Peran Ibu Rumah Tangga untuk Cegah Keluarga Keracunan Makanan

M. Reza Sulaiman

Jum'at, 28 September 2018 | 05:00 WIB
Peran Ibu Rumah Tangga untuk Cegah Keluarga Keracunan Makanan
Ibu memegang peran penting bagi ketahanan pangan keluarga. (sumber: Shutterstock)

Suara.com - Pencegahan keracunan makanan bagi keluarga ada di pundak ibu rumah tangga. Jika ibu rumah tangga tak paham soal ketahanan pangan, risiko keluarga sakit karena keracunan makanan akan lebih besar.

Guru Besar Fakultas Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Dr. Ir. Harsi Dewantari Kusumaningrum mengatakan hampir 50 persen produk pangan yang masuk ke dalam rumah tangga tercemar bakteri penyebab penyakit. Ketika bahan baku makanan itu tercemar oleh bakteri-bakteri penyebab penyakit, maka peran ibu rumah tangga dalam mengolah bahan baku menjadi penting.

“Bakteri penyebab penyakit ini sebenarnya terus berubah dan terus kita temukan. Tentu dari proses pengolahan itu akan sangat penting,” kata Harsi, dalam rilis yang diterima Suara.com, baru-baru ini.

Bakteri bisa sampai ke makanan melalui berbagai media. Bisa saja bakteri tersebut memang berasal dari makanan itu sendiri, seperti buah-buahan dan sayuran yang rentan tercemar dari pupuk, tanah dan air.

Pada produk daging dan susu, potensi pencemaran berasal dari cara penyembelihan yang tidak benar, atau proses pemerahan yang kurang steril.

Selain itu, bakteri juga bisa mencemari makanan dari limbah rumah tangga. Hal bisa dicegah dangan pengaturan atau penanganan limbah secara baik.

Nah, Harsi menyebut sumber bakteri paling besar justru berasal dari peralatan yang digunakan dalam mengolah makanan. Tak mencuci tangan sebelum memasak contohnya, disebut Harsi berpotensi menularkan bakteri ke makanan.

“Sebetulnya higiene-nya dari kita sendiri, tangan. Tangan kita itu membawa bakteri Staphylococcus aureus yang bisa menghasilkan toksin yang bisa menyebabkan keracunan,” katanya lagi.

Ibu rumah tangga pun harus paham betul soal adanya keracunan akibat cemaran kuman. Penting juga untuk mengetahui soal faktor keamanan pangan yang lain seperti penggunaan formalin, boraks, dan pewarna tekstil.

baca juga

"Karena itu, masaklah pangan dengan benar, artinya memasak pangan dengan seksama sampai seluruhnya terpapar panas, karena memasak yang tepat dapat membunuh hampir semua mikroba berbahaya," tutup Hasri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Soal Insiden Condet, Ahmad Dhani Sebut Al Ghazali Keracunan Obat

Soal Insiden Condet, Ahmad Dhani Sebut Al Ghazali Keracunan Obat

Entertainment | Senin, 24 September 2018 | 18:11 WIB

Puluhan Warga Yogya Keracunan Usai Makan Soto di Posyandu

Puluhan Warga Yogya Keracunan Usai Makan Soto di Posyandu

News | Kamis, 20 September 2018 | 13:48 WIB

Ini Bahaya Penggunaan Daun Sirih yang Salah untuk Miss V

Ini Bahaya Penggunaan Daun Sirih yang Salah untuk Miss V

Lifestyle | Kamis, 06 September 2018 | 17:00 WIB

Minum Susu Sampel dari Sekolah, 30 Siswa SD Keracunan

Minum Susu Sampel dari Sekolah, 30 Siswa SD Keracunan

News | Kamis, 30 Agustus 2018 | 19:14 WIB

Tren Jalan-jalan Bersama Keluarga, Gak Perlu Lama Tapi Sering

Tren Jalan-jalan Bersama Keluarga, Gak Perlu Lama Tapi Sering

Lifestyle | Senin, 27 Agustus 2018 | 16:55 WIB

Puluhan Warga Sukabumi Keracunan Tutut, Polisi Tangkap 2 Orang

Puluhan Warga Sukabumi Keracunan Tutut, Polisi Tangkap 2 Orang

News | Kamis, 26 Juli 2018 | 09:33 WIB

Terkini

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB