Idol Kpop HyunA Punya Gangguan Panik, Ini Bedanya dengan Fobia

Rima Sekarani Imamun Nissa | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Sabtu, 30 November 2019 | 08:05 WIB
Idol Kpop HyunA Punya Gangguan Panik, Ini Bedanya dengan Fobia
HyunA. (Instagram/@hyunah_aa)

Suara.com - Sebelum didiagnosis sinkop vasovagal, idol Kpop HyunA pernah didiagnosis depresi dan gangguan panik pada 2016 silam.

HyunA pun membahas tentang gangguan paniknya ketika menceritakan penyakitnya sekarang, sinkop vasovagal. Ia mengaku sempat tak percaya ketika pertama kali didiganosis memiliki masalah kesehatan mental.

"Pertama kali aku pergi ke rumah sakit pada tahun 2016 bahwa saya sakit mental. Seperti halnya ketika sakit fisik, saya harus minum obat. Saya adalah orang yang sangat tangguh sehingga saya sempat tidak percaya didiagnosis depresi dan gangguan panik. Saya tidak bisa mempercayainya selama setahun," potongan tulisan HyunA di Instagram.

Perlu diketahui gangguan panik adalah kondisi yang tergolong dalam gangguan kecemasan. Kondisi ini ditandai dengan terjadinya secara panik tiba-tiba dan secara berulang.

Tetapi, seringkali orang salah mengira gejala gangguan panik sebagai fobia. Hal itu karena gejala gangguan panik dan fobia memang serupa, termasuk rasa takut hebat, perasaan cemas dan serangan panik. Padahal dua hal tersebut sebenarnya jelas berbeda.

Melansir dari verywellhealth.com, fobia didefinisikan sebagai ketakutan tanpa henti terhadap objek atau situasi tertentu. Ketakutan terkait dengan fobia melampaui perasaan tidak suka atau tidak nyaman.

Ilustrasi kesehatan jiwa, kesehatan mental (Shutterstock)
Ilustrasi kesehatan jiwa, kesehatan mental (Shutterstock)

Seseorang dengan fobia sangat takut pada objek atau situasi, jauh melampaui ancaman bahaya yang ditimbulkannya. Contohnya, banyak orang takut laba-laba tapi orang yang fobia laba-laba akan berusaha keras menghindarinya hingga perilakunya dianggap tidak masuk akal.

Perbedaan gangguan panik dan fobia

Serangan panik seperti gemetar, sesak napas, dan keringat berlebih merupakan gejala umum dari gangguan panik dan fobia. Namun, pemicu gejala ini berbeda untuk setiap kondisi.

Orang yang memiliki fobia akan mengalami kepanikan dan kecemasan ketika memikirkan atau ketakutan. Sedangkan, gejala gangguan panik biasanya dipicu oleh rasa takut tertentu.

Biasanya orang dengan gangguan panik juga mengalami serangan panik secara tak terduga dan seringkali terjadi berulang. Adapun gejala yang berbeda antara gangguan panik dan fobia antara lain:

Gangguan panik

  1. Jantung berdebar cepat
  2. Keringat berlebihan dan gemetar
  3. Napas pendek dan sensasi mencekik
  4. Serangan panik mendadak dan berulang
  5. Takut datanganya serangan panik berikutnya

Fobia

  1. Pusing, gemetar dan detak jantung meningkat
  2. Sesak napas dan rasa tidak nyata
  3. Ketakutan ekstrem irasional terhadap situasi, makhluk hidup, tempat dan objek
  4. Panik ketika memikirkan atau mengalami ketakutan irasional

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Belajar dari Sinkop Vasovagal HyunA, Begini Cara Menolongnya saat Pingsan

Belajar dari Sinkop Vasovagal HyunA, Begini Cara Menolongnya saat Pingsan

Health | Jum'at, 29 November 2019 | 19:35 WIB

HyunA Idap Sinkop Vasovagal, Ternyata Ini Penyebab dan Faktor Risikonya

HyunA Idap Sinkop Vasovagal, Ternyata Ini Penyebab dan Faktor Risikonya

Health | Jum'at, 29 November 2019 | 18:05 WIB

Sinkop Vasovagal yang Dialami HyunA Ternyata Cukup Umum!

Sinkop Vasovagal yang Dialami HyunA Ternyata Cukup Umum!

Health | Jum'at, 29 November 2019 | 16:55 WIB

Akui Mengalami Gangguan Mental, HyunA: Aku Tak Tahu Aku Sakit

Akui Mengalami Gangguan Mental, HyunA: Aku Tak Tahu Aku Sakit

Health | Jum'at, 29 November 2019 | 15:59 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB