Fakta Ilmiah Dibalik Perasaan Cinta, Benarkah Cuma Pengaruh Hormon?

M. Reza Sulaiman | Suara.com

Senin, 17 Februari 2020 | 15:44 WIB
Fakta Ilmiah Dibalik Perasaan Cinta, Benarkah Cuma Pengaruh Hormon?
Ilustrasi oksitosin alias hormon cinta. (Shutterstock)

Suara.com - Fakta Ilmiah Dibalik Perasaan Cinta, Benarkah Cuma Pengaruh Hormon?

Cinta merupakan salah satu emosi paling kuat yang dirasakan manusia. Frasa rela melakukan apa saja demi cinta bukan omong kosong. Seseorang relah letih, capek, bahkan melakukan kejahatan demi rasa cinta kepada orang lain.

Cinta sering didefinisikan sebagai perasaan kasih sayang yang kuat atau konstan. Tetapi apakah Anda tahu bahwa itu juga merupakan proses fisik di otak yang dipicu oleh hormon yang disebut oksitosin?

Ya, para ahli mengatakan ada interaksi yang sangat kompleks antara hormon dan perilaku kita. Oksitosin, atau yang juga lazim disebut hormon cinta, bisa membuat Anda melakukan hal-hal tak terduga.

"Ketika seseorang tersenyum tulus kepada Anda, otak Anda segera merasakan ketulusan dan memerintahkan kelenjar pituitari posterior Anda untuk melepaskan oksitosin, yang merupakan hormon vital yang terlibat dalam interaksi sosial dan ikatan pada manusia," kata Dr. Cagri Gulumser, seorang dokter kandungan yang praktik di ibu kota Turki, Ankara, dilansir Anadolu Agency.

Cagri mengatakan bahwa apa yang umumnya orang gambarkan sebagai daya tarik atau 'getaran positif' sebenarnya adalah pertukaran oksitosin yang membuat orang merasakan emosi satu sama lain. Emosi yang muncul ini di antaranya adalah kebahagiaan, rasa sakit, dan cinta.

Oksitosin disebut sebagai protein dan nanopeptida yang bertindak sebagai hormon sekaligus sebagai neurotransmitter.

Sebenarnya peran oksitosin dalam kehidupan kita jauh lebih besar daripada sebatas senang dan bahagia atas pasangan. Hormon ini menurut pakar, memengaruhi semua jenis hubungan sosial.

Mengapa orang pintar sulit jatuh cinta. (Shutterstock)
ilustrasi perasaan cinta. (Shutterstock)

Dalam sebuah wawancara dengan Australian Broadcasting Corporation (ABC), Larry Young, profesor neurobiologi perilaku sosial di Emory University Atlanta, mencontohkan sebuah eksperimen pada tikus yang disebut 'prairie voles'.

Selama percobaan, tikus yang diberikan oksitosin membentuk semacam kecanduan pada pasangannya.

"Menindaklanjuti percobaan kami pada hewan, orang-orang mulai bertanya, apa yang terjadi jika Anda memberikan oksitosin kepada manusia? Dan studi awal menemukan bahwa itu membuat orang lebih sering melihat ke mata dan ke wajah," urai Young.

Young mengatakan oksitosin menarik perhatian mereka pada isyarat sosial dan membantu mereka membaca emosi orang lain.

"Bahkan ada data yang menunjukkan bahwa oksitosin bertindak di area otak yang sama seperti pada masa kecil kita untuk membuat pasangan kita menjadi lebih menarik bagi kita. Hormon itu tidak hanya terlibat dalam ikatan, tetapi juga benar-benar menyesuaikan diri dengan dunia sosial di sekitar kita," tutupnya. [Anadolu Agency]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terapi Hormon Transgender Bisa Pengaruhi Kesehatan Mental, Benarkah?

Terapi Hormon Transgender Bisa Pengaruhi Kesehatan Mental, Benarkah?

Health | Kamis, 13 Februari 2020 | 14:18 WIB

Cara Youtuber Edho Zell Ungkapkan Rasa Cinta, Bisa Ditiru di Hari Valentine

Cara Youtuber Edho Zell Ungkapkan Rasa Cinta, Bisa Ditiru di Hari Valentine

Lifestyle | Minggu, 09 Februari 2020 | 17:30 WIB

Faktor Genetik Pengaruhi Kebahagiaan Pernikahan, Ini Alasannya!

Faktor Genetik Pengaruhi Kebahagiaan Pernikahan, Ini Alasannya!

Health | Rabu, 29 Januari 2020 | 15:57 WIB

Terkini

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:34 WIB

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:59 WIB

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:56 WIB

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:05 WIB

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:46 WIB

Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia

Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 10:53 WIB

4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius

4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:58 WIB

Hantavirus Apakah Sudah Ada di Indonesia? Ini Fakta dan Risiko Penularannya

Hantavirus Apakah Sudah Ada di Indonesia? Ini Fakta dan Risiko Penularannya

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:20 WIB

Hantavirus Mirip Flu? Ketahui Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya

Hantavirus Mirip Flu? Ketahui Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:06 WIB