Manjujai, Budaya Minangkabau yang Ampuh Tangkal Stunting di Sumatera Barat

M. Reza Sulaiman, Risna Halidi

Rabu, 20 November 2019 | 07:35 WIB
Manjujai, Budaya Minangkabau yang Ampuh Tangkal Stunting di Sumatera Barat
Budaya Manjujai di Sumatera Barat terbukti bisa tekan angka stunting. Apa itu manjujai? (Suara.com/Risna Halidi)

Kepada Suara.com, perempuan asal Padang Panjang tersebut mengungkapkan bagaimana pola asuh manjujai terbukti dapat memperbaiki perkembangan fisik dan psikologis anak ke arah yang lebih baik.

Dimulai pada 2011 lalu ketika Helmizar melakukan penelitian terhadap sekitar 360 anak usia enam sampai sembilan bulan selama enam bulan yang tersebar di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.

Dari 360 anak yang terlibat, Helmizar membaginya ke dalam empat kelompok yaitu anak yang diberi intervensi berupa stimulasi manjujai dan MPASI (Makanan Pendamping Air Susu Ibu) berbahan dasar pangan lokal; kelompok anak yang diberi intervensi manjujai saja; anak yang diberi intervensi MPASI saja; dan anak kelompok kontrol yang tidak diberi intervensi apa-apa.

Sebagai tambahan, ada sekitar 24 jenis stimulasi manjujai yang diajarkan. Diantaranya adalah nyanyian nina bobo khas Minangkabau, tepuk ambai-ambai, daag, mari merangkak, mencari mainan, tebak suara, ayo berdiri, makan sendiri, buku pertamaku, ciluk-ba, hingga permainan tangkap bolanya.

Hasilnya, anak yang diberi intervensi manjujai dan MPASI memiliki perkembangan yang paling pesat dibanding kelompok lainnya.

"Rata-rata kenaikan tinggi badan sekitar tujuh sentimeter selama enam bulan. Dan kenaikan paling tinggi ada pada kelompok yang kita berikan MPASI dan manjujai," kata Helmizar kepada Suara.com.

Liputan Khas Bundo Kanduang di Tanah Datar, Sumatera Barat. (Suara.com/Risna Halidi)
Peneliti dan ahli gizi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Andalas Padang, Dr. Helmizar, SKM, M. Biomed, meneliti soal manfaat manjujai untuk mencegah stunting. (Suara.com/Risna Halidi)

Memasuki bulan keenam, kenaikan rata-rata panjang badan kelompok anak yang diberikan MPASI dan manjujai mencapai 6.66 cm sementara anak kelompok kontrol hanya lima sentimeter.

"Pada anak, pertambahan tinggi badan dan panjang badan adalah 12 cm setahun. Jadi ini sudah maksimal bagi mereka," kata Helmizar.

Pun dengan rerata kenaikan berat badan tertinggi ada pada kelompok MPASI dan manjujai dan terendah pada kelompok kontrol dengan rata-rata kenaikan berat badan tertinggi yaitu 6.86 kg.

baca juga

Bukan hanya perkembangan fisik, manjujai juga dianggap dapat memberikan dampak positif yang lain. Lewat penelitiannya, Helmizar juga menggandeng psikolog yang bekerja di awal dan di akhir penelitian.

"Perkembangan anak kami ukur dengan alat diagnosis psikologi yang disebut Bayley Scales untuk melihat empat perkembangan dasar yaitu perkembangan kognitif, motorik halus, motorik kasar hingga bahasa."

Untuk kenaikan fungsi kognitif, anak yang diberi intervensi manjujai dan MPASI mengalami rerata kenaikan motorik sampai 21.38 point sementara kelompok manjujai berada diurutan medua dengan skor 18.89 point, disusul kelompok MPASI dengan 16.04 point dan kelompok kontrol dengan 15.21 point.

"ini signifikan sekali. Secara teoritis ini sesuai dengan apa yang kami pelajari bahwa anak yang diberikan makanan memikiki energi untum bergerak dan anak yang diberikan stimulasi manjujai akan lebih aktif karena menggunakan semua organ motoriknya," tambah Helmizar.

Ingin tahu lebih lengkap soal manjujai dan dampaknya pada pencegahan stunting? Simak di halaman selanjutnya ya!

Manjujai, Senjata Lokal Melawan Epidemi Stunting

Isu stunting terus diputar bagai kaset lama. Pada perayaan Hari Kesehatan Nasional, Selasa, (12/11/2019), Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Dr. Terawan Agus Putranto mengatakan pemerintah berhasil menurunkan angka stunting sampai 10 persen selama lima tahun terakhir.

Jika dibandingkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 dimana stunting mencapai angak 30.8 persen, maka angka stunting nasional telah turun menjadi 27.67 persen berdasarkan Prevalensi Data Stunting 2019 yang dirilis pertengahan Oktober 2019 lalu.

Meski turun, angka tersebut masih terbilang tinggi dan belum memenuhi angka ambang batas yang ditetapkan WHO sebesar 20 persen.

