China Terserang Wabah Pneumonia Misterius, Puluhan Orang Terjangkit

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah | Suara.com

Minggu, 05 Januari 2020 | 18:00 WIB
China Terserang Wabah Pneumonia Misterius, Puluhan Orang Terjangkit
Ilustrasi foto rontgen paru-paru. (Shutterstock)

Suara.com - Wabah pneumonia misterius tengah menjangkit puluhan orang di pusat kota Wuhan, China. Pihak berwenang China pun memerintahkan penyelidikan terkait kasus ini.

Sebanyak 44 kasus telah dilaporkan sejauh ini, 11 di antaranya dianggap parah, kata pemerintah setempat pada Jumat (3/1/2020) kemarin.

Wabah ini mendorong Singapura dan Hong Kong untuk melakukan penyaringan bagi wisatawan dari kota tersebut. Orang-orang juga takut wabah ini berkaitan dengan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) atau Sindrom Pernapasan Akut Parah.

SARS, penyakit yang disebabkan oleh virus mematikan mirip flu ini sebelumnya juga pernah mewabah di China dan merebak di seluruh dunia hingga menewaskan 700 orang pada 2002 hingga 2003 lalu.

Merebaknya pneumonia ini pun memunculkan spekulasi di media sosial tentang kemungkinan adanya hubungan dengan penyakit yang sangat menular.

Namun, lapor BBC, polisi Wuhan secara sigap telah menciduk 8 orang yang menyebarkan berita bohong tersebut.

Ilustrasi pneumonia [shutterstock]
Ilustrasi pneumonia [shutterstock]

Dalam pernyataan situs resmi Komisi Kesehatan Wuhan, mereka telah memberi pengecualian pada sejumlah sumber infeksi, termasuk influenza, flu burung dan penyakit pernapasan umum. Tetapi mereka tidak menyebut SARS.

Data juga menunjukkan, tidak ada penularan antar manusia dalam kasus ini. Tetapi, menurut catatan, sejumlah orang yang terinfeksi bekerja di pasar seafood di kota itu. Membuat pemerintah harus menstrerilkan area tersebut.

Juru bicara dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan mereka telah mengetahui wabah ini dan sudah melakukan kontak langsung dengan pemerintah China.

"Ada banyak penyebab potensial dari (merebaknya) virus pneumonia, banyak di antaranya lebih umum dari coronavirus sindrom pernapasan akut (atau SARS)," tambah juru bicara WHO.

WHO juga mengatakan mereka akan memantau kasus ini dan akan membagikan rincian lebih lanjut dari data yang mereka miliki.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mahfud MD Keras soal Natuna: Indonesia Tak Negosiasi dengan China

Mahfud MD Keras soal Natuna: Indonesia Tak Negosiasi dengan China

News | Minggu, 05 Januari 2020 | 14:00 WIB

China Dilanda Wabah Misterius, Diklaim Mirip SARS

China Dilanda Wabah Misterius, Diklaim Mirip SARS

Health | Minggu, 05 Januari 2020 | 13:21 WIB

Khawatir Direbut China, Natuna Bakal Dijadikan Provinsi?

Khawatir Direbut China, Natuna Bakal Dijadikan Provinsi?

News | Minggu, 05 Januari 2020 | 06:57 WIB

Ini Respons Istana soal Adanya Usulan Natuna jadi Provinsi

Ini Respons Istana soal Adanya Usulan Natuna jadi Provinsi

News | Minggu, 05 Januari 2020 | 00:30 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB