Mana yang Lebih Sehat, Tahu atau Tempe?

Ririn Indriani

Kamis, 09 November 2017 | 11:11 WIB
Mana yang Lebih Sehat, Tahu atau Tempe?
Tahu dan tempe. (Shutterstock)

Suara.com - Tahu dan tempe sudah menyatu dengan kuliner Indonesia. Kedua makanan ini dikonsumsi oleh berbagai golongan masyarakat, karena merupakan sumber protein nabati yang baik dan juga harganya yang terjangkau.

Kedua makanan olahan ini memiliki bahan baku yang sama, yakni kacang kedelai. Akan tetapi, proses produksinya menghasilkan produk akhir yang berbeda.

Lantas, apakah ada perbedaan kandungan gizi antara tahu dan tempe? Simak ulasan dari Hello Sehat.

Tahu
Produk pangan dari susu kedelai yang dipadatkan ini memiliki rasa yang lebih tawar, lembut, dan mampu menyerap cita rasa dari bumbu lain.

Tahu memiliki tekstur yang berbeda-beda, tergantung proses pembuatan dan kandungan airnya. Ada yang sangat lunak dan cukup keras.

Tempe
Tempe memiliki bau dan rasa khas kedelai yang lebih kuat dibandingkan tahu. Selain itu, tekstur kedelai akan masih terlihat dengan jelas pada tempe.

Jadi, tahu dan tempe berbeda karena proses pembuatannya. Tempe dibuat dengan cara fermentasi, bukan dipadatkan. Kacang kedelai yang sudah dimasak akan difermentasi dengan bantuan jamur Rhizopus oligosporus.

Setelah difermentasikan, kedelai tersebut baru akan ditekan ke dalam cetakan tempe.

Mana Lebih Sehat?
Tahu mengandung lebih banyak mineral yang berasal dari senyawa koagulan (yang bisa membuat sari kedelai jadi padat). Sementara itu, tempe memiliki lebih banyak kandungan vitamin yang berasal dari hasil fermentasi.

Secara kandungan gizi, tempe lebih padat nutrisi dibandingkan tahu. Tempe memiliki kalori yang lebih tinggi, dengan kandungan karbohidrat, protein, dan lemak yang lebih tinggi dibandingkan tahu.

Tempe juga memiliki serat yang jauh lebih tinggi dibandingkan tahu.

Kacang kedelai, yaitu bahan baku tahu dan tempe memiliki senyawa antinutrien, salah satunya asam fitat. Antinutrien adalah senyawa yang dapat menghambat penyerapan zat gizi tertentu dalam tubuh.

Nah, senyawa ini tidak dapat dihilangkan melalui proses koagulasi (pemadatan). Itulah mengapa tahu memiliki kandungan antinutrien yang lebih banyak dibandingkan tempe yang sudah difermentasi.

Dengan kata lain, zat gizi yang terkandung dalam tempe akan lebih efektif diserap oleh tubuh dibandingkan tahu.

Selain itu, tempe dan tahu mengandung senyawa isoflavone. Isoflavone diperkirakan memiliki berbagai manfaat kesehatan, salah satunya untuk menangkal kanker.

Tempe memiliki kandungan isoflavone yang lebih tinggi dibandingkan tahu.

Walaupun fermentasi dapat menurunkan kandungan isoflavone yang terkandung di dalam tempe, penyerapan isoflavone pada tempe umumnya masih lebih tinggi dibandingkan tahu.

Senyawa isoflavone yang terkandung pada tahu sebesar 4-67 mg/100 gram. Sementara pada tempe sebesar 103 mg/100 gram. Diperkirakan sebesar 30 sampai 50 mg konsumsi senyawa isoflavone setiap hari cukup untuk memberikan manfaat kesehatan.

Tempe memang lebih bernutrisi, tapi…
Tempe lebih padat akan zat gizi dibandingkan tahu. Proses fermentasi tempe akan menambah kandungan gizi serta menghilangkan senyawa yang menghambat penyerapan gizi.

Akan tetapi, lebih rendahnya nilai kalori dan zat gizi pada tahu berarti tahu dapat dikonsumsi dalam jumlah yang lebih banyak dibandingkan tempe untuk mencapai nilai nutrisi yang sama.

Penting dicatat, nilai gizi yang terkandung dalam tahu dan tempe masih bisa berbeda-beda juga, tergantung jenis, proses pembuatan, dan cara memasaknya.

Bila Anda memasak tempe yang kaya nutrisi dengan cara digoreng dan ditambahkan banyak garam, tetap saja makanan sehat ini akan jadi berisiko buat kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Karena itu, bukan berarti Anda hanya disarankan makan tempe saja. Bila Anda sedang mencoba menurunkan berat badan atau membatasi asupan kalori, tahu bisa jadi pilihan yang lebih baik dari tempe.

Pastikan juga Anda mengolah tahu dan tempe dengan cara yang sehat.


 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Susu Kedelai Ampuh Turunkan Berat Badan?

Susu Kedelai Ampuh Turunkan Berat Badan?

Lifestyle | Selasa, 18 Juli 2017 | 11:17 WIB

Kedelai Bisa Bikin Pasien Kanker Payudara Hidup Lebih Lama?

Kedelai Bisa Bikin Pasien Kanker Payudara Hidup Lebih Lama?

Health | Kamis, 09 Maret 2017 | 10:55 WIB

Studi Ini Bantah Kedelai Tingkatkan Risiko Kanker payudara

Studi Ini Bantah Kedelai Tingkatkan Risiko Kanker payudara

Health | Selasa, 07 Maret 2017 | 10:49 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Health | Sabtu, 04 Juli 2026 | 14:00 WIB

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 18:05 WIB

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 15:18 WIB

Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia

Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:46 WIB

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:09 WIB

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:42 WIB

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:13 WIB

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 07:35 WIB

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:10 WIB

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:54 WIB

×