Ini Salah Satu Alasan Burger Berbahaya untuk Kesehatan

Ade Indra Kusuma, Dinda Rachmawati

Jum'at, 19 Juli 2019 | 13:10 WIB
Ini Salah Satu Alasan Burger Berbahaya untuk Kesehatan
Ilustrasi menyantap "junk food." (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Ini Salah Satu Alasan Burger Berbahaya untuk Kesehatan.

Siapa yang tak suka burger? Makanan khas Western satu ini memang memiliki rasa yang enak, daging juicy yang gurih, dan berbagai macam isian yang lezat. 

Sayangnya, makanan satu ini dipercaya memiliki efek buruk pada kesehatan Anda. Jika Anda hanya mengonsumsinya sekali, mungkin tak ada yang salah dengan ini.

Tapi, mengapa burger buruk bagi kesehatan?

Makanan satu ini sering disalahkan atas kenaikan berat badan. Burger kaya akan kalori, lemak jenuh dan karbohidrat tidak sehat. Bukan cuna itu, burger memiliki kandungan natrium yang tinggi. Ini semua adalah hal yang dapat menyebabkan risiko kesehatan serius jika dikonsumsi berlebihan.

Para ilmuwan di Pusat Diabetes Jerman (Deutsches Diabetes-Zentrum, DDZ) dan Pusat Helmholtz di Munich (HMGU), bahkan mengatakan, mengonsumsi burger sekali saja, bisa mengurangi sensitivitas tubuh terhadap insulin akibat lemak jenuhnya.

Burger vegetarian (Pixabay.unijewels)
Burger (Pixabay.unijewels)

Ini meningkatkan timbunan lemak dan menyebabkan perubahan dalam metabolisme hati. Para peneliti mengatakan bahwa dari waktu ke waktu, ini dapat menyebabkan penyakit hati berlemak pada orang yang kelebihan berat badan non-alkohol dan pada mereka yang menderita diabetes tipe 2.  Laporan ini diterbitkan dalam Journal of Clinical Investigation.

Orang dewasa yang sehat yang makan dua atau lebih porsi daging sehari, setara dengan dua roti burger, juga berisiko mengembangkan sindrom metabolik sebesar 25 persen dibandingkan dengan mereka yang makan daging dua kali seminggu, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Circulation,  jurnal American Heart Association.

Sindrom metabolik adalah sekelompok faktor risiko yang terdiri dari lingkar pinggang tinggi, tekanan darah tinggi, trigliserida tinggi, kadar lipoprotein (HDL atau "baik") kepadatan tinggi dan kadar glukosa puasa tinggi. Kehadiran tiga atau lebih faktor ini meningkatkan risiko seseorang terkena diabetes dan penyakit kardiovaskular.

baca juga

Dalam penelitian lain, para peneliti menemukan bahwa jika seorang anak makan tiga burger atau lebih dalam seminggu, itu dapat meningkatkan risiko asma dan mengi. Ini diterbitkan di Thorax.  

Tim peneliti mendasarkan temuan mereka pada data yang dikumpulkan antara 1995 dan 2005 pada 50 ribu anak antara usia 8 dan 12 dari 20 negara kaya dan miskin di seluruh dunia.

Lantas, apa yang membuat burger birisiko? Burger normal dikatakan mengandung 500 kalori, 25 gram lemak, 40 gram karbohidrat, 10 gram gula, dan 1.000 miligram natrium. Ini adalah kombinasi yang menakutkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ini yang Sebenarnya Terjadi pada Tubuh Setelah Makan Burger!

Ini yang Sebenarnya Terjadi pada Tubuh Setelah Makan Burger!

Health | Jum'at, 19 Juli 2019 | 06:35 WIB

Bikin Penasaran, Chef Asal Australia Ini Ciptakan Burger Hot Pot

Bikin Penasaran, Chef Asal Australia Ini Ciptakan Burger Hot Pot

Lifestyle | Rabu, 17 Juli 2019 | 19:10 WIB

Menurut Profesor Harvard, Minyak Kelapa Bisa Menjadi Racun

Menurut Profesor Harvard, Minyak Kelapa Bisa Menjadi Racun

Lifestyle | Senin, 08 Juli 2019 | 08:55 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×