Hits: Diagnosis Covid-19 dalam 15 Menit, Masturbasi Pengganti Meditasi

Vania Rossa
Hits: Diagnosis Covid-19 dalam 15 Menit, Masturbasi Pengganti Meditasi
Virus Corona Covid-19 masih menjadi momok di China, dengan jumlah korban terus mengalami peningkatan. (Shutterstock)

Sekarang, diagnosis virus corona Covid-19 bisa dilakukan dalam waktu 15 menit, lho!

Suara.com - Kabar baik dari dunia kesehatan, kini tersedia test kit yang mampu mendiagnosis virus corona Covid-19 dalam hitungan 15 menit saja. Universitas Nankai di China berhasil mengembangkan kit uji cepat virus corona dalam waktu yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan tes sebelumnya.

Dan buat Anda yang ingin sehat dengan cara meditasi namun tak mampu berdiam diri berlama-lama, mungkin bisa coba cara yang dilakukan aktris dan komedian asal Amerika, Chelsea Handler. Ia mengaku melakukan masturbasi sebagai pengganti meditasi. Wow, bagaimana caranya?

1. Pasien Terduga Terinfeksi COVID-19 Kini Dapat Didiagnosis dalam 15 Menit

Virus Corona Covid-19 masih menjadi momok di China, dengan jumlah korban terus mengalami peningkatan. (Shutterstock)
Virus Corona Covid-19 masih menjadi momok di China, dengan jumlah korban terus mengalami peningkatan. (Shutterstock)

Dalam mendiagnosis apakah seseorang terinfeksi virus corona baru atau COVID-19 memerlukan waktu yang cukup lama. Namun sekarang ada test kit yang mampu mendiagnosis COVID-19 dalam hitungan 15 menit saja.

Dilansir World of Buzz dari Straits Times, Universitas Nankai di China berhasil mengembangkan kit uji cepat virus corona. Kit ini mampu mengidentifikasi apakah pasien yang dicurigai terinfeksi virus corona dalam waktu yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan tes sebelumnya.

Baca selengkapnya

2. Aktris Amerika Ini Mengganti Meditasi dengan Masturbasi, Apa Manfaatnya?

Chelsea Handler (Instagram/ChelseaHandler)
Chelsea Handler (Instagram/ChelseaHandler)

Aktris dan komedian asal Amerika, Chelsea Handler, mengaku dirinya akan melakukan masturbasi sebagai pengganti meditasi.

"Meditasi selalu membuatku kesal, dan orang-orang yang berbicara tentang meditasi membuatku kesal. Aku mencoba dengan psikiaterku beberapa kali.. Terkadang aku (menggantinya) hanya dengan masturbasi," kata Handler, kepada Health.

Baca selengkapnya

3. Agar Tinggi Badan Anak Optimal, Ajak Ia Lakukan 5 Kegiatan Ini

Tinggi badan anak. (Shutterstock)
Tinggi badan anak. (Shutterstock)

Tinggi badan anak memang sangat dipengaruhi oleh faktor genetik. Tapi, ternyata itu bukan satu-satunya faktor yang mempengaruhi. Bagi Anda orangtua yang tidak tinggi, jangan khawatir. Tinggi badan anak Anda masih bisa dioptimalkan dengan faktor-faktor eksternal lainnya, misalnya diet, olahraga, dan aktivitas lainnya.

Anak-anak cenderung tumbuh tinggi dengan kecepatan yang cukup stabil, sekitar 6 hingga 7 sentimeter setiap tahunnya. Demikian dikutip dari laman Kids Health.

Baca selengkapnya

4. DBD Masih Tinggi, Perlukah Lebih Khawatir Dibanding Virus Corona?

Nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus yang menularkan virus dengue. (Sumber: Shutterstock)
Nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus yang menularkan virus dengue. (Sumber: Shutterstock)

 DBD Masih Tinggi, Perlukah Lebih Khawatir Dibanding Covid-19?

Meski menurun dibanding tahun lalu, jumlah kasus dan angka kematian DBD di Indonesia tahun ini masih terhitung cukup tinggi, yakni 7.079 kasus dan 52 kematian. Bahkan salah satu wilayah, yaitu Kabupaten Sikka di Nusa Tenggara Timur, sudah ditetapkan adanya kejadian luar biasa (KLB) dengan angka kasus dan kematian yang terus meningkat.

Baca selengkapnya

5. MenPPPA Soal Skull Breaker Challenge di Tik Tok, Kasihan Sekali

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (MenPPPA) Bintang Puspayoga. (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (MenPPPA) Bintang Puspayoga. (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)

MenPPPA Soal Skull Breaker Challenge di Tik Tok,  Kasihan Sekali

Tren tantangan Skull Breaker Challenge memang tengah ramai di lini masa. Khususnya saat paltform Tiktok yang semakin digandrungi, jadi aplikasi yang ramai digunakan untuk menyebar tren ini.

Tantangan ini memang selayaknya sebuah prank, dimana korban prank atau kejahilan kakinya akan dijegal saat ia sedang melompat. Alhasil, saat mereka tidak bisa menangkapnya, kepala si korban akan langsung membentur lantai, dan akibatnya bisa fatal. Mirisnya, challenge ini banyak ditiru anak-anak.

Baca selengkapnya

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS