Tragis, Biaya Berobat Penyakit karena Kebakaran Hutan Hampir Rp 2 Triliun

M. Reza Sulaiman | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Selasa, 13 Agustus 2019 | 19:24 WIB
Tragis, Biaya Berobat Penyakit karena Kebakaran Hutan Hampir Rp 2 Triliun
ISPA bisa terjadi karena paparan asap kebakaran hutan. (Shutterstock)

Suara.com - Tragis, Biaya Berobat Penyakit karena Kebakaran Hutan Hampir Rp 2 Triliun

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) menjadi salah satu penyakit karena kebakaran hutan yang paling sering dikeluhkan masyarakat terdampak. Tak main-main, ongkos dan biaya pengobatannya dinilai hampir mencapai Rp 2 triliun.

Budi Wardhana, Deputi Perencanaan dan Kerja Sama Badan Restorasi Gambut, dalan acara diskusi 'Ongkos Kesehatan dari Bencana Kebakaran Hutan dan Gambut' di KataData Forum, Selasa (13/8/2019), mengatakan berdasarkan data pemerintah, sebanyak 600 ribu orang positif mengalami ISPA sebagai dampak kebakaran hutan di Provinsi Riau pada medio 2014-2015 lalu.

Paparan polusi asap pun memengaruhi lebih dari 60 juta orang, termasuk warga negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Dikatakan Budi, biaya yang dihabiskan untuk pengobatan mencapai Rp 1,9 triliun.

"Biaya jangka panjang ini belum bisa dihitung, penelitian yang ada ini menunjukkan paparan polutan udara jangka panjang berkorelasi dengan peningkatan penyakit kronis pernafasan, penurunan kecerdasan pada anak-anak dan usia sekolah dan kardiovaskular," tutur Budi.

Selain biaya berobat, meluasnya titik api atau hotspot akibat kebakaran hutan dan gambut juga merugikan pemerintah dari sisi pembiayaan pemadaman. Diperkirakan anggaran negara terpangkas hingga Rp 2,5 triliun hanya untuk memadamkan kebakaran.

Kebakaran hutan dan lahan melanda perkebunan sawit rakyat di sejumlah titik di Desa Bukit Kerikil Bengkalis dan Desa Gurun Panjang di Dumai, Dumai Riau, Senin (25/2). [ANTARA FOTO/Aswaddy Hamid]
Kebakaran hutan dan lahan melanda perkebunan sawit rakyat di sejumlah titik di Desa Bukit Kerikil Bengkalis dan Desa Gurun Panjang di Dumai, Dumai Riau, Senin (25/2). [ANTARA FOTO/Aswaddy Hamid]

"Pemerintah Indonesia mengeluarkan dana sebesar Rp 2,5 triliun untuk pemadaman kebakaran. Jumlah ini termasuk biaya respon atau bantuan yang dikeluarkan BNPB dan pihak lain seperti Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Pekerjaaan Umum, Kementerian dan sektor usaha lainnya," ujarnya lagi.

Akibat kebakaran hutan masyarakat Riau khususnya yang terdampak ini harus merasakan pandangan yang terhalang asap dan api selama 5 bulan lamanya di sepanjang tahun 2015.

"Dampak kesehatan manusia, kerusakan produksi, distribusi perdagangan, transportasi, jasa lingkungan, dan penurunan nilai sumber daya menjadikan estimasi kerugian negara mencapai 221 triliun rupiah," jelas Budi dalam presentasinya.

Mirisnya kerugian sebesar itu belum mencangkup efek jangka panjang lainnya, seperti penurunan permukaan tanah akibat air yang terkuras oksidasi gambut, berdampak banjir, hingga hilangnya ekosistem polinasi oleh serangga dan polinator lain.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Diatasi, Kebakaran Hutan Bisa Sebabkan ISPA yang Berujung Kematian

Tak Diatasi, Kebakaran Hutan Bisa Sebabkan ISPA yang Berujung Kematian

Health | Selasa, 13 Agustus 2019 | 13:28 WIB

Pastikan Titik Api di Gunung Sumbing Padam, Tim Gabungan Lakukan Penyisiran

Pastikan Titik Api di Gunung Sumbing Padam, Tim Gabungan Lakukan Penyisiran

Jawa Tengah | Senin, 12 Agustus 2019 | 13:57 WIB

8 Polda Fokus Tangani Kebakaran Hutan

8 Polda Fokus Tangani Kebakaran Hutan

News | Rabu, 07 Agustus 2019 | 12:28 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:54 WIB