Selain Turunkan Berat Badan, Puasa Juga Bisa Tangkal Penuaan Dini Lho!

M. Reza Sulaiman

Senin, 30 Desember 2019 | 06:25 WIB
Selain Turunkan Berat Badan, Puasa Juga Bisa Tangkal Penuaan Dini Lho!
Ilustrasi penuaan dini. (Shutterstock)

Suara.com - Selain Turunkan Berat Badan, Puasa Juga Bisa Tangkal Penuaan Dini Lho!

Kabar gembira bagi Anda yang membutuhkan alasan lebih untuk menjalani puasa. Bukan hanya bagian dari bentuk ibadah, puasa juga dianggap baik untuk kesehatan dan dapat menangkal penuaan.

Bukan kaleng-kaleng, klaim tersebut dikeluarkan oleh tim peneliti dari kampus ternama Amerika Serikat, John Hopkins University.

Puasa dengan alasan kesehatan atau ibadah, dan dilakukan sekitar delapan jam atau lebih, dikatakan dapat memperbaiki sistem metabolisme seseorang.

Pada satu titik, proses perbaikan metabolisme tersebut diklaim dapat memperlambat proses penuaan.

Sang pemimpin penelitian, Professor Mark Mattson yang juga seorang pakar neurosains, telah meneliti efek dari puasa selama dua puluh tahun lebih.

"Kita ada dalam titik transisi di mana puasa secara cepat atau lambat dapat masuk dalam kurikulum kesehatan dan memiliki standar masukan dalam diet sehat dan kebugaran," kata Prof Mattson kepada SWNS.

Temuan yang dipublikasikan dalam The New England Journal of Medicine, menunjukan bahwa puasa dapat merangsang metabolisme.

Metabolisme sendiri merupakan proses dimana sel dalam tubuh berubah menjadi bahan bakar yang kemudian mengubah lemak menjadi energi.

baca juga

Selain mengubah lemak menjadi energi, puasa juga terkait dengan menurunnya tekanan darah, kolesterol dan mengistirahatkan kerja jantung. Puasa juga mampu mengontrol kadar gula dalam darah, meningkatkan kemampuan antistres dan menurunkan risiko peradangan.

Meski demikian, tim juga mengakui gaya konsumsi yang berubah saat berpuasa akan sangat menantang, terutama bagi mereka para pemula.

"Orang harus diberi tahu bahwa merasa lapar adalah hal yang lumrah dan dapat hilang dalam waktu dua minggu setelah sebulan dilakukan karena badan dan otak telah terbiasa dengan kebiasaan baru," kata Prof Mattson lebih lanjut.

ilustrasi puasa (Shutterstock)
ilustrasi puasa (Shutterstock)

Ia sendiri fokus dengan dua jenis puasa. Puasa jenis pertama adalah makan dalam waktu enam sampai delapan jam lalu dilanjutkan dengan puasa 16 sampai 18 jam, serta puasa jenis 5:2.

Puasa 5:2 memungkinkan orang untuk makan secara normal dalam lima hari seminggu lalu mengurangi asupan makanan sampai 500 kalori bagi perempuan dan 600 kalori pada laki-laki selama dua hari.

Konsep puasa 5:2 ini diperkenalkan oleh Dr Michael Mosley pada 2012 lalu. Dalam sebuah acara di BBC, Dr Mosley mengatakan konsep puasa 5:2 adalah cara yang mudah membiasakan puasa.

Menurut seorang nutrisionis asal Australia, Rick Hay, diet puasa 5:2 mudah dilakukan terutama mereka yang berusia di atas 40 tahun.

"Saya rasa ini sangat baik bagi perempuan dan laki-laki di usia 40 tahunan yang mungkin kesulitan melakukan diet dan belum pernah mencoba cara ini. Jika anda tidak terlalu suka hal diet dan menghitung kalori seminggu penuh, maka ini baik karena anda hanya lerlu menghitung dua kali dalam seminggu," kata penulis buku The Anti Ageing Food & Fitness Plan tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Meski Dikonsumsi Sesuka Hati, Makanan Ini Tidak Akan Bikin Gemuk

Meski Dikonsumsi Sesuka Hati, Makanan Ini Tidak Akan Bikin Gemuk

Health | Sabtu, 28 Desember 2019 | 08:04 WIB

Benarkah Roti Gandum Bantu Turunkan Berat Badan? Ini Penjelasannya

Benarkah Roti Gandum Bantu Turunkan Berat Badan? Ini Penjelasannya

Health | Jum'at, 27 Desember 2019 | 07:55 WIB

Tanda Anak Alergi Susu Sapi, Punya Tinggi dan Berat Badan yang Lebih Rendah

Tanda Anak Alergi Susu Sapi, Punya Tinggi dan Berat Badan yang Lebih Rendah

Health | Kamis, 26 Desember 2019 | 15:49 WIB

Terkini

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB