Kondisi Medis Bayi Lahir Tanpa Kulit, Seperti di 'Perempuan Tanah Jahanam'

Vika Widiastuti | Rosiana Chozanah | Suara.com

Rabu, 23 Oktober 2019 | 07:25 WIB
Kondisi Medis Bayi Lahir Tanpa Kulit, Seperti di 'Perempuan Tanah Jahanam'
Ilustrasi bayi dilahirkan (Pixabay/9092)

Suara.com - Sutradara kenamaan Joko Anwar kembali menyuguhkan film bergenre horor setelah Pengabdi Setan, yaitu Perempuan Tanah Jahanam.

Sejak ditayangkan secara perdana pada Kamis (17/10/2019), film ini menceritakan 'petualangan' Maya (Tara Basro) dan sahabatnya, Dini (Marissa Anita), di Desa Harjosari.

Desa ini ternyata dikutuk. Setiap bayi yang lahir di desa tersebut akan terlahir tanpa kulit dan kondisi ini akan bertahan hingga mereka dewasa.

Secara medis, bayi yang dilahirkan tanpa kulit disebut dengan aplasia cutis congenita (ACC). Ini adalah kondisi kelainan kulit, ketika bayi terlahir tanpa kulit dan dengan atau tanpa struktur yang mendasarinya, seperti tulang.

Melansir NIH, paling sering kondisi ini terjadi di kulit kepala walaupun bagian tubuh lain juga dapat terpengaruh.

Film Perempuan Tanah Jahanam (Suara.com/Ema)
Film Perempuan Tanah Jahanam (Suara.com/Ema)

Berdasarkan rarediseases.org, daerah yang terkena biasanya dilapisi dengan membran tipis dan transparan. Tengkorak atau bagian lain tubuh yang terkena kondisi ini dapat terlihat dan berkembang secara tidak normal.

Hingga kini, pakar belum mengetahui penyebab pasti dari ACC dan menduga banyak faktor risiko yang berperan. Seperti faktor gen, trauma, teratogen (kerusakan embrio akibat perkembangan abnormal) dan aliran darah yang terganggu ke kulit.

Dalam beberapa kasus, menurut Genetics Home Reference, aplasia cutis congenita dapat disebabkan oleh paparan obat yang disebut methimazole sebelum lahir. Obat ini diberikan untuk mengobati kelenjar tiroid yang terlalu aktif.

Selain itu, infeksi virus tertentu pada ibu hamil dapat menyebabkan bayi terlahir dengan kondisi ini. Kasus lainnya diduga disebabkan cedera pada bayi selama perkembangan.

Ilustrasi bayi. (Shutterstock)
Ilustrasi bayi dilahirkan normal (Shutterstock)

Sebuah kasus ACC pernah ditulis dalam Journal of The Paskistan Medical Association, di mana seorang bayi laki-laki terlahir tanpa kulit kecuali di daerah sekitar hidung dan bokongnya.

Seluruh tubuh dilapisi membran yang memiliki banyak pembuluh darah terlihat di permukaannya.

Bayi kecil ini tidak memiliki kuku, rambut dan puting. Ia dilahirkan dengan berat badan sangat rendah, yaitu 1,02kg.

Setelah dilahirkan ia dirawat di inkubator, tetapi dinyatakan meninggal pada hari keempat kelahiran.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dear Pak Prabowo! Utang RI Tembus Rp7.509 Triliun, Bayi Baru Lahir Langsung Menanggung Rp26 Juta

Dear Pak Prabowo! Utang RI Tembus Rp7.509 Triliun, Bayi Baru Lahir Langsung Menanggung Rp26 Juta

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 14:50 WIB

Viral Bayi Nyaris Tertukar di RSHS Bandung, Sempat Dibawa Orang Lain

Viral Bayi Nyaris Tertukar di RSHS Bandung, Sempat Dibawa Orang Lain

Video | Senin, 13 April 2026 | 22:15 WIB

Dokter Anak Ingatkan Bahaya Jemur Bayi di Bawah Matahari Terik

Dokter Anak Ingatkan Bahaya Jemur Bayi di Bawah Matahari Terik

News | Senin, 13 April 2026 | 19:06 WIB

Viral! Bayi Nyaris Tertukar di RS Hasan Sadikin Bandung, Sempat Dibawa Orang Lain

Viral! Bayi Nyaris Tertukar di RS Hasan Sadikin Bandung, Sempat Dibawa Orang Lain

Video | Senin, 13 April 2026 | 17:40 WIB

5 Parfum Wangi Minyak Telon, Aromanya Lembut dan Bikin Tenang

5 Parfum Wangi Minyak Telon, Aromanya Lembut dan Bikin Tenang

Lifestyle | Senin, 13 April 2026 | 07:30 WIB

5 Rekomendasi Parfum Aroma Bayi dari Brand Lokal, Wangi Lembut Bikin Nyaman Seharian

5 Rekomendasi Parfum Aroma Bayi dari Brand Lokal, Wangi Lembut Bikin Nyaman Seharian

Lifestyle | Minggu, 12 April 2026 | 11:05 WIB

Kisah Pilu Bayi 4 Bulan Meninggal usai Dibiarkan 2 Jam Menangis

Kisah Pilu Bayi 4 Bulan Meninggal usai Dibiarkan 2 Jam Menangis

Entertainment | Jum'at, 10 April 2026 | 18:10 WIB

Viral Kasus Bayi Diduga Sengaja Ditukar dan Diserahkan ke Orang Lain, RS Hasan Sadikin Minta Maaf

Viral Kasus Bayi Diduga Sengaja Ditukar dan Diserahkan ke Orang Lain, RS Hasan Sadikin Minta Maaf

Entertainment | Jum'at, 10 April 2026 | 16:19 WIB

Viral! Ibu Ini Ungkap Kelalaian RS Hasan Sadikin, Bayinya Sempat Tertukar dan Dibawa Orang Lain

Viral! Ibu Ini Ungkap Kelalaian RS Hasan Sadikin, Bayinya Sempat Tertukar dan Dibawa Orang Lain

Entertainment | Jum'at, 10 April 2026 | 11:52 WIB

7 Rekomendasi Sunscreen Terbaik untuk Bayi dan Anak, Aman Dipakai si Kecil

7 Rekomendasi Sunscreen Terbaik untuk Bayi dan Anak, Aman Dipakai si Kecil

Lifestyle | Selasa, 07 April 2026 | 07:35 WIB

Terkini

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 21:10 WIB

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 18:54 WIB

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 14:42 WIB

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 12:31 WIB

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Health | Kamis, 16 April 2026 | 16:45 WIB

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB