfeksi.

"Kabar baiknya, hepatitis C bisa disembuhkan. Kesembuhannya pun hampir 100 persen. Meski demikian pasien yang sudah diobati tetap bisa terkena penyakit hepatitis C lagi namun pengobatan bisa dilakukan kembali," pungkas dia.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Anak Pengidap Ginjal Bisa Hidup Lebih Normal dan Kejar Cita-cita

Anak Pengidap Ginjal Bisa Hidup Lebih Normal dan Kejar Cita-cita

Health | Kamis, 03 Agustus 2017 | 06:46 WIB

Penderita Hepatitis B dan C Rentan Terserang Parkinson

Penderita Hepatitis B dan C Rentan Terserang Parkinson

Health | Jum'at, 31 Maret 2017 | 15:39 WIB

Izin Dipersulit, Pasien Hepatitis C Sulit Dapatkan Obat

Izin Dipersulit, Pasien Hepatitis C Sulit Dapatkan Obat

Health | Jum'at, 31 Maret 2017 | 07:00 WIB

Terkini

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:00 WIB

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:32 WIB