Wabah Brain Fever Merebak di India, Buah Leci Disebut Jadi Penyebabnya

Rima Sekarani Imamun Nissa, Rosiana Chozanah

Selasa, 25 Juni 2019 | 18:55 WIB
Wabah Brain Fever Merebak di India, Buah Leci Disebut Jadi Penyebabnya
Gambaran buah leci (Pixabay/Josch13)

Suara.com - Sebanyak 152 anak-anak di India timur dilaporkan  telah meninggal karena wabah 'brain fever' pada Senin (24/6/2019) kemarin. Masyarakat meyakini wabah ini disebabkan oleh zat beracun di dalam buah leci.

Melansir New York Post, anak-anak di negara Bihar ini meninggal akibat terserang Sindrom Ensefalitis Akut (AES), penyakit otak mematikan.

Sementara itu mengutip dari BBC UK, penyakit ini biasanya terjadi selama musim hujan dan gejalanya termasuk demam tinggi, muntah dan kejang. Bahkan, terkadang pasien mengalami koma.

Dokter mengatakan anak-anak antara usia enam bulan dan 15 tahun adalah yang paling parah terkena dampaknya dan seperlima dari mereka yang bertahan harus hidup dengan kelemahan neurologis.

Hingga 2005, dokter mengatakan bahwa sebagian besar kematian disebabkan oleh Japanese ensefalitis, virus yang ditularkan oleh nyamuk. Hanya saja dalam dekade terakhir ini, anak-anak sekarat karena bentuk lain dari ensefalitis virus, penyebab pastinya tidak jelas.

Pendistribusian makanan ke rumah sakit di Bihar (Instagram/InvisibleIndia)
Pendistribusian makanan ke rumah sakit di Bihar (Instagram/InvisibleIndia)

Salah seorang dokter setempat, Dr Arun Shah, mempercayai bahwa kekurangan gizi kronis adalah alasan utama di balik kematian anak-anak di Muzaffarpur, salah satu kota terpadat di Bihar.

Banyak dokter menyalahkan kematian karena memakan buah leci yang ditanam secara lokal dengan perut kosong. Ya, Muzaffarpur merupakan wilayah pertumbuhan leci.

Diyakini buah ini mengandung racun yang mengahambat kemampuan tubuh untuk glukosa sehingga dapat memengaruhi anak-anak muda yang kadar gula darahnya sudah rendah karena mereka telah melewatkan makan malam. Itu sebabnya, kata dokter, banyak korban telah meninggal karena hipoglikemia, atau gula darah rendah.

"Anak-anak yang menderita kekurangan gizi kronis biasanya mengalami penurunan kadar glikogen dalam hati mereka. Ketika anak-anak ini makan leci mentah, diinduksi hipoglikemia di dalamnya, yang diperburuk oleh racun dalam buah," tutur Dr Shah.

Sebanyak 31 anak meninggal dunia karena keracunan buah leci (Pexels/Pixabay)
Buah leci (Pexels/Pixabay)

"Hipoglikemia ini bersifat ireversibel dan dapat menghambat fungsi otak kecuali ada intervensi cepat dan tepat waktu dalam bentuk suntikan glukosa."

Dr Shah meyakini wabah yang berulang ini merupakan masalah dari sistem kesehatan masyarakat di Bihar, salah satu negara bagian termiskin di India.

"Pemerintah telah gagal total untuk memastikan bahwa anak-anak mendapatkan nutrisi yang tepat dan meningkatkan kesadaran tentang penyakit ini. Tragedi yang sedang berlangsung adalah akibat dari kelalaian administrasi ini."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tiru Trik Pesulap Legendaris Houdini, Pria Ini Hilang di Sungai

Tiru Trik Pesulap Legendaris Houdini, Pria Ini Hilang di Sungai

News | Senin, 17 Juni 2019 | 22:57 WIB

Hidup dengan Mayat Putrinya, Pensiunan Polisi Buat Heboh Publik

Hidup dengan Mayat Putrinya, Pensiunan Polisi Buat Heboh Publik

News | Senin, 17 Juni 2019 | 18:14 WIB

Tujuh Orang Tewas Saat Membersihkan Septic Tank Hotel  di India

Tujuh Orang Tewas Saat Membersihkan Septic Tank Hotel di India

News | Sabtu, 15 Juni 2019 | 18:08 WIB

Terkini

Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun

Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun

Health | Sabtu, 13 Juni 2026 | 20:18 WIB

Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya

Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya

Health | Sabtu, 13 Juni 2026 | 10:29 WIB

Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi

Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi

Health | Jum'at, 12 Juni 2026 | 12:50 WIB

Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW

Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW

Health | Jum'at, 12 Juni 2026 | 09:06 WIB

Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia

Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia

Health | Kamis, 11 Juni 2026 | 21:51 WIB

Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut

Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut

Health | Rabu, 10 Juni 2026 | 17:20 WIB

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 16:57 WIB

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 14:09 WIB

Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai

Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 11:10 WIB

Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional

Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 08:05 WIB