Diet 5:2 Bagus Untuk Penderita Jantung?

Vania Rossa | Suara.com

Rabu, 21 Maret 2018 | 12:09 WIB
Diet 5:2 Bagus Untuk Penderita Jantung?
Ilustrasi diet dengan gizi seimbang, pola makan sehat, panduan makan dengan gizi seimbang. (Shutterstock)

Suara.com - Diet 5:2 adalah sebuah metoda diet yang terdiri dari makan normal selama 5 hari dan 2 hari berikutnya makan dengan pembatasan kalori hingga 500-600 kalori per hari.

Sebuah studi yang dilakukan University of Surrey dan King's College London mengklaim bahwa diet 5:2 mampu membersihkan lemak dari darah lebih cepat setelah makan banyak dibandingkan diet rendah kalori yang lebih sederhana, sehingga mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.

Namun, studi di atas ternyata hanya dilakukan pada 41 orang sehingga tidak signifikan secara statistik.

Dalam penelitian tersebut, para peneliti membagi peserta yang semuanya kelebihan berat badan dengan pembagian 24 orang mengikuti diet 5:2 dan 17 orang sisanya mengikuti diet rendah kalori tradisional.

Mereka yang diet 5:2 diberi empat menu makanan yang menyediakan sekitar 25 persen dari perkiraan kebutuhan kalori mereka. Mereka memakannya selama dua hari berturut-turut, dan pada lima hari yang tersisa mereka bisa makan apa pun yang mereka inginkan tetapi disarankan untuk membuat pilihan yang sehat.

Sedangkan para responden yang mengikuti diet tradisional disarankan untuk mengkonsumsi 600 kalori lebih sedikit daripada yang biasa mereka santap, namun mereka dapat memilih apa pun yang mereka mau makan.

Para peneliti menemukan bahwa tidak ada perbedaan nyata baik jumlah berat badan yang hilang atau waktu yang dibutuhkan untuk menurunkan berat badan tersebut.

Dari 41 peserta, 27 orang mencapai target penurunan berat badan sebesar 5 persen, terdiri dari 15 orang yang melakukan diet 5:2 dan 12 orang yang melakukan diet tradisional.

Rata-rata mereka yang melakukan diet 5:2 kehilangan 5,4 persen dari berat badan mereka, dan orang yangu diet rendah kalori hanya kehilangan 5 persen.

Dibutuhkan waktu diet rata-rata 59 hari untuk mencapai target penurunan berat badan 5 persen pada mereka yang diet 5:2, sedangkan waktu yang dibutuhkan pada diet rendah kalori adalah 73 hari.

Meski begitu, hasil penelitian di atas tetaplah tidak dapat menegaskan apakah diet 5:2 benar-benar dapat bermanfaat untuk penderita penyakit jantung atau tidal. Satu-satunya hasil penelitian yang menunjang adalah kadar lemak trigliserida yang berkurang setelah makan pada orang yang melakukan diet 5:2.

Hasil lainnya, dianggap hanya memiliki perbedaan yang sangat kecil sehingga tidak dapat dianggap signifikan, demikian seperti dilansir dari The Independent.

Diet 5:2 sendiri mulai dikenal sejak awal tahun 2010, yang meski terbukti mampu menurunkan berat badan dengan cepat, namun diyakini bukan merupakan cara yang baik bagi orang untuk belajar tentang nilai gizi makanan.

Menurut ahli gizi Harley Street, Rhiannon Lambert, kepada The Independent, diet 5:2 dapat memicu orang untuk makan tidak teratur.

“Diet ini hanya mendorong penurunan berat badan, bukan kesehatan,” Lambert menjelaskan.

“Penelitian menunjukkan bahwa membatasi makanan justru akan menyebabkan perilaku makan berlebihan. Jika Anda hanya membatasi kalori selama dua hari, Anda berisiko menyantap makanan apapun pada hari-hari yang diizinkan, dan memicu pola makan yang tidak sehat," katanya.

Yang terbaik adalah fokus pada apa yang dibutuhkan tubuh Anda dalam hal nutrisi.
"Buatlah pilihan makanan yang lebih sehat, dengan begitu Anda tidak perlu menghitung berapa kalorinya," kata Lambert, penulis buku Re-Nourish: A Simple Way to Eat Well.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Alergi Telur, Makanan Ini Juga Kaya Protein

Alergi Telur, Makanan Ini Juga Kaya Protein

Health | Kamis, 15 Maret 2018 | 10:00 WIB

Lelaki Harus Tahu, Ini Tujuh Langkah Diet Agar Perut Sixpack

Lelaki Harus Tahu, Ini Tujuh Langkah Diet Agar Perut Sixpack

Health | Kamis, 08 Maret 2018 | 16:58 WIB

Negara Ini Paksa Warganya Lakukan Program Diet

Negara Ini Paksa Warganya Lakukan Program Diet

Health | Rabu, 07 Maret 2018 | 06:15 WIB

Terkini

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:30 WIB

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 13:11 WIB

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 11:27 WIB

Diskon BRI untuk Paket MCU dan Perawatan Ortopedi di Primaya Hospital, Cek di Sini

Diskon BRI untuk Paket MCU dan Perawatan Ortopedi di Primaya Hospital, Cek di Sini

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 19:56 WIB