Alat Masih Impor, Penyebab Mahalnya Biaya Berobat ke Dokter Gigi

M. Reza Sulaiman | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Sabtu, 14 September 2019 | 10:05 WIB
Alat Masih Impor, Penyebab Mahalnya Biaya Berobat ke Dokter Gigi
Ilustrasi berobat ke dokter gigi. (Shutterstock)

Suara.com - Alat Masih Impor, Penyebab Mahalnya Biaya Berobat ke Dokter Gigi

Tingkat ketergantungan Indonesia terhadap produk impor di bidang kesehatan memang cukup tinggi, tak terkecuali dalam bidang kesehatan gigi. Pakar mengungkap, 90 persen peralatan dan bahan gigi masih sangat bergantung pada produk luar negeri.

"Saya kalau mau ungkap jumlahnya sedih, peralatan dan bahan baku yang dibuat di dalam negeri tidak sampai 10 persen angkanya, selebihnya impor," ujar Ketua Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Dr. drg. R. M. Sri Hananto Seno, Sp. BM(K) di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Selatan, Jumat (13/9/2019).

Peralatan dan bahan baku gigi impor, menjadikan harganya jauh lebih mahal dibanding bila Indonesia bisa membuatnya sendiri di dalam negeri, dengan konsep ATMP (amati, tiru, modifikasi, dan produksi). Karena terus impor harga akan terus dipengaruhi nilai tukar dolar.

Lalu apakah itu penyebab biaya ke dokter gigi mahal, dan membuat masyarakat ogah pergi berobat saat giginya sakit?

Hal ini dibenarkan Drg. Budiono Susilo, MPH. Ia menyebut bahan menambal gigi yang bolong, obat, hingga peralatan membuat biaya ke dokter gigi membengkak, terlebih jika memerlukan pengobatan tambahan.

Ilustrasi dokter gigi dan pasien. (Shutterstock)
Ilustrasi dokter gigi dan pasien. (Shutterstock)

"Jadi sebenarnya, pandangan 'ke dokter gigi mahal', sebetulnya nggak mahal, yang mahal bahannya," ujar Drg. Budiono di waktu yang bersamaan.

Kebijakan pemerintah yang masih membebankan pajak untuk peralatan medis juga jadi masalah bertambahnya biaya pengobatan. Namun terlepas permasalahan defisitnya BPJS Kesehatan, kata Drg. Budiono kini pemerintah telah menjamin seluruh pengobatan termasuk untuk gigi.

"Jadi sekarang ini sudah ada BPJS, tidak ada alasan lagi 'ah, sakit gigi mahal, kumur-kumur pakai air garam', itu dulu. Sekarang beda lagi, apalagi sekarang tidak hanya puskesmas, rumah sakit klinik swasta juga boleh, mereka memberikan pengobatan, tinggal masyarakat milihnya yang mana," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pameran IDEC Jawab Masalah Kekurangan Alat dan Obat Gigi Lokal

Pameran IDEC Jawab Masalah Kekurangan Alat dan Obat Gigi Lokal

Health | Jum'at, 13 September 2019 | 14:22 WIB

Abaikan Sakit Gigi Lebih dari Setahun, Remaja Ini Ternyata Idap Tumor

Abaikan Sakit Gigi Lebih dari Setahun, Remaja Ini Ternyata Idap Tumor

Health | Jum'at, 13 September 2019 | 16:10 WIB

Tak Perlu ke Dokter, Ini Cara Mudah Bersihkan Karang Gigi Sendiri

Tak Perlu ke Dokter, Ini Cara Mudah Bersihkan Karang Gigi Sendiri

Health | Kamis, 12 September 2019 | 09:35 WIB

Terkini

Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat

Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat

Health | Sabtu, 18 April 2026 | 21:33 WIB

Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama

Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama

Health | Sabtu, 18 April 2026 | 12:00 WIB

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 21:10 WIB

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 18:54 WIB

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 14:42 WIB

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 12:31 WIB

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Health | Kamis, 16 April 2026 | 16:45 WIB

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB