Ini Penyebab Prevalensi Perokok Anak Sulit Diturunkan

Silfa Humairah Utami, Risna Halidi

Kamis, 14 Februari 2019 | 22:12 WIB
Ini Penyebab Prevalensi Perokok Anak Sulit Diturunkan
Ilustrasi penyebab prevalensi perokok anak sulit diturunkan. (Shutterstock)

Psikolog Liza Djaprie mengatakan bahwa dirinya juga merasa khawatir dengan budaya 'melumrahkan' rokok yang dilakukan masyarakat Indonesia.

Misal kata Liza, orangtua kerap merokok di depan anak atau meminta anak membeli rokok ke warung.

"Karena itu tanpa sadar, merupakan eksploitasi penanaman, cuci otak, bahwa orangtua merokok, artinya tidak apa-apa. Hal seperti itu yang harus diperangi," kata Liza.

Sementara masalah pencitraan lewat pariwara, Liza melihat hal tersebut sebagai sesuatu yang 'susah diperangi'.

"Citra susah diperangi karena banyak orang yang tidak menyadari bahwa ini ada urusannya dengan rokok. Tapi buat orangtua yang sudah menyadari, ketika membawa anaknya ke dalam kegiatan (disponsori rokok) tahu bahwa anaknya dieksploitasi dan tahu anaknya jadi bahan marketing."

Meski tak semasif seperti merokok di depan anak atau usaha menjual rokok, pencitraan produk rokok pada kegiatan anak dianggap lebih mampu masuk ke alam bawah sadar anak, yang kemudian menganggap bahwa perusahaan rokok sebagai 'orang baik' dan merokok, adalah hal yang baik.

"Ini lebih efektif karena masuk ke dalam, langsung ke alam bawah sadar dan kemudian tinggal tunggu waktunya kapan berfungsi," tambahnya.

Untuk itu Liza menganggap pencitraan produk rokok pada kegiatan anak merupakan salah satu jenis eksploitasi psikologi.

"Sejauh ini UU kita hanya mengatur dua macam eksploitasi yaitu ekonomi dan seksual. Tapi juga ada eksploitasi verbal, ada eksploitasi psikologis. Ini sebenarnya lebih masuk eksploitasi psikologis," tutupnya.

baca juga

Sebelumnya, beberapa pemerhati anak yang tergabung dalam Yayasan Lentera Anak dan KPAI menuding PT Djarum Tbk telah melakukan eksploitasi pada ribuan anak dengan dalih audisi beasiswa bulutangkis.

Siti Hikmawatty menggambarkan kegiatan CSR industri rokok sebagai 'topeng eksploitasi yang terselubung' karena menggunakan tubuh anak-anak sebagai medium marketing rokok yang kemudian dipaksa untuk mengenakan kaos bertuliskan nama produk selama audisi dan kompetisi bulutangkis berlangsung.

Sehingga industri rokok ganggu usaha pemerintah turunkan pravelensi perokok anak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral Video Wakil Menteri Kesehatan Merokok di Kelab, Jangan Ditiru!

Viral Video Wakil Menteri Kesehatan Merokok di Kelab, Jangan Ditiru!

Health | Jum'at, 08 Februari 2019 | 06:25 WIB

Idap Kanker Paru, Sutopo BNPB Punya Pesan Menohok untuk Para Perokok

Idap Kanker Paru, Sutopo BNPB Punya Pesan Menohok untuk Para Perokok

Health | Kamis, 31 Januari 2019 | 18:46 WIB

Malaysia Bikin Larangan Merokok Saat Berkendara, Indonesia Berani Tiru?

Malaysia Bikin Larangan Merokok Saat Berkendara, Indonesia Berani Tiru?

Otomotif | Kamis, 17 Januari 2019 | 19:58 WIB

222.390 Jiwa di Kaltim Jadi Miskin Salah Satunya Gara-gara Rokok

222.390 Jiwa di Kaltim Jadi Miskin Salah Satunya Gara-gara Rokok

Bisnis | Rabu, 16 Januari 2019 | 05:51 WIB

Terkini

Sepatu Mirip Samba Cuma Rp190 Ribuan? Review Sepatu Lokal Corolla yang Laris Manis di Shopee

Sepatu Mirip Samba Cuma Rp190 Ribuan? Review Sepatu Lokal Corolla yang Laris Manis di Shopee

Lifestyle | Kamis, 23 Juli 2026 | 22:51 WIB

Pakar Hukum Soroti Penanganan Dugaan Korupsi dan TPPU yang Menyeret Eks Jampidsus

Pakar Hukum Soroti Penanganan Dugaan Korupsi dan TPPU yang Menyeret Eks Jampidsus

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 22:42 WIB

Setiap Langkah Pelari Pocari Sweat Run 2026 Bantu Wujudkan Harapan Anak

Setiap Langkah Pelari Pocari Sweat Run 2026 Bantu Wujudkan Harapan Anak

Sport | Kamis, 23 Juli 2026 | 22:34 WIB

Punya Bibir Two-Tone? Ini 3 Warna Lipstik Paling Aman yang Bikin Warna Bibir Rata Seketika

Punya Bibir Two-Tone? Ini 3 Warna Lipstik Paling Aman yang Bikin Warna Bibir Rata Seketika

Lifestyle | Kamis, 23 Juli 2026 | 22:34 WIB

Menteri PPPA dan Selvi Ananda Kompak Tekankan Peran Keluarga dalam Mendidik Anak

Menteri PPPA dan Selvi Ananda Kompak Tekankan Peran Keluarga dalam Mendidik Anak

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 22:13 WIB

Bupati Kuansing Diduga 'Rampok' Hak Petani untuk Disetorkan ke Menhut Raja juli

Bupati Kuansing Diduga 'Rampok' Hak Petani untuk Disetorkan ke Menhut Raja juli

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 21:57 WIB

Dibutuhkan 90 Perawat, Apoteker untuk Fasilitas Kesehatan BLUD di Riau

Dibutuhkan 90 Perawat, Apoteker untuk Fasilitas Kesehatan BLUD di Riau

Riau | Kamis, 23 Juli 2026 | 21:56 WIB

"Bisa Aja Lo!" Kelakar Prabowo soal MBG 'Mas Bahlil Ganteng'

"Bisa Aja Lo!" Kelakar Prabowo soal MBG 'Mas Bahlil Ganteng'

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 21:43 WIB

Gerai Minuman Teh Menjamur di Pinggir Jalan, Bagaimana Prospek Bisnisnya?

Gerai Minuman Teh Menjamur di Pinggir Jalan, Bagaimana Prospek Bisnisnya?

Bisnis | Kamis, 23 Juli 2026 | 21:41 WIB

Siswi Indonesia Raih Beasiswa Jadi Delegasi Simulasi Sidang PBB Internasional

Siswi Indonesia Raih Beasiswa Jadi Delegasi Simulasi Sidang PBB Internasional

Lifestyle | Kamis, 23 Juli 2026 | 21:40 WIB

×