Pubertas Dini, Bisa Buat Anak Depresi?

Dythia Novianty, Dinda Rachmawati

Selasa, 08 Agustus 2017 | 09:12 WIB
Pubertas Dini, Bisa Buat Anak Depresi?
Pubertas. [Shitterstock]

Suara.com - Kita tentu sudah mengetahui bahwa pubertas adalah proses alami yang terjadi pada tubuh setiap orang. Namun sayangnya, fase satu ini sekarang cukup meresahkan dalam kehidupan banyak perempuan muda.

Sesuatu yang mulai mengkhawatirkan kini mulai terjadi. Di mana, pubertas terjadi saat anak perempuan masih 'sibuk' dengan dunia bonekanya. Atau dengan kata lain, banyak anak perempuan, khususnya di perkotaan mengalami pubertas lebih cepat.

Jika biasanya anak-anak perempuan di pedesaan baru akan menstruasi pada usia 15-16 tahun, namun anak perempuan di daerah perkotaan banyak yang mendapatkan menstruasi lebih awal, yakni antara usia 8 tahun.

Masa pubertas dini (yang juga dikenal sebagai pubertas prekoks) juga ditandai dengan tanda-tanda pubertas seperti pertumbuhan payudara, serta munculnya rambut kemaluan dan ketiak.

Pubertas dini menyebabkan banyak masalah psikologis dan ketidaknyamanan fisik bagi anak perempuan, ini dikarenakan pikiran dan tubuhnya belum cukup dewasa menghadapi perubahan.

Belum lagi, mereka harus mengalami perubahan suasana hati yang besar, gejala yang mirip PMS dan emosi remaja lainnya. Dr Vaishaki Rustagi yang berbasis di Delhi dan seorang Konsultan Associate - Endokrinologi Pediatrik di Rumah Sakit Max Super Speciality, Shalimar Bagh berbagi perhatiannya.

"Pubertas dini mengarah pada perkembangan dorongan seksual sejak dini. Hal ini bisa berbahaya karena anak perempuan tersebut belum siap secara mental. Mereka harus cukup dewasa untuk memahami dan secara konstruktif menyalurkan dorongan ini. Perkembangan seorang anak perempuan juga bisa membuat orangtua merasa tidak nyaman," ungkap dia.

Anak perempuan yang melewati masa pubertas tentu akan menarik perhatian yang tidak diinginkan dari lawan jenis. Sementara itu, betapapun fisiknya sedang berkembang, pematangan psikososialnya tetap melekat pada usia kronologisnya dan karenanya dia tidak dapat menyesuaikan diri dengan apa yang sedang terjadi.

Dia menjadi canggung secara sosial dan mulai menolak dari interaksi sosial, terkadang hal ini menyebabkan depresi. Anak perempuan yang memulai pubertas mereka lebih awal sebelum teman sebayanya biasanya juga akan merasa cukup khawatir.

baca juga

Dr Duru Shah, Direktur Gynaecworld dan Presiden Elect of the Indian Society for Assisted Reproduction (ISAR) mengatakan, mereka bisa mengalami rendah diri dan sadar akan citra tubuh mereka.

"Hal ini membuat mereka berisiko mengalami depresi. Orangtua menjadi sangat penting. Jika perlu, konseling psikologis dapat dilakukan untuk anak perempuan dan juga orangtua," kata dia.

Sebagai orang tua, kata Dr. Duru Shah, penting untuk memastikan anak Anda tidak terpapar obat hormon yang mengandung estrogen atau testosteron. Pastikan bahwa anak mengawasi kesehatan berat badannya adalah cara lain untuk mencegah pubertas dini. [Time of India]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Studi: Perempuan Mentruasi Sebelum 12 Tahun Lebih Cepat Nikah

Studi: Perempuan Mentruasi Sebelum 12 Tahun Lebih Cepat Nikah

News | Jum'at, 16 Juni 2017 | 06:00 WIB

Ini Dampaknya Bila Haid di Bawah Usia 10 Tahun

Ini Dampaknya Bila Haid di Bawah Usia 10 Tahun

Health | Jum'at, 26 Mei 2017 | 18:02 WIB

Pubertas Dini Disebabkan oleh Kurangnya Kesejahteraan?

Pubertas Dini Disebabkan oleh Kurangnya Kesejahteraan?

Health | Kamis, 25 Mei 2017 | 19:51 WIB

Terkini

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 18:38 WIB

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:06 WIB

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Health | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:15 WIB

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

×