Di sisi lain, Helmizar mengaku penelitiannya bisa menjadi bukti bahwa kerusakan akibat stunting dapat diminimalisir melalui pemberian MPASI berbasis pangan lokal serta kebiasaan baik seperti manjujai.

Ia bercerita, saat dirinya memulai penelitian pada 2011 lalu, Kabupaten Tanah Datar memiliki prevalanesi stunting sampai 45 persen. "Waktu itu sedang tinggi-tingginya masalah stunting karena stunting itu kekurangan gizi kronis yang sudah lama. Walau harusnya intervensi ada sejak masa kehamilan," tambah Helmizar.

Dari total seluruh anak yang masuk dalam penelitiannya, Helmizar mencatat angka rerata kebutuhan nutrisi anak yang telah terpenuhi di awal penelitian baru mencapai 60 persen.

Liputan Khas Bundo Kanduang di Tanah Datar, Sumatera Barat. (Suara.com/Risna Halidi)
Liputan Khas Bundo Kanduang di Tanah Datar, Sumatera Barat. (Suara.com/Risna Halidi)

Jadi ia membutuhkan tenaga ekstra sampai 40 persen agar anak-anak tersebut dapat tumbuh kembang secara maksimal.

Ia sadar, pencegahan stunting harus dilakukan sedini mungkin bahkan ketika anak masih dalam kandungan. Tapi dengan intervensi di awal setelah kelahiran, ia berharap adanya perbaikan status gizi anak, yang pada akhirnya, memperbaiki kualitas hidup anak-anak tersebut.

"Tentu kita terus cari solusi bagaimana masalah stunting ini, anak-anak kita berikan pangan lokal dan orangtua diajarkan mengasuh anak dari manjujai," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lebih Dekat dengan Bundo Kanduang, Ibu Sejati Masyarakat Minangkabau

Lebih Dekat dengan Bundo Kanduang, Ibu Sejati Masyarakat Minangkabau

Health | Selasa, 19 November 2019 | 09:00 WIB

Sanitasi Buruk, Faktor Penyebab Stunting yang Masih Sering Diabaikan

Sanitasi Buruk, Faktor Penyebab Stunting yang Masih Sering Diabaikan

Health | Senin, 18 November 2019 | 19:35 WIB

Selain Nutrisi, Akses Sanitasi & Kebersihan juga Berkaitan dengan Stunting

Selain Nutrisi, Akses Sanitasi & Kebersihan juga Berkaitan dengan Stunting

Health | Senin, 04 November 2019 | 20:49 WIB

Terkini

Ketika Pemimpin Tak Percaya Pakar, Bagaimana Negara Menentukan Arah?

Ketika Pemimpin Tak Percaya Pakar, Bagaimana Negara Menentukan Arah?

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 14:00 WIB

Dari A- ke Selective Default, Rating ADHI Ambruk dalam 6 Bulan

Dari A- ke Selective Default, Rating ADHI Ambruk dalam 6 Bulan

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 13:42 WIB

5 Rekomendasi Kompor Portable yang Bagus dan Aman, Harga Mulai Rp100 Ribuan

5 Rekomendasi Kompor Portable yang Bagus dan Aman, Harga Mulai Rp100 Ribuan

Lifestyle | Sabtu, 19 September 2026 | 13:42 WIB

Gigabyte Resmi Masuk Indonesia, Bawa AI yang Bisa Atur Laptop Lewat Suara

Gigabyte Resmi Masuk Indonesia, Bawa AI yang Bisa Atur Laptop Lewat Suara

Tekno | Sabtu, 19 September 2026 | 13:40 WIB

Bela Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup, Luke Vickery: Saya Ingin Main di Panggung Internasional

Bela Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup, Luke Vickery: Saya Ingin Main di Panggung Internasional

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 13:37 WIB

5 Cara Bersosialisasi Tanpa Kehabisan Energi untuk Kaum Introvert

5 Cara Bersosialisasi Tanpa Kehabisan Energi untuk Kaum Introvert

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 13:30 WIB

Sidang Yogi Gilang Arya: Internet Jadi Kasus Hukum Justru Dipakai Polres Mentawai

Sidang Yogi Gilang Arya: Internet Jadi Kasus Hukum Justru Dipakai Polres Mentawai

Sumbar | Sabtu, 19 September 2026 | 13:27 WIB

Tragedi KM Virgo Transport 8: Tim DVI Polda Jatim Kantongi 76 Data Ante Mortem

Tragedi KM Virgo Transport 8: Tim DVI Polda Jatim Kantongi 76 Data Ante Mortem

Jatim | Sabtu, 19 September 2026 | 13:25 WIB

5 Sepatu Lari Lokal yang Cocok untuk Maraton, Ada di Bawah Rp1 Juta

5 Sepatu Lari Lokal yang Cocok untuk Maraton, Ada di Bawah Rp1 Juta

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 13:25 WIB

Intip Rundown Konser Tiffany Young di Jakarta Hari Ini, Ada Soundcheck hingga Hi-Bye

Intip Rundown Konser Tiffany Young di Jakarta Hari Ini, Ada Soundcheck hingga Hi-Bye

Entertainment | Sabtu, 19 September 2026 | 13:17 WIB

×