Studi: Usia Menstruasi Pertama Pengaruhi Risiko Serangan Jantung

Rima Sekarani Imamun Nissa | Rosiana Chozanah | Suara.com

Sabtu, 16 November 2019 | 17:21 WIB
Studi: Usia Menstruasi Pertama Pengaruhi Risiko Serangan Jantung
Ilustrasi perempuan remaja alami menstruasi (shutterstock)

Suara.com - Usia ketika seorang perempuan pertama kali mengalami menstruasi ternyata dapat memengaruhi risiko serangan jantung, stroke, dan gagal jantung.

Namun, kebanyakan perempuan tidak menyadari risiko ini, kata Dr. Carl Pepine, seorang ahli jantung dan profesor kedokteran di University of Florida di Gainesville.

"Tidak hanya para wanita yang tidak menyadarinya, dokter mereka juga tidak menyadarinya. Ini tidak dicatat di sebagian besar rekam medis, yaitu 90%. Saya berpikir mereka tidak diberi tahu tentang itu," jelas Pepine, melansir Today.

Dia sekarang secara rutin bertanya kepada pasien perempuannya tentang usia menstruasi pertama mereka. Dia pun mendorong dokter yang dilatihnya untuk melakukan hal sama dan memerhatikan item ini dalam riwayat kesehatan pasien.

Berdasarkan studi yang dilakukan Pepine dan diterbitkan dalam Journal of American Heart Association, perempuan yang mulai menstruasi pertamanya di bawah usia 12 tahun memiliki risiko lebih tinggi mengalami masalah jantung.

Ilustrasi perempuan sedang alami menstruasi. [shutterstock]
Ilustrasi perempuan sedang alami menstruasi. [shutterstock]

Perempuan yang mengalami menstruasi pertama pada usia 10 tahun atau lebih muda memiliki risiko empat kali lipat lebih tinggi terkena serangan jantung, stroke, gagal jantung, dan kematian dini dibandingkan perempuan yang mulai menstruasi pada usia 12 tahun.

Mereka yang mengalami menstruasi pertama pada usia 11, 13, 14 dan 15 tahun atau lebih tua memiliki setidaknya dua kali lipat peningkatan risiko masalah jantung yang sama.

Hasil ini didasarkan pada data dari 648 wanita dewasa yang memiliki gejala penyakit jantung dan melaporkan usia ketika mereka pertama kali mulai menstruasi. Itu merupakan bagian dari penelitian yang dilakukan oleh National Heart Lung and Blood Institute.

Peneliti mengikuti kehidupan mereka selama enam tahun untuk melihat masalah jantung apa yang responden kembangkan.

Perempuan terkena serangan jantung. (Shutterstock)
Perempuan terkena serangan jantung. (Shutterstock)

Dalam penelitian lain, sempat disebutkan bahwa semakin dini seorang perempuan mulai menstruasi, semakin lama organ tubuhnya terpapar estrogen selama hidupnya.

Namun, ini tidak berhubungan dengan peningkatan penyakit jantung.

Satu petunjuknya dari kondisi ini adalah adanya tingkat dua penanda inflamasi atau peradangan pada perempuan yang mengalami menstruasi pertama sebelum atau setelah usia 12 tahun.

"Mereka tampaknya memiliki kolerasi yang sangat kuat dengan hasil yang dialami para wanita ini di kemudian hari. Ada sesuatu dalam tubuh mereka yang mengatur peradangan ini, dan peradangan ini sistemik, melibatkan pembuluh darah," jelas Pepine.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral, Pria 25 Tahun Meninggal Mendadak setelah Olahraga Futsal!

Viral, Pria 25 Tahun Meninggal Mendadak setelah Olahraga Futsal!

Health | Sabtu, 16 November 2019 | 15:45 WIB

Kenali Heat Exhaustion, Bisa Menjadi Heat Stroke jika Tak Segera Ditangani

Kenali Heat Exhaustion, Bisa Menjadi Heat Stroke jika Tak Segera Ditangani

Health | Jum'at, 15 November 2019 | 14:50 WIB

Unggah Foto Dipeluk Djaduk, Butet Ceritakan Pertemuan Setelah Masa Genting

Unggah Foto Dipeluk Djaduk, Butet Ceritakan Pertemuan Setelah Masa Genting

Jogja | Jum'at, 15 November 2019 | 13:41 WIB

Jangan Abaikan, Ini Bedanya Nyeri Dada karena Serangan Jantung dan Maag

Jangan Abaikan, Ini Bedanya Nyeri Dada karena Serangan Jantung dan Maag

Health | Kamis, 14 November 2019 | 15:19 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB