Begini Cara Membuat Anak Merasa Bahagia

Kamis, 05 Oktober 2017 | 15:42 WIB
Begini Cara Membuat Anak Merasa Bahagia
Ada cara membuat anak bahagia dipaparkan dalam acara Nestle LACTOGROW di Jakarta, Kamis, (5/10/2017). (Suara.com/Risna)

Suara.com - Psikolog Elizabeth Santosa memaparkan, ada kaitan antara anak yang bahagia, kecerdasan sosial dan emosional yang dimiliki, serta dampak ketika mereka dewasa.

Anak-anak yang bahagia memiliki kesadaran diri, manajemen diri, kesadaran sosial, serta kemampuan sosial dan kemampuan pengambilan keputusan yang lebih baik.

Semua sifat ini dapat memengaruhi berbagai aspek di masa depan serta keberhasilan pendidikan, kesuksesan karir, dan capaian panting lainnya.

"Kebahagiaan anak antara lain dipengaruhi oleh interaksi sosial positif yang melibatkan anggota keluarga. Karenanya, panting bagi orangtua menghabiskan waktu bersama dengan anak. Dengan menghabiskan waktu bersama, orangtua juga akan semakin mengenal anak dan diri sendiri secara lebih baik," kata Elizabeth dalam acara Nestle LACTOGROW di Jakarta, Kamis (5/10/2017).

"Dengan mengetahui apa yang membuat dirinya bahagia, ayah dan ibu bisa menjadi orangtua yang bahagia, sehingga bisa menularkan kebahagiaanya kepada pasangan dan anak yang pada akhirnya mendukung anak untuk tumbuh dan berkembang dengan lebih optimal dan menjadi anak yang bahagia," sambungnya.

Tidak hanya kegiatan berkualitas yang dilakukan bersama orangtua, saluran pencemaan juga ikut berperan penting dalam mendukung kebahagiaan tumbuh kembang anak yang optimal.

Ahli gizi medik dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, DR. Dr. Saptawati Bardosono, MSc. Mengatakan, "Terdapat empat pilar kesehatan yang dibutuhkan anak untuk tumbuh dan berkembang dengan bahagia."

Sapta menjelaskan, empat pilar kesehatan tersebut adalah nutrisi lengkap dari makanan dan minuman satiap hari, menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh dengan melakukan aktivitas fisik secara rutin, aktivitas otot yang dapat merangsang emosi dan kognitif anak serta merangsang selara makan, serta tidur yang berkualitas sesuai usia.

"Anak membutuhkan waktu tidur yang lebih lama dari orang dewasa yaitu sekitar 10-12 jam. Mengatasi stress, baik di dalam ataupun di luar rumah. Perasaan tertekan (stres) dapat mengakibatkan gangguan pada pencernaan, hal ini karena terdapat komunikasi dua arah antara otak dan perut," tutup Saptawati.

Baca Juga: Jangan Biarkan Anak Bermain Pasir, Ini Risikonya!

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI