Heboh YouTuber Korea Makan Siput Mentah, Duh Hati-hati Penyakitnya!

Vika Widiastuti | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Kamis, 10 Oktober 2019 | 13:15 WIB
Heboh YouTuber Korea Makan Siput Mentah, Duh Hati-hati Penyakitnya!
Youtuber Korea makan siput hidup (Youtube/쏘영 Ssoyoung)

Suara.com - Baru-baru kembali viral YouTuber asal Korea makan siput hidup demi konten channel YouTube-nya. Aksi wanita tersebut memakan siput hidup pun lantas mendapat kecaman dari warganet.

Sebelum memulai mukbang dilansir dari Koreaboo, ia sempat beradegan seolah membangunkan siput-siput di depannya dengan memberi air. Lalu dia mengambil satu siput dan melahapnya.

Ia juga menunjukkan bahwa siput-siput di depannya masih hidup. Karena aksinya tergolong tak memikirkan risiko itulah membuat warganet mengecamnya.

"Ngomong-ngomong orang ini sebelumnya juga membuat kontroversi karena makan hati mentah, gurita hidup dan otak babi," tulis seorang netizen Korea.

"Terlalu banyak Youtuber yang hanya mencari perhatian," tulis netizen Korea.

Sebelumnya, pernah ada kasus remaja asal Australia yang nekat memakan siput hidup demi menyelesaikan tantangan temannya. Setelah makan siput hidup, remaja 19 tahun itu langsung menderita meningitis langka hingga mengalami koma.

Ia mengalami kondisi tersebut lebih dari setahun. Selama itu pula, ia hanya bisa tertidur di atas kasur karena tubuhnya lumpuh dari leher hingga ke bawah.

Bahaya makan siput hidup seperti Youtuber Korea ini (Youtube/ Ssoyoung)
Bahaya makan siput hidup seperti Youtuber Korea ini (Youtube/ Ssoyoung)

Melansir dari PRI, siput salah satu hewan air tawar berukuran kecil yang bisa menyebabkan kematian jika dikonsumsi manusia. Karena siput membawa penyakit parasit yang disebut schistosomiasis,. Penyakit ini telah menginfeksi 250 juta orang di Asiam Afrika dan Amerika Selatan.

Penyakit schistomiasis ini disebabkan oleh parasit cacing pipih yang bisa menginfeksi saluran kemih dan usus. Jika seseorang menderita penyakit ini bisa menimbulkan gejala sakit perut, diare, tinja berdarah atau darah dalam urine.

Bagi orang yang sudah terinfeksi penyakit ini dalam waktu lama, bisa mengalami kerusakan hati, gagal ginjal, infertilitas atau kanker kandung kemih. Bagi anak-anak, penyakit ini bisa menyebabkan pertumbuhan buruk dan kesulitan belajar.

Sejauh ini banyak orang yang tidak menunjukkan gejala apapun ketika menderita penyakit ini. Namun, biasanya gejala akan muncul dalam waktu 4-6 minggu setelah terinfeksi.

Sedangkan dalam waktu 12 jam setelah terinfeksi, biasanya orang akan mengeluh sensasi kesemutan atau ruam ringan karena iritasi pada titik masuk. Gejala lain dalam waktu 2-10 minggu bisa termasuk demam, batuk, diare, menggigil hingga pembesaran kelenjar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dari Anak Tanpa Vaksin ke Lonjakan Pasien Cuci Darah: Rantai Krisis Kesehatan yang Terabaikan?

Dari Anak Tanpa Vaksin ke Lonjakan Pasien Cuci Darah: Rantai Krisis Kesehatan yang Terabaikan?

News | Kamis, 23 April 2026 | 17:08 WIB

Waspada Kanker hingga Gagal Ginjal! Sudinkes Jaktim Ingatkan Bahaya Konsumsi Ikan Sapu-Sapu

Waspada Kanker hingga Gagal Ginjal! Sudinkes Jaktim Ingatkan Bahaya Konsumsi Ikan Sapu-Sapu

News | Rabu, 22 April 2026 | 14:34 WIB

Muncul Kabinet YouTuber, Ferry Irwandi dan Bobon Santoso Rebutan Posisi Kepala BGN

Muncul Kabinet YouTuber, Ferry Irwandi dan Bobon Santoso Rebutan Posisi Kepala BGN

Entertainment | Sabtu, 18 April 2026 | 18:30 WIB

Black Channel Jadi Anime TV, Kisah YouTuber Iblis Ungkap Sisi Gelap Manusia

Black Channel Jadi Anime TV, Kisah YouTuber Iblis Ungkap Sisi Gelap Manusia

Your Say | Kamis, 16 April 2026 | 10:00 WIB

Nama Besar YouTube Indonesia, Tara ArtsGema Show Guncang Marapthon!

Nama Besar YouTube Indonesia, Tara ArtsGema Show Guncang Marapthon!

Your Say | Kamis, 26 Februari 2026 | 15:49 WIB

Film Taneuh Kalaknat: Suguhkan Horor Found-Footage ala YouTuber

Film Taneuh Kalaknat: Suguhkan Horor Found-Footage ala YouTuber

Your Say | Selasa, 24 Februari 2026 | 16:30 WIB

Youtuber Bahas Pendidikan Gen Z di Era Digital: Sorotan soal Guru Honorer

Youtuber Bahas Pendidikan Gen Z di Era Digital: Sorotan soal Guru Honorer

Lifestyle | Selasa, 17 Februari 2026 | 11:28 WIB

Momen IShowSpeed Antusias Sambut Ramadan, Ajak Sang Adik Untuk Ikut Puasa

Momen IShowSpeed Antusias Sambut Ramadan, Ajak Sang Adik Untuk Ikut Puasa

Entertainment | Senin, 16 Februari 2026 | 11:37 WIB

Mengenal Ultra Low Contrast PCI, Pendekatan Tindakan Jantung yang Lebih Ramah Ginjal

Mengenal Ultra Low Contrast PCI, Pendekatan Tindakan Jantung yang Lebih Ramah Ginjal

Health | Jum'at, 06 Februari 2026 | 18:52 WIB

BPJS PBI Dinonaktifkan Sepihak, Pasien Gagal Ginjal Terkendala Cuci Darah: Ini Alasannya

BPJS PBI Dinonaktifkan Sepihak, Pasien Gagal Ginjal Terkendala Cuci Darah: Ini Alasannya

News | Kamis, 05 Februari 2026 | 10:57 WIB

Terkini

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:54 WIB

Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya

Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya

Health | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:21 WIB

Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat

Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat

Health | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:05 WIB

Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?

Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?

Health | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:35 WIB