Benarkah Suka Konsumsi Makanan Pedas Bisa Terhindar dari Kanker Paru?

Silfa Humairah Utami | Firsta Nodia | Suara.com

Minggu, 07 April 2019 | 13:00 WIB
Benarkah Suka Konsumsi Makanan Pedas Bisa Terhindar dari Kanker Paru?
Seorang perempuan kuat makan cabai pedas (Shutterstock)

Suara.com - Benarkah Suka Konsumsi Makanan Pedas Bisa Terhindar dari Kanker Paru?

Para peneliti meyakini bahwa capsaicin, zat kimia yang berperan memberi rasa pedas pada cabai bisa dikembangkan sebagai obat kanker paru-paru, suatu hari nanti.

Optimisme ini muncul setelah peneliti dari Joan C. Edwards School of Medicine, Marshall University menemukan efek positif dari capsaicin dalam menekan pertumbuhan sel kanker paru.

Peneliti dr Jamie Friedman mengatakan bahwa temuannya menemukan bahwa capsaicin efektif dalam menekan penyebaran kanker paru jenis adenokarsinoma. Capsaicin berperan sebagai agen metastatik alami untuk menghentikan metastasis.

Peneliti mengatakan, tak hanya kanker paru adenokarsinoma, capsaicin juga beperan menghentikan penyebaran kanker kulit melanoma, prostat, hingga kanker jaringan ikat saluran empedu.

Namun dr Friedman mengatakan bahwa capsaicin dapat menyebabkan efek samping yang buruk termasuk kemerahan pada kulit, mual, mata berkaca-kaca, muntah, kram perut, dan diare. Itu sebabnya tim tengah membandingkan apakah senyawa yang mirip dengan capsaicin yakni capsiate dan capsiconiate memiliki kekuatan yang sama dalam melawan kanker namun tanpa efek samping.

"Tes pada sel-sel kanker paru-paru menunjukkan capsiate menghentikan sel-sel kanker dari menyerang sel-sel lain sebelum metastasis sedangkan capsiconiate tidak berpengaruh. Sementara itu, percobaan pada tikus mengungkapkan hewan yang makan capcaisin memiliki lebih sedikit sel kanker metastik dibandingkan dengan tikus yang tidak menggunakan senyawa tersebut," imbuhnya.

Menurut Friedman, capcaisin tampaknya bekerja melawan penyebaran kanker paru-paru ini dengan menghentikan protein yang disebut Src agar tidak aktif. Friedman mengaku bahwa studinya tentang capsaicin dilatarbelakangi oleh diet tradisional masyarakat India dan Thailand di mana memiliki insiden kanker paru lebih rendah karena kebiasaan makan-makanan pedas.

"Pengamatan kami memicu gagasan bahwa mungkin konsumsi makanan pedas ada hubungannya dengan insiden kanker yang lebih rendah ini," kata Friedman dilansir dari Newsweek.

Martin Ledwick, kepala informasi perawat di organisasi Cancer Research UK, mengatakan dirinya menyambut baik hasil temuan ini yang mungkin suatu hari nanti bisa meningkatkan pengobatan kanker.

Mencegah invasi dan penyebaran kanker adalah bidang utama untuk penelitian kanker. Studi ini dapat memberikan para ilmuwan petunjuk lebih lanjut untuk mencoba dan mengembangkan perawatan baru yang menghentikan ini terjadi.

"Namun, konsumsi makanan pedas bisa terhindar dari kanker paru adalah penelitian berbasis laboratorium awal dan belum diketahui apakah atau bagaimana itu bisa diterjemahkan menjadi pengobatan yang bermanfaat," tandas Martin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Asuransi Pedas Pertama di Dunia, Seperti Apa?

Asuransi Pedas Pertama di Dunia, Seperti Apa?

Lifestyle | Selasa, 02 April 2019 | 18:02 WIB

Konsumsi Pil KB Tunda Kehamilan Juga Bisa Cegah Anemia

Konsumsi Pil KB Tunda Kehamilan Juga Bisa Cegah Anemia

Health | Selasa, 26 Maret 2019 | 15:30 WIB

Benarkah Makan Makanan Pedas Itu Sehat? Ini 5 Manfaatnya

Benarkah Makan Makanan Pedas Itu Sehat? Ini 5 Manfaatnya

Health | Jum'at, 01 Maret 2019 | 18:15 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Estetik, Air Treatment Norium by AZKO Bantu Jaga Kesehatan Bayi di Rumah

Bukan Sekadar Estetik, Air Treatment Norium by AZKO Bantu Jaga Kesehatan Bayi di Rumah

Health | Rabu, 20 Mei 2026 | 16:00 WIB

WHO Tetapkan Wabah Ebola di Kongo Darurat Internasional, Risiko Kematian 32,5 Persen

WHO Tetapkan Wabah Ebola di Kongo Darurat Internasional, Risiko Kematian 32,5 Persen

Health | Rabu, 20 Mei 2026 | 13:13 WIB

Tak Cuma Gizi, Anak Juga Butuh Stimulasi Belajar agar Tumbuh Cerdas dan Tangguh

Tak Cuma Gizi, Anak Juga Butuh Stimulasi Belajar agar Tumbuh Cerdas dan Tangguh

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 18:01 WIB

Viral Obat Keras Dijual Bebas di Minimarket Tanpa Konsultasi Apoteker Layaknya Apotek

Viral Obat Keras Dijual Bebas di Minimarket Tanpa Konsultasi Apoteker Layaknya Apotek

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 16:53 WIB

Anak Sering Main Gadget? Periksa Mata Rutin Jadi Kunci Cegah Gangguan Penglihatan sejak Dini

Anak Sering Main Gadget? Periksa Mata Rutin Jadi Kunci Cegah Gangguan Penglihatan sejak Dini

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 15:52 WIB

Tuba Falopi Istri Diangkat, Program IVF Wujudkan Mimpi Aktor Rifky Alhabsyi Punya Anak

Tuba Falopi Istri Diangkat, Program IVF Wujudkan Mimpi Aktor Rifky Alhabsyi Punya Anak

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 12:03 WIB

Waspada Penyakit Virus Ebola: Kenali Gejala Awal dan Langkah Pencegahannya

Waspada Penyakit Virus Ebola: Kenali Gejala Awal dan Langkah Pencegahannya

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 09:56 WIB

Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga

Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 14:59 WIB

Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental

Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 12:13 WIB

Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026

Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 11:05 WIB