Tubuh Memproduksi Antioksidan Sendiri, Lalu Buat Apa Suplemen Antioksidan?

Vania Rossa

Senin, 03 Desember 2018 | 13:27 WIB
Tubuh Memproduksi Antioksidan Sendiri, Lalu Buat Apa Suplemen Antioksidan?

Suara.com - Banyak orang khawatir pada radikal bebas, yang diketahui sebagai sebagai salah satu pemicu penuaan dan banyak penyakit, salah satunya kanker. Dan karena kekhawatiran itulah, suplemen antioksidan pun diburu banyak orang yang ingin hidup sehat.

Antioksidan adalah salah satu solusi mengatasi tingginya radikal bebas yang muncul pada tubuh seseorang. Banyak ditemui pada berbagai jenis makanan, antioksidan juga dipoduksi dalam bentuk suplemen.

Namun tahukah Anda, sebenarnya tubuh memiliki kemampuan untuk menghasilkan antioksidan sendiri dan mengatasi radikal bebas. Salah satu antioksidan yang dihasilkan oleh tubuh di antaranya adalah gluthathione. Gluthatione ini dapat membantu mengubah berbagai macam radikal bebas menjadi bentuk yang tidak berbahaya bagi tubuh, sebelum akhirnya radikal bebas itu dikeluarkan oleh tubuh melalui sistem detoksifikasi.

Lalu, kalau tubuh bisa memproduksi sendiri antioksidan, masih perlukah kita mengonsumsi suplemen antioksidan? Faktanya, meski tubuh bisa memproduksi antioksidan sendiri dengan gluthatione, di luar sana masih banyak produsen yang menawarkan suplemen antioksidan gluthathione.

Tingginya radikal bebas yang dapat diserap oleh tubuh seseorang dari lingkungan, makanan, dan sinar matahari saat ini semakin meningkat. Ditambah lagi dengan gaya hidup masa kini yang cenderung kurang aktif dan asupan makanan yang tidak seimbang, membuat kemampuan tubuh dalam menghasilkan antioksidan pun semakin terganggu dan menurun. Kadar antioksidan gluthathione juga diketahui menurun pada penderita kanker, HIV, diabetes tipe 2, parkinson, dan hepatitis.

Dengan alasan-alasan di atas, maka suplemen antioksidan sesungguhnya tetap dianjurkan untuk dikonsumsi. Ditambah lagi, beberapa orang memang memiliki masalah dengan sistem detoksifikasi dan penyakit kronis, sehingga sangat membutuhkan bantuan dari suplemen antioksidan.

Sebenarnya, selain dalam bentuk suplemen, Anda juga bisa mendapat antioksidan dari makanan-makanan yang kaya akan antioksidan. Sumber antioksidan alami ini dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kadar antioksidan dalam tubuh secara alami tanpa berlebihan. Beberapa makanan sumber antioksidan tinggi antara lain alpukat, bawang putih, brokoli, dan buah beri.

Jika Anda berniat untuk mengonsumsi suplemen antioksidan, terutama dalam dosis tinggi, sebaiknya berkonsultasi dahulu ke dokter agar diarahkan dosis dan jenis antioksidan yang tepat. Tingginya asupan antioksidan yang melebihi batas kebutuhan tubuh justru dapat merusak tubuh karena antioksidan memiliki kemampuan untuk berubah menjadi radikal bebas, lho.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pemberian Suplemen Sinbiotik Dapat Bantu Pasien Lupus

Pemberian Suplemen Sinbiotik Dapat Bantu Pasien Lupus

Health | Selasa, 27 November 2018 | 16:34 WIB

Suplemen Vitamin D dan Omega 3 Tidak Bantu Cegah Kanker

Suplemen Vitamin D dan Omega 3 Tidak Bantu Cegah Kanker

Health | Kamis, 15 November 2018 | 11:31 WIB

Begini Langkah Mudah Atasi Kantung Mata dengan Minyak Zaitun

Begini Langkah Mudah Atasi Kantung Mata dengan Minyak Zaitun

Health | Selasa, 23 Oktober 2018 | 18:00 WIB

Terkini

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

×