Makan Terakhir Jam 2 Siang Bikin Berat Badan Cepat Turun, Yakin Bisa?

Rima Sekarani Imamun Nissa, Rosiana Chozanah

Kamis, 25 Juli 2019 | 17:35 WIB
Makan Terakhir Jam 2 Siang Bikin Berat Badan Cepat Turun, Yakin Bisa?
Ilustrasi diet (Shutterstock)

Suara.com - Makan makanan terakhir pada jam 2 siang dan berpuasa setelahnya mungkin terdengar seperti siksaan. Namun, hal ini justru memungkinkan Anda lebih mudah menurunkan berat badan.

Para ilmuwan, melansir Daily Mail, menemukan puasa dengan waktu makan enam jam mulai pukul 8 pagi dapat menekan nafsu makan dan menurunkan kadar hormon lapar.

Sebelumnya diet puasa dianggap membantu orang mengurangi berat badan dengan cara membantu tubuh membakar lebih banyak kalori.

Tetapi penelitian ini menunjukkan, membatasi waktu makan membantu orang untuk makan lebih sedikit dan itu kemungkinan ini karena sejalan dengan 'jam alami tubuh' atau ritme sirkadian.

Peneliti dari University of Alabama, Birmingham, yang melakukan penelitian ini menguji Early Time-Restricted Feeding (eTRF). Ini adalah jenis puasa di mana makan malam dimakan pada sore hari.

Dari analisis terhadap 11 pria dan wanita berusia 20 hingga 45 tahun dengan BMI antara 25 dan 35 menunjukkan, orang yang makan enam jam meningkatkan kemampuan beralih antara membakar makanan untuk menghasilkan energi menjadi membakar lemak untuk jadi energi.

Ilustrasi. (Sumber: Shutterstock)
Ilustrasi. (Sumber: Shutterstock)

Melaporkan dalam jurnal Obesity, para peneliti yang dipimpin oleh Dr. Courtney Peterson juga mengungkapkan bahwa ini akan meningkatkan pembakaran lemak.

Cara 'makan enam jam' juga membantu tubuh menurunkan kadar hormon ghrelin yang merangsang nafsu makan.

Para peneliti mengatakan, makan pada pagi hari selaras dengan ritme sirkadian. Ritme sirkadian menentukan hormon dan metabolisme tubuh yang berkaitan dengan rasa lapar, kelelahan, serta suasana hati dan ini berdasarkan paparan sinar matahari.

baca juga

Rekan penulis penelitian ini, Dr. Eric Ravussin, mengatakan mengoordinasikan makanan dengan ritme sirkadian kemungkinan dapat menjadi strategi kuat untuk mengurangi nafsu makan.

Ilustrasi diet (Shutterstock)
Ilustrasi diet (Shutterstock)

"Strategi makan enam jam mungkin terlalu menantang bagi kebanyakan orang," ujar Dr. Peterson.

"Dan data yang kami miliki dari penelitian lain menunjukkan, makan delapan atau sepuluh jam dalam waktu enam hari per minggu adalah target yang lebih realistis," sambungnya.

Di sisi lain, penelitian sebelumnya menemukan bahwa makan antara jam 8 pagi dan 12 siang, diikuti dengan berpuasa selama 18 jam, membuat tingkat nafsu makan semakin tinggi. Kondisi bahkan dapat terkaji sepanjang hari dibandingkan dengan makan antara jam 8 pagi dan 8 malam.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Diet Keto Bisa Menimbulkan Gangguan Pencernaan, Mitos atau Fakta?

Diet Keto Bisa Menimbulkan Gangguan Pencernaan, Mitos atau Fakta?

Health | Senin, 22 Juli 2019 | 13:30 WIB

Menyusui Tapi Ingin Diet, Perhatikan Aturannya

Menyusui Tapi Ingin Diet, Perhatikan Aturannya

Health | Senin, 22 Juli 2019 | 09:10 WIB

Obsesi Langsing, Perempuan Ini Sengaja Beli Gaun Pengantin Kekecilan

Obsesi Langsing, Perempuan Ini Sengaja Beli Gaun Pengantin Kekecilan

Lifestyle | Sabtu, 20 Juli 2019 | 14:26 WIB

5 Alasan Berat Badan Susah Turun Meski Nggak Makan Nasi, Catat Ya!

5 Alasan Berat Badan Susah Turun Meski Nggak Makan Nasi, Catat Ya!

Health | Kamis, 18 Juli 2019 | 08:15 WIB

Terkini

Kelelahan Kerja Bisa Ganggu Konsentrasi, Apa Risikonya?

Kelelahan Kerja Bisa Ganggu Konsentrasi, Apa Risikonya?

Lifestyle | Senin, 19 Oktober 2026 | 23:48 WIB

Jadwal Listrik Padam Palembang Pekan Ini, Cek Lokasi dan Jam Pemadaman

Jadwal Listrik Padam Palembang Pekan Ini, Cek Lokasi dan Jam Pemadaman

Sumsel | Senin, 19 Oktober 2026 | 23:25 WIB

Karhutla Kepung Way Kambas, Pemprov Lampung Gabungkan Operasi Udara dan Ratusan Pasukan Darat

Karhutla Kepung Way Kambas, Pemprov Lampung Gabungkan Operasi Udara dan Ratusan Pasukan Darat

Video | Senin, 19 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Cara BRI Cetak Mahasiswa UNAIR Jadi Agen Literasi

Cara BRI Cetak Mahasiswa UNAIR Jadi Agen Literasi

Bri | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:54 WIB

BRI KPR Hadirkan Solusi Cicilan Aman di Kelapa Gading

BRI KPR Hadirkan Solusi Cicilan Aman di Kelapa Gading

Bri | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:42 WIB

Promo Spesial BRI, Nikmati Kudapan Gratis di Tong Tji House Sampai April 2027

Promo Spesial BRI, Nikmati Kudapan Gratis di Tong Tji House Sampai April 2027

Bri | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:32 WIB

Daftar Resto Diskon dari BRI di Lampung, Makan Puas dengan Harga Menarik

Daftar Resto Diskon dari BRI di Lampung, Makan Puas dengan Harga Menarik

Bri | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:18 WIB

YLBHI Minta Prabowo Mundur jika Tak Becus Urus Karhutla

YLBHI Minta Prabowo Mundur jika Tak Becus Urus Karhutla

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:10 WIB

ZAP Festival 2026, BRI Tebar Diskon Bundling Treatment 50 Persen

ZAP Festival 2026, BRI Tebar Diskon Bundling Treatment 50 Persen

Bri | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:07 WIB

Ratusan Warga Nyalakan Lilin untuk Korban Karhutla, FIAD Desak Status Bencana Nasional

Ratusan Warga Nyalakan Lilin untuk Korban Karhutla, FIAD Desak Status Bencana Nasional

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:03 WIB

×