Makan Terakhir Jam 2 Siang Bikin Berat Badan Cepat Turun, Yakin Bisa?

Rima Sekarani Imamun Nissa | Rosiana Chozanah
Makan Terakhir Jam 2 Siang Bikin Berat Badan Cepat Turun, Yakin Bisa?
Ilustrasi diet (Shutterstock)

Makan terakhir jam 2 siang tapi mulainya jam 8 pagi.

Suara.com - Makan makanan terakhir pada jam 2 siang dan berpuasa setelahnya mungkin terdengar seperti siksaan. Namun, hal ini justru memungkinkan Anda lebih mudah menurunkan berat badan.

Para ilmuwan, melansir Daily Mail, menemukan puasa dengan waktu makan enam jam mulai pukul 8 pagi dapat menekan nafsu makan dan menurunkan kadar hormon lapar.

Sebelumnya diet puasa dianggap membantu orang mengurangi berat badan dengan cara membantu tubuh membakar lebih banyak kalori.

Tetapi penelitian ini menunjukkan, membatasi waktu makan membantu orang untuk makan lebih sedikit dan itu kemungkinan ini karena sejalan dengan 'jam alami tubuh' atau ritme sirkadian.

Peneliti dari University of Alabama, Birmingham, yang melakukan penelitian ini menguji Early Time-Restricted Feeding (eTRF). Ini adalah jenis puasa di mana makan malam dimakan pada sore hari.

Dari analisis terhadap 11 pria dan wanita berusia 20 hingga 45 tahun dengan BMI antara 25 dan 35 menunjukkan, orang yang makan enam jam meningkatkan kemampuan beralih antara membakar makanan untuk menghasilkan energi menjadi membakar lemak untuk jadi energi.

Ilustrasi. (Sumber: Shutterstock)
Ilustrasi. (Sumber: Shutterstock)

Melaporkan dalam jurnal Obesity, para peneliti yang dipimpin oleh Dr. Courtney Peterson juga mengungkapkan bahwa ini akan meningkatkan pembakaran lemak.

Cara 'makan enam jam' juga membantu tubuh menurunkan kadar hormon ghrelin yang merangsang nafsu makan.

Para peneliti mengatakan, makan pada pagi hari selaras dengan ritme sirkadian. Ritme sirkadian menentukan hormon dan metabolisme tubuh yang berkaitan dengan rasa lapar, kelelahan, serta suasana hati dan ini berdasarkan paparan sinar matahari.

Rekan penulis penelitian ini, Dr. Eric Ravussin, mengatakan mengoordinasikan makanan dengan ritme sirkadian kemungkinan dapat menjadi strategi kuat untuk mengurangi nafsu makan.

Ilustrasi diet (Shutterstock)
Ilustrasi diet (Shutterstock)

"Strategi makan enam jam mungkin terlalu menantang bagi kebanyakan orang," ujar Dr. Peterson.

"Dan data yang kami miliki dari penelitian lain menunjukkan, makan delapan atau sepuluh jam dalam waktu enam hari per minggu adalah target yang lebih realistis," sambungnya.

Di sisi lain, penelitian sebelumnya menemukan bahwa makan antara jam 8 pagi dan 12 siang, diikuti dengan berpuasa selama 18 jam, membuat tingkat nafsu makan semakin tinggi. Kondisi bahkan dapat terkaji sepanjang hari dibandingkan dengan makan antara jam 8 pagi dan 8 malam.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS