Berenang Bareng Pria Bikin Wanita Hamil, Seksolog: Pernyataan yang Keliru

Minggu, 23 Februari 2020 | 16:44 WIB
Berenang Bareng Pria Bikin Wanita Hamil, Seksolog: Pernyataan yang Keliru
Ilustrasi perempuan berenang (Shutterstock)

Suara.com - Anggota Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Siti Hikmawatty yang memberi pernyataan memicu kontroversi di masyarakat akhirnya meminta maaf.

"Saya meminta maaf kepada publik karena memberikan statemen yang tidak tepat," kata Sitti Hikmawatty kepada Suara.com, Minggu (23/2/2020).

Hikma menegaskan bahwa pernyataan tersebut mewakili pribadinya, bukan KPAI secara kelembagaan.

Pernyataannya tentang perempuan memiliki kemungkinan hamil apabila berenang bersama pria pun langsung mengundang berbagai komentar dari berbagai pihak, salah satunya seksolog dr. Oka Negara.

Menurut sang dokter, dikutip dari BaritaBali.com - jaringan Suara.com, yang disampaikan oleh Hikma adalah pernyataan yang keliru.

"Jadi begini, sekali lagi harus diingat kembali pelajaran biologi tentang reproduksi dasar manusia, bahwa kehamilan alamiah itu baru bisa terjadi jika dilakukan lewat hubungan seksual antara laki-laki dan perempuan," tuturnya.

Ilustrasi sperma (Shutterstock)

Kalaupun terjadi tanpa hubungan seksual, tambahnya, umumnya dibantu dengan teknologi.

"Jadi bukan alamiah, misalnya inseminasi dan bayi tabung."

Ia juga menjelaskan, satu-satunya cara agar perempuan dapat hamil adalah apabila sang perempuan dan pasangan laki-lakinya berhubungan intim di kolam.

Baca Juga: Sitti Hikmawatty: Pernyataan Saya soal Wanita Berenang Bisa Hamil Tak Tepat

"Jika tidak ada terjadi hubungan seksual ya bisa dipastikan mustahil terjadi kehamilan."

Pasangan di kolam (Freepik)
Pasangan di kolam (Freepik)

Lalu bagaimana dengan pernyataan ada jenis sperma yang lebih kuat dan mampu menembus vagina?

"Ini yang justru pernyataan yang cukup konyol dan jika dipercaya malah akan menyesatkan. Tidak ada jenis spermatozoa yang terbagi atas kuat lemahnya berenang di air dan mencari keberadaan vagina untuk ditembus," jelasnya lagi.

Dalam dunia spermatologi, kualitas spermatozoa ditentukan dari beberapa perameter seperti volume, konsentrasi, motilitas atau gerakannya dalam cairan sperma, hingga morfologi atau bentuknya.

"Ini akan menentukan fertilitasnya atau kemampuannya menghamili," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI