Awas Risiko Saraf Kejepit Mengintai Pengendara Sepeda Motor

Vania Rossa | Firsta Nodia | Suara.com

Kamis, 01 Februari 2018 | 16:45 WIB
Awas Risiko Saraf Kejepit Mengintai Pengendara Sepeda Motor
Ilustrasi nyeri pinggang. (Shutterstock)

Suara.com - Bagi Anda pengendara sepeda motor sebaiknya berhati-hati, pasalnya aktivitas ini ternyata bisa menjadi salah satu pemicu kondisi saraf kejepit atau dalam istilah medis disebut Herniated Nucleus Pulposus (HNP).

Disampaikan dr. Sri Wahyuni, SpKFR, pakar rehabilitasi Klinik Nyeri dan Tulang Belakang, Gedung Onta Merah, Jakarta, terdapat beberapa faktor risiko terjadinya saraf kejepit antara lain merokok, olahraga berat seperti angkat besi, atau aktivitas pekerjaan tertentu yang sering mengangkat beban secara berulang.

“Dalam beberapa penelitian juga dikatakan, orang yang sering mengendarai sepeda motor memiliki risiko lebih besar untuk terjadi saraf kejepit, mencapai 2,7 kali lipat,” ujar dia di Jakarta, Kamis (1/2/2018).

Data yang ada di beberapa negara, seperti Finlandia dan Italia, menunjukan prevalensi saraf kejepit mencapai 3 persen dari populasi, prevalensi yang sama juga terjadi di Indonesia.

"Semakin tinggi usia seseorang, semakin tinggi pula kemungkinan terjadinya saraf kejepit. Kasus ini paling banyak diderita mereka dengan usia antara 30 hingga 50 tahun. Risiko terjadinya HNP akan menjadi lebih besar pada laki-laki dibandingkan perempuan dengan perbandingan dua banding satu," tambah dia.

Dalam kesempatan yang sama, dr. Mahdian Nur Nasution, SpBS, selaku pakar nyeri Klinik Nyeri dan Tulang Belakang mengatakan, saat penekanan bantalan sendi tulang belakang terjadi pada saraf motorik maka akan berdampak pada melemahnya bagian tubuh yang memiliki saraf, sementara jika penekanan bantalan sendi tulang belakang terjadi pada saraf sensori, maka pasien bisa mengalami baal atau mati rasa.

"Sementara jika nyeri yang terjadi bersifat menjalar, menandakan sudah terjadi inflamasi pada saraf, sebagai tanda sudah tidak ada lagi ruang untuk saraf, atau dengan kata lain kondisi saraf kejepit yang terjadi sudah sangat besar dan memenuhi rongga tulang belakang," tambah dr Mahdian.

Ia menambahkan, umumnya saat seorang pasien datang ke klinik dengan keluhan nyeri pingang yang menjalar hingga kaki, dokter akan melakukan pemeriksaan kemampuan gerak tulang belakang dari lumbar hingga servikal. Selain itu dokter juga akan melakukan pemeriksaan neurologis seperti kelemahan bagian tubuh tertentu, kebas atau mati rasa, dan pemeriksaan refleks.

"Magnetic Resonance Imaging (MRI) dan Computed Tomography Scan (CT-scan) merupakan modalitas diagnosis saraf kejepit yang baik untuk saat ini. Pemeriksaan lain seperti CT myelography juga dapat digunakan pada pasien," tambah dia.

Sebagai langkah pengobatan, ia menambahkan, dokter akan melakukan terapi konservatif seperti pemberian obat-obatan serta melakukan terapi fisik pada pasien, termasuk meminta pasien mengurangi faktor risiko, seperti obesitas.

"Beberapa modalitas terapi minimal invasive prosedur seperti radiofrekuensi dapat dilakukan pada pasien, jika terdapat kerusakan saraf yang bersifat progresif atau berat. Pembedahan seperti laminektomi atau bedah minimal invasive seperti Percutaneous Endoskopi Lumbar Disectomy (PELD) dan Percutaneous Laser Disc Decompression (PLDD) juga bisa dilakukan," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Cuma 45 Menit, Metode Ini Bisa Atasi Saraf Kejepit Tanpa Sakit

Cuma 45 Menit, Metode Ini Bisa Atasi Saraf Kejepit Tanpa Sakit

Health | Rabu, 13 September 2017 | 09:07 WIB

Susah Ereksi karena Saraf Kejepit, Kok Bisa?

Susah Ereksi karena Saraf Kejepit, Kok Bisa?

Health | Rabu, 12 Juli 2017 | 19:05 WIB

Nyeri Pinggang Tak Kunjung Membaik, Waspadai Saraf Kejepit

Nyeri Pinggang Tak Kunjung Membaik, Waspadai Saraf Kejepit

Health | Sabtu, 11 Maret 2017 | 07:06 WIB

Terkini

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 14:42 WIB

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 12:31 WIB

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Health | Kamis, 16 April 2026 | 16:45 WIB

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Health | Minggu, 12 April 2026 | 22:48 WIB

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 20:29 WIB