Kecepatan Makan Bisa Pengaruhi Berat Badan, Ini Penjelasannya!

Vika Widiastuti

Minggu, 23 Juni 2019 | 11:15 WIB
Kecepatan Makan Bisa Pengaruhi Berat Badan, Ini Penjelasannya!
Ilustrasi makanan cepat saji, junk food, burger. (Shutterstock)

Suara.com - Bukan cuma jenis makanan atau jumlah asupan yang berpengaruh terhadap penurunan berat badan, tetapi juga kecepatan makan. Kecepatan saat makan ternyata bisa memengaruhi berat badan.

Hal ini diketahui melalui studi yang dilakukan oleh peneliti Jepang dan diikuti oleh 1.083 orang dewasa selama tiga tahun. Sampel penelitian dibagi menjadi tiga kategori berdasarkan kecepatan makan, yaitu lambat, normal, dan cepat.

Di awal studi, mereka diminta menjawab kuesioner tentang diet, rutinitas olahraga, dan riwayat medis. Para relawan tersebut dilaporkan tidak ada yang memiliki sindrom metabolik, termasuk obesitas perut, kolesterol HDL rendah, trigliserida tinggi, tekanan darah tinggi atau gula darah tinggi.

Dilansir dari timesofindia, para peserta dalam studi ini kemudian kembali melaporkan perkembangannya setelah 5 tahun. Di mana 84 dari mereka didiagnosis mengalami sindrom metabolik dan kecepatan makan merupakan prediktor utama, menurut hasil dalam jurnal Circulation.

Orang yang memiliki kebiasaan makan cepat berisiko 89 pesen mengalami sindrom metabolik daripada yang biasa makan secara normal dan lambat.

Hanya 2,3 persen orang yang memiliki kebiasaan makan lambat didiagnosis sindrom metabolik. Sementara, 11,6 persen dari orang yang makan dengan cepat didiagnosis mengalami sindrom metabolik.

Ilustrasi makan sate. (Shutterstock)
Ilustrasi makan sate. (Shutterstock)

Bukan cuma itu saja, orang yang cenderung makan dengan cepat juga mengalami peningkatan berat badan, memiliki lingkar pinggang lebih besar, dan kadar gula darah lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang makan dengan lambat.

Menurut peneliti, Saat Anda makan terlalu cepat artinya tubuh Anda tidak memiliki kesempatan untuk memberikan sinyal ketika Anda kenyang atau ingin berhenti. Hal ini berujung makan berlebihan.

Sehingga makan dengan cepat menyebabkan fluktuasi glukosa lebih besar, yang bahkan menyebabkan resistensi insulin.

baca juga

Studi lain yang dilakukan pada wanita di Selandia Baru menunjukkan bahwa orang yang makan dengan cepat memiliki indeks massa tubuh yang lebih tinggi.

Namun, studi lain di China menemukan bahwa pria yang memiliki berat badan lebih ketika disuruh mengunyah 40 kali, bukan 15 kali akan makan lebih sedikit dari biasanya.

Jadi, mengunyah makanan lebih banyak menyebabkan tubuh Anda membakar lebih banyak kalori hingga 1.000 ekstra setiap bulannya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Fatal Akibat Kurang Tidur: Belajar dari Kisah Influencer yang Meninggal Saat Live Streaming

Fatal Akibat Kurang Tidur: Belajar dari Kisah Influencer yang Meninggal Saat Live Streaming

Entertainment | Rabu, 03 Juni 2026 | 13:29 WIB

Mendiktisaintek Klarifikasi Isu Penutupan Jurusan Kuliah yang Tak Sesuai Kebutuhan Industri

Mendiktisaintek Klarifikasi Isu Penutupan Jurusan Kuliah yang Tak Sesuai Kebutuhan Industri

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 15:03 WIB

122 Prodi di Kampus Negeri dan Swasta Ditutup Sepanjang 2026, Menteri Brian Ungkap Alasannya

122 Prodi di Kampus Negeri dan Swasta Ditutup Sepanjang 2026, Menteri Brian Ungkap Alasannya

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 13:53 WIB

Daftar 9 Prodi Paling Unik di Indonesia Berpeluang Kerja Tinggi dan Bergaji Besar

Daftar 9 Prodi Paling Unik di Indonesia Berpeluang Kerja Tinggi dan Bergaji Besar

Lifestyle | Kamis, 30 April 2026 | 15:37 WIB

Studi CISDI: 9 dari 10 Makanan Kemasan di Indonesia Tinggi Gula, Garam, dan Lemak

Studi CISDI: 9 dari 10 Makanan Kemasan di Indonesia Tinggi Gula, Garam, dan Lemak

News | Rabu, 29 April 2026 | 23:25 WIB

Hostiles: Sebuah Puisi Kelam Tentang Pengampunan dan Brutalitas, Malam Ini dI Trans TV

Hostiles: Sebuah Puisi Kelam Tentang Pengampunan dan Brutalitas, Malam Ini dI Trans TV

Entertainment | Kamis, 23 April 2026 | 18:40 WIB

Hasil Studi IHDC: 1 dari 5 Anak Jakarta Alami Gangguan Memori Akibat Anemia

Hasil Studi IHDC: 1 dari 5 Anak Jakarta Alami Gangguan Memori Akibat Anemia

News | Rabu, 15 April 2026 | 17:29 WIB

Mengungkap Metode Raising Giant: Alasan Ilmiah Kenapa Ibu Cerewet Bikin Anak Tangguh

Mengungkap Metode Raising Giant: Alasan Ilmiah Kenapa Ibu Cerewet Bikin Anak Tangguh

Your Say | Selasa, 14 April 2026 | 16:39 WIB

Minat Studi ke Inggris Meningkat, Study UK Kenalkan Peluang Pendidikan Global Lewat MRT Jakarta

Minat Studi ke Inggris Meningkat, Study UK Kenalkan Peluang Pendidikan Global Lewat MRT Jakarta

Lifestyle | Sabtu, 07 Maret 2026 | 07:58 WIB

Studi Global: Kedekatan dengan Hewan Bantu Anak Perempuan Lebih Kreatif dan Percaya Diri

Studi Global: Kedekatan dengan Hewan Bantu Anak Perempuan Lebih Kreatif dan Percaya Diri

Lifestyle | Sabtu, 28 Februari 2026 | 11:23 WIB

Terkini

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB