Peneliti di Jepang Sebut Sinyal Wifi Bisa Rusak Sperma

Ade Indra Kusuma | Dinda Rachmawati | Suara.com

Rabu, 24 Juli 2019 | 09:42 WIB
Peneliti di Jepang Sebut Sinyal Wifi Bisa Rusak Sperma
Ilustrasi: Simbol wifi di iPhone. [Shutterstock]

Suara.com - Peneliti di Jepang Sebut Sinyal Wifi Bisa Rusak Sperma

Hidup di tengah perkembangan teknologi, mungkin tak selalu menguntungkan. Khususnya jika Anda tengah berusaha untuk memiliki anak. 

Ya, seorang peneliti dari Jepang, Kumiko Nakata menemukan, jika gelombang elektromagnetik dari perangkat WiFi, seperti yang ada di ponsel dan router rumah kita, memiliki dampak buruk terhadap kerusakan signifikan sperma.  

Sperma laki-laki. [Pixabay]
Sperma laki-laki. [Pixabay]

Secara umum, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 15 persen pasangan di dunia punya kendala dalam hal memiliki anak. Dan, setidaknya 30 persen masalah kesuburan ini berasal dari lelaki.

Infertilitas lelaki dapat disebabkan oleh banyak hal, seperti lingkungan yang buruk, stres, pola makan yang buruk hingga genetika. Namun, yang terbaru, sering menyimpan ponsel di saku bisa menjadi masalah terhadap kesuburan lelaki.

Untuk membuktikan hal tersebut, tim ilmuwan Jepang yang dipimpin Kumiko Nakata mengambil sampel dari sekelompok 51 lelaki dan membaginya menjadi tiga kelompok. Mereka juga menggunakan perangkat Wifi dan mereplikasi ponsel.

Satu kelompok sampel tidak mendapatkan paparan dari sinyal Wifi. Kelompok kedua terbuka, tetapi memiliki perlindungan dari sinyal WiFi. Dan kelompok ketiga memiliki paparan penuh terhadap sinyal Wifi. 

Sampel ditempatkan relatif dekat dengan perangkat Wifi, mereplikasi ponsel yang dibawa di saku celana dan hasilnya diambil setelah waktu yang berbeda.

Hasilnya agak menakutkan. Berada di bawah pengaruh sinyal Wifi selama 30 menit hampir tidak memiliki pengaruh terhadap kualitas sperma lelaki, namun paparan sinyal Wifi yang lebih lama mulai menunjukkan perbedaan yang mengejutkan. 

Setelah 2 jam tingkat motilitas kelompok yang tidak terpapar sinyal Wifi adalah 53,3 persen, kelompok yang memiliki pelindung dari sinyal Wifi 44,9 persen, dan kelompok yang terpapar penuh sinyal Wifi hanya mencapai 26,4 persen. 

"Selama 24 jam kemudian tingkat sperma mati meningkat untuk kelompok yang terpapar sinyal Wifi secara penuh yakni sebanyak 23,3 persen, untuk sampel yang tidak terpapar sinyal Wifi hanya 8,4 persen," seru Nakata seperti mengutip Brightside.

Statistik mengatakan bahwa, saat ini, jumlah ponsel aktif lebih besar daripada populasi dunia, yang berarti bahwa beberapa orang memiliki lebih dari satu ponsel, dan efek dari gelombangnya mungkin sangat serius untuk diabaikan.

Kumiko Nakata merinci bahwa penelitian ini mengkonfirmasi bahwa gelombang elektromagnetik dari perangkat Wifi tetap aman dalam hal kesejahteraan dan kesehatan. 

Mungkin, terkait kesuburan lelaki, solusi sederhana seperti menyimpan ponsel tidak pada saku, tapi di atas meja atau tempat lain akan membuat perbedaan bagi beberapa lelaki, khususnya yang tengah mencoba memiliki anak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Studi: Makanan Cepat Saji Bisa Merusak Sperma dan Tidak dapat Dipulihkan

Studi: Makanan Cepat Saji Bisa Merusak Sperma dan Tidak dapat Dipulihkan

Health | Senin, 01 Juli 2019 | 13:30 WIB

Doyan Makan Junk Food, Bisa Bikin Sperma Rusak Lho

Doyan Makan Junk Food, Bisa Bikin Sperma Rusak Lho

Health | Rabu, 26 Juni 2019 | 12:00 WIB

Ilmuwan Usulkan Bank Sperma di Ruang Angkasa

Ilmuwan Usulkan Bank Sperma di Ruang Angkasa

Tekno | Selasa, 25 Juni 2019 | 11:10 WIB

Terkini

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Health | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:31 WIB

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Health | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:56 WIB

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB