Sering Lembur, Perempuan Berisiko Idap Diabetes

Dythia Novianty, Firsta Nodia

Senin, 09 Juli 2018 | 09:17 WIB
Sering Lembur, Perempuan Berisiko Idap Diabetes
Ilustrasi perempuan kerja lembur. (Shutterstock)

Suara.com - Tuntutan pekerjaan yang tak ada habisnya kerap membuat kaum hawa bekerja hingga larut malam. Kebiasaan lembur ini memang berpengaruh buruk bagi kesehatan, termasuk risiko mengidap diabetes.

Menariknya, risiko ini paling besar dialami oleh kaum hawa yang sering lembur dibandingkan lelaki. Temuan yang dipublikasikan dalam jurnal BMJ Diabetes Research & Care ini menganalisis 7065 pekerja di Ontario selama 12 tahun.

Para responden dikelompokkan berdasarkan jumlah jam kerja mereka. Kelompok pertama yang kerja selama 15 hingga 34 minggu, kelompok kedua 35 hingga 40 jam, kelompok ketiga 41 hingga 44 jam dan terakhir 45 jam atau lebih.

Di akhir penelitian, sekitar 10 persen responden mengidap diabetes. Setelah diamati, responden pada kelompok empat yang menjalani kerja selama 45 jam atau lebih, berisiko tinggi idap diabetes.

"Kami menemukan bahwa perempuan yang bekerja 45 jam atau lebih per minggu memiliki risiko lebih tinggi, yakni 63 persen mengidap diabetes dibandingkan dengan mereka yang bekerja antara 35 dan 40 jam per minggu," ujar Gilbert-Ouimet peneliti utama.

Peneliti mengatakan, bekerja lebih dari 40 jam seminggu dapat menyebabkan stres, yaitu perubahan dalam memproduksi hormon seperti kortisol. Hal ini dapat memicu kurang tidur, resistensi insulin, hingga kesehatan mental yang buruk.

Namun, penelitian ini bersifat observasional sehingga belum diketahui apakah jam kerja yang panjang itu sendiri menyebabkan diabetes. Alasan perbedaan gender, secara khusus belum dipahami. Satu penjelasan yang mungkin, menurut Gilbert-Ouimet, mempertimbangkan peran kaum hawa di keluarga.

"Di dalam keluarga, kita tahu perempuan cenderung memiliki peran sebagai istri dan ibu, sehingga pekerjaan di luar jam keluarga bisa menambah berat beban psikologis dan fisiknya. Hal itu dapat memiliki efek buruk pada kesehatan," katanya.

Ia berharap bahwa penelitian ini dapat menyoroti pentingnya mengenali faktor risiko yang dapat diubah seperti membatasi jam kerja yang panjang untuk mencegah diabetes. [Medical Daily]

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Duh, Menghirup Polusi Bisa Picu Diabetes

Duh, Menghirup Polusi Bisa Picu Diabetes

Health | Selasa, 03 Juli 2018 | 17:30 WIB

Wah, Daun Jambu Biji Bisa Mengobati Diabetes

Wah, Daun Jambu Biji Bisa Mengobati Diabetes

Health | Senin, 02 Juli 2018 | 13:23 WIB

Tiga Minyak Goreng Ini Paling Sehat untuk Penderita Diabetes

Tiga Minyak Goreng Ini Paling Sehat untuk Penderita Diabetes

Health | Kamis, 14 Juni 2018 | 19:15 WIB

Beras Berbahan Baku Ubi Garut Ini Cocok untuk Penderita Diabetes

Beras Berbahan Baku Ubi Garut Ini Cocok untuk Penderita Diabetes

Health | Senin, 04 Juni 2018 | 17:00 WIB

Puasa Dua Kali Seminggu Bisa Tingkatkan Risiko Diabetes?

Puasa Dua Kali Seminggu Bisa Tingkatkan Risiko Diabetes?

Health | Selasa, 22 Mei 2018 | 04:00 WIB

Gigi Mudah Tanggal, Waspadai Diabetes Melitus!

Gigi Mudah Tanggal, Waspadai Diabetes Melitus!

Health | Selasa, 20 Maret 2018 | 18:40 WIB

Terkini

Pasukan GP Ansor Siap Tindak yang Ganggu Muktamar Ke-35 NU Jombang

Pasukan GP Ansor Siap Tindak yang Ganggu Muktamar Ke-35 NU Jombang

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:50 WIB

Kudeta Niger Gagal, Pasukan Pemerintah Melumpuhkan Penyerang Pangkalan Niamey

Kudeta Niger Gagal, Pasukan Pemerintah Melumpuhkan Penyerang Pangkalan Niamey

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:02 WIB

Boni Hargens Soroti Pengangkatan Kapolri sebagai Anggota Kehormatan KSBSI: Bukan Sekadar Seremonial

Boni Hargens Soroti Pengangkatan Kapolri sebagai Anggota Kehormatan KSBSI: Bukan Sekadar Seremonial

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:01 WIB

Bukan Ex-Officio! Romli Atmasasmita Tegaskan Status Listyo Sigit di KSBSI Hanya Bentuk Apresiasi

Bukan Ex-Officio! Romli Atmasasmita Tegaskan Status Listyo Sigit di KSBSI Hanya Bentuk Apresiasi

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Apa Itu Sistem AHWA? Cara Baru Pilih Ketua Umum PBNU di Muktamar NU ke-35 Tahun 2026

Apa Itu Sistem AHWA? Cara Baru Pilih Ketua Umum PBNU di Muktamar NU ke-35 Tahun 2026

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:19 WIB

Muktamar ke-35 NU Diwarnai Aksi Protes, Gus Yahya: Saya Mohon

Muktamar ke-35 NU Diwarnai Aksi Protes, Gus Yahya: Saya Mohon

Jatim | Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:33 WIB

Presiden Prabowo Tutup Muktamar NU Ke-35 di Jombang, Senin Besok

Presiden Prabowo Tutup Muktamar NU Ke-35 di Jombang, Senin Besok

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:18 WIB

Gus Ipul Pastikan Forum Muktamar NU Ke-35 Bebas Ubah Keputusan Organisasi

Gus Ipul Pastikan Forum Muktamar NU Ke-35 Bebas Ubah Keputusan Organisasi

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:08 WIB

Review Film The Last Sunrise: Makna Kehidupan di Balik Senyum dan Air Mata

Review Film The Last Sunrise: Makna Kehidupan di Balik Senyum dan Air Mata

Your Say | Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:35 WIB

Jepang Kirim Pasukan Bela Diri Bantu Meredam Kebakaran Hutan Kalimantan

Jepang Kirim Pasukan Bela Diri Bantu Meredam Kebakaran Hutan Kalimantan

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:16 WIB

×