Duh, Kerusakan Paru-paru Akibat Polusi Udara Setara dengan Sebungkus Rokok

M. Reza Sulaiman, Dini Afrianti Efendi

Kamis, 15 Agustus 2019 | 15:57 WIB
Duh, Kerusakan Paru-paru Akibat Polusi Udara Setara dengan Sebungkus Rokok
Dampak tinggal di kota dengan penuh polusi udara. (Suara.com/ Peter Rotti)

Suara.com - Duh, Kerusakan Paru-paru Akibat Polusi Udara Setara dengan Sebungkus Rokok

Kualitas udara di Jakarta yang buruk karena polusi udara sempat menjadi tajuk utama beberapa pekan ke belakang. Melalui aplikasi pemantau kualitas udara, diketahui Jakarta termasuk 10 besar kota dengan kualitas udara terburuk di dunia.

Nah, penelitian terbaru yang dilakukan University of Washington, Columbia University dan University of Buffalo menyebut bahaya kerusakan paru-paru akibat polusi udara setara dengan merokok 20 batang atau satu bungkus rokok perhari.

Dalam penelitian yang diterbitkan di Journal of American Medical Association tersebut, para peneliti melihat bagaimana paparan empat zat polusi berbahaya akan memengaruhi kesehatan paru-paru. Penelitian dilakukan kepada 7.071 orang dewasa berusia 45 hingga 84 tahun yang tinggal di enam kota Amerika.

Peneliti kemudian mengukur kadar partikel halus (PM), nitrogen oksida, karbon hitam, ozon, dan udara di luar rumah para peserta serta melakukan CT scan untuk melacak perkembangan emfisema dan penurunan aktivitas paru-paru.

Emfisema adalah istilah medis terkait penyakit pernapasan kronis, penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), bronkitis kronis, dan asma yang ditemukan jadi penyebab kematian terbesar ketiga di dunia.

Peneliti mengamati peserta selama 10 tahun, yang kemudian ditemukan paparan polusi jangka panjang untuk semua jenis polutan dikaitkan dengan meningkatnya presentasi angka emfisema yang terlihat pada CT scan.

Gedung bertingkat tersamar kabut polusi udara di Jakarta, Senin (8/7). [ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat]
Gedung bertingkat tersamar kabut polusi udara di Jakarta, Senin (8/7). [ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat]

Daerah dengan kadar ozon yang tinggi diketahui memiliki peningkatan angka pengidap emfisema meningkat, dan setara dengan merokok sebungkus rokok sehari selama 29 tahun.

"Kami terkejut melihat betapa kuatnya dampak polusi udara terhadap perkembangan emfisema pada pemindaian paru-paru, sebanding dengan efek merokok, yang sejauh ini merupakan penyebab emfisema yang paling terkenal," ujar peneliti senior Dr.Joel Kaufman, University of Washington mengutip Independent, Kamis, (15/8/2019)

baca juga

Profesor ilmu lingkungan kesehatan kerja dan epidemiologi itu juga menyebutkan penting untuk benar-benar memahami apa penyebab penyakit paru-paru kronis, dan bagaimana hubungannya dengan paparan polusi udara yang sulit dihindari jadi penyebab utama.

Polusi udara atau rusaknya udara ini terjadi saat sinar UV bereaksi dengan polutan hasil bahan bakar fosil, dan prosesnya dipercepat oleh paparan udara panas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ganjil Genap Percuma, 60 Persen Polusi Udara Jakarta dari Pabrik

Ganjil Genap Percuma, 60 Persen Polusi Udara Jakarta dari Pabrik

News | Kamis, 15 Agustus 2019 | 06:30 WIB

Peningkatan Jumlah Perokok Anak Dinilai Bakal Jadi Bencana Demografi

Peningkatan Jumlah Perokok Anak Dinilai Bakal Jadi Bencana Demografi

Health | Selasa, 13 Agustus 2019 | 15:45 WIB

Dishub DKI Sosialisasi Perluasan Ganjil Genap, Warganet Masih Keberatan

Dishub DKI Sosialisasi Perluasan Ganjil Genap, Warganet Masih Keberatan

Otomotif | Selasa, 13 Agustus 2019 | 15:10 WIB

Terkini

Bye Kusam dan PIH! 4 Moisturizer Alpha Arbutin Cuma di Bawah Rp50 Ribuan

Bye Kusam dan PIH! 4 Moisturizer Alpha Arbutin Cuma di Bawah Rp50 Ribuan

Your Say | Kamis, 05 November 2026 | 21:00 WIB

7 Arti Mimpi Kecelakaan Mobil atau Motor Tapi Selamat

7 Arti Mimpi Kecelakaan Mobil atau Motor Tapi Selamat

Lifestyle | Kamis, 05 November 2026 | 20:55 WIB

Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?

Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?

News | Kamis, 05 November 2026 | 20:54 WIB

Ramai Isu Book Shaming: Saatnya Pembaca Bedakan Kritik Karya dengan Hinaan

Ramai Isu Book Shaming: Saatnya Pembaca Bedakan Kritik Karya dengan Hinaan

Your Say | Kamis, 05 November 2026 | 20:45 WIB

Pemerintah Desak Bank MNC Penuhi Hak Nasabah

Pemerintah Desak Bank MNC Penuhi Hak Nasabah

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 20:43 WIB

Keysha Angelica Riset Gestur Pelakor Lewat Medsos demi Peran Citra di Kesetiaan

Keysha Angelica Riset Gestur Pelakor Lewat Medsos demi Peran Citra di Kesetiaan

Entertainment | Kamis, 05 November 2026 | 20:40 WIB

Jika Presiden Saja Bisa Disadap, Seberapa Aman Privasi Digital Kita?

Jika Presiden Saja Bisa Disadap, Seberapa Aman Privasi Digital Kita?

Your Say | Kamis, 05 November 2026 | 20:35 WIB

Golkar Soal Kabar 6-7 Ketum Parpol Diduga Turut Disadap Listyo: Sinyal Buruk Bagi Demokrasi

Golkar Soal Kabar 6-7 Ketum Parpol Diduga Turut Disadap Listyo: Sinyal Buruk Bagi Demokrasi

News | Kamis, 05 November 2026 | 20:32 WIB

Jay Idzes Bongkar Borok Sassuolo, Kualitas Bagus Tak Cukup Tanpa Mentalitas

Jay Idzes Bongkar Borok Sassuolo, Kualitas Bagus Tak Cukup Tanpa Mentalitas

Bola | Kamis, 05 November 2026 | 20:30 WIB

Irjen Slamet Uliandi Jadi Tersangka Penyadapan, Belum Ditahan karena Sakit

Irjen Slamet Uliandi Jadi Tersangka Penyadapan, Belum Ditahan karena Sakit

News | Kamis, 05 November 2026 | 20:21 WIB

×