Pakar Sarankan untuk Beri Edukasi Seksual pada Anak Sejak Dini

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah | Suara.com

Minggu, 05 Januari 2020 | 18:30 WIB
Pakar Sarankan untuk Beri Edukasi Seksual pada Anak Sejak Dini
Ilustrasi kesehatan reproduksi perempuan, (Shutterstock)

Suara.com - Edukasi seksual memang penting diajarkan kepada anak-anak. Bahkan, beberapa pakar merekomendasikan untuk melakukannya sejak dini.

"Manusia adalah makhluk sosial sejak mereka dilahirkan," kata kepala eksekutif di Rutgers University, Dan Rice.

Mungkin Anda merasa sangsi saat membacanya, namun, Rice memiliki alasan untuk itu.

Seiring perkembangan, anak-anak sudah mencoba untuk memproses dunia mereka dan tubuh mereka adalah bagian penting dari hal itu.

Bukan berarti hanya mengajarkan tentang bagaimana tubuh mereka berkembang, tetapi juga mengajarkan tentang batasan pada tubuh mereka dan siapa yang bisa atau tidak bisa menyentuhnya.

"Anak-anak berusaha memahami bagian tubuh mereka dan perasaan mereka. Itu semua terasa membingungkan," tutur Nora Gelperin, ketua Sexuality Education for Advocates for Youth.

Ilustrasi organ reproduksi perempuan (Shutterstock)

Berikut beberapa cara mengajarkan edukasi seksual kepada anak-anak, dilansir dari Insider.

1. Penyebutan anatomi tubuh secara gamblang

Beberapa orangtua akan menggunakan kata imut untuk menyebut organ reproduksi. Namun, ini membuat mereka merasa istilah yang sebenarnya tidak boleh digunakan dan mereka harus malu atas bagian tubuh tersebut.

"Anda menyebut hidung dengan hidung dan siku dengan siku. Jadi, ketika Anda berbicara tentang vulva atau penis, Anda juga harus menyebutnya demikian," jelas Rice.

Sementara itu, Gelperin merekomendasikan untuk memanfaatkan waktu mandi atau mengganti popok sebagai kesempatan untuk berlatih memberi nama bagian tubuh dengan si kecil.

Dengan begitu, jelasnya, ketika mereka terus tumbuh dan menjadi pandai berbicara, mereka sudah mengetahui kosakata tersebut untuk melakukan percakapan terbuka tentang tubuh mereka.

Mengajari anak untuk menyebut bagian tubuh secara tepat adalah langkah aman, karena 'predator' sering memangsa anak patuh yang kemungkinan tidak tahu kata 'vagina' atau 'penis'.

Menurut Gelperin, anak yang tidak bisa menyebut bagian tubuh pribadi ini secara akurat cenderung dilaporkan atas kasus pelecehan.

"Anda tidak perlu menununjukkan gambaran secara detail. Beri nama saja dan jelaskan bahwa wajar dan tidak apa-apa untuk menanyakan fungsi dari bagian tubuh tersebut," sambungnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jika Ada Tanda Ini pada Miss V, Segera Periksa ke Dokter

Jika Ada Tanda Ini pada Miss V, Segera Periksa ke Dokter

Health | Senin, 23 Desember 2019 | 21:00 WIB

Dari Vagina Barbie hingga Reptil, 4 Operasi Plastik Teraneh Sepanjang 2019

Dari Vagina Barbie hingga Reptil, 4 Operasi Plastik Teraneh Sepanjang 2019

Lifestyle | Sabtu, 21 Desember 2019 | 10:00 WIB

Aman, Teknik Water Birth Teruji Membuat Komplikasi Lebih Rendah

Aman, Teknik Water Birth Teruji Membuat Komplikasi Lebih Rendah

Health | Rabu, 11 Desember 2019 | 12:08 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